
Seorang gadis yang mengatakan aku menyelamatkan nya dan semua orang pada umumnya mengenal diriku sebagai Venom penyelamat. Berapa banyak gelar yang ku punya sih?
Aku menyentuh keningku dengan wajah mengerutuk. Didepan ku berdiri Lioness yang sedang dikendalikan Unity. Saat ini aku sedang berusaha mendengar penjelasan nya.
"Kau mau bilang bahwa semua ini adalah Ulahmu?"
Dia mengangguk tanpa ekspresi, yah begitulah Unity yang ku kenal.
"..." Mengangguk.
Aku menatap si gadis yang merupakan murid akademi seperti ku. Dia barusan menceritakan alasan aku terkenal sebagai penyelamat.
Menghubungkan Cerita Gadis ini dan Penjelasan dari Unity. Aku menarik kesimpulan bahwa Unity mulai bertindak sembrono tanpa meminta pendapat ku dulu.
"Unity, ini udah ke 9 kali nya Lo kau melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan ku ..."
Dia mengatakan balasannya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Tapi, itu semata-mata kulakukan karna tujuan tertentu ..."
Aku menunjuk diriku dengan wajah tertawa. "Pasti karna aku ya kan?"
Dia mengangguk. "Iya ..."
Aku mengela nafas ku dan menjadi sangat letih.
"Kali ini aku akan Off kan segala sesuatu yang terkait dengan Sistem, maaf saja mulai sekarang aku akan mengontrol tiap tindakan mu ..."
Dia menatap ku dengan wajah datar. "Jika anda lakukan hal itu, anda akan mendapatkan banyak masalah ..."
Aku mengangguk paham. "Yah, aku tahu yang kau maksud adalah semua yang telah berjalan kan? Tapi yang belum dilakukan oleh mu kedepan nya akan ku kontrol. Kau tak bisa seenaknya mengeluarkan Item dan segala Equipment ku tanpa izin ..."
Dia mengeluh kesamping. "Bukannya kau jadi merepotkan diriku ..."
"Terserahlah aku tak mau dengar protes mu ..." Ujarku mengangkat telapak tangan setinggi wajah dan tersenyum.
Dia menatap ku dengan tajam. "Kau beneran mau aku datang terus menerus hanya untuk izin dan menjelaskan semua masalah itu kedalam otak mu ..."
__ADS_1
Sedikit aku terkejut dengan ucapannya, mungkin itu benar. Aku sekarang akan sering mendengar alasan nya meminta izin menggunakan semua fasilitas di kapal angkasa yang belum di gunakan nya.
"Tentu saja, aku tak mau tiba-tiba jadi Hero atau tiba-tiba terkenal ! Aku mau hidup dengan semangat berjuang!"
Dia Lioness tersadar seketika, tampaknya si Unity kabur.
"Apa kau barusan bilang sesuatu, Venom sama ?" Tanya padaku dengan wajah bingung.
Aku mengerutkan kening. "Dia kabur!" Ujarku mengepalkan tangan merasa sangat kesal.
Gadis di sampingku memandangi ku, dia lalu memegang tanganku.
"Namaku Alda, salam kenal Chrome!"
Aku menjadi terdiam menatapnya. "..."
Lalu aku mengangguk dengan wajah memerah. "Ya salam kenal, Alda!"
Tampak Lioness masih merasa pusing dan bingung dengan yang terjadi pada dirinya.
"Apa aku barusan dirasuki Unity?" Tanya padaku.
Dia merasa sangat mual, dan dia mengarahkan tangannya pada kami berdua.
"Untuk sekarang kembali lah ketempat duduk masing-masing ..."
Aku melihat itu agak khawatir. "Kau baik-baik saja kan?"
Dia mengangguk dengan keringat bercucuran. "Iya, ini hanya karna aku kurang enak badan selepas dirasuki Unity ..."
Aku memegang dagu. "Jadi ini, efeknya ..."
Aku menarik tangan si Alda dan tersenyum kearahnya. "Ayo kita kembali ketempat duduk kita ..."
Dia mengangguk.
"Oke ..."
__ADS_1
Semua murid menatap ku dan Alda dikelas, mereka terkagum kagum akan sosok seorang Mahluk Suci yang berada di kelas sama dengan mereka.
"Kita sekelas dengan Venom!"
"Aku masih tak percaya ini ..."
"Aku pengen bisa dekat dengan nya ..."
Bisik bisik terdengar disekitar ku. Mereka sedang membahas diri ku yang telah terungkap identitas nya.
Sementara ada juga yang menatap ke Alda yang duduk di bangku belakang di sebelah ku. Kami duduk di bangku paling belakang tepatnya di tengah barisan. Ada 4 barisan yang berisi 1 barisan 10 orang jadi ada 40 siswa siswi dikelas.
"Alda, kupikir gadis itu punya bakat yang sangat hebat ..."
"Bisakah kita dapat kesempatan jadi temannya?"
"Aku harap dia orang yang baik ..."
Mendengar itu terlihat wajah Alda memerah dan menunduk terus menerus dikelas.
Sensei Lioness tampak duduk di kursi. Dia menepuk papan tulis dengan penggaris yang melayang.
"Dengarkan aku murid - murid bodoh ku!"
Semua jadi terdiam dan menatap serius ke Sensei.
Dia membuat kapur melayang dengan sihirnya. Sehingga, kapur itu menulis sendiri apa yang mau ditulis nya di papan tulis.
"Pelajaran hari ini adalah Sihir maka kita akan mempelajari dasar nya ,buka buku nya dan dengar kan penjelasan ku ..." Ujar sensei berucap dengan wajah serius, menyilangkan tangan nya di atas perut.
Sebuah buku muncul diatas meja, tertulis di Buku.
"Sihir Pemula!"
Semua orang mendapatkan buku sihir yang sama seperti ku. Mereka semua diberikan buku sihir pemula yang muncul tiba-tiba diatas meja.
Jelas ini sihir nya Lioness ...
__ADS_1
Aku mengambil buku tulis dan bersiap mendengar kan dengan baik apa yang akan disampaikan oleh Sensei. Aku lalu menulis saat sensei mulai menjelaskan smm s
Sensei, lain kali.