
>>>Sebelum aku berangkat Kekaisaran HalfElf. >>>
Saat itu jam istirahat telah berbunyi, dan kelas berakhir. Tampak si Lioness masih merasa mual dan tak enak badan sehingga dia pergi meninggalkan ku yang agak cemas dengannya. Sementara, itu aku langsung dikerumuni anak-anak kelas.
Syukurlah, seseorang datang menolong ku. Siapa lagi kalo bukan si Kakakku yang sudah jadi Calon Kaisar Naga ini. Dia menarikku dan membawa keruang Osis.
Didepan pintu, aku melihat sudah ada Rein. Dia menyilang tangan di dada dan bersandar dipintu.
"Kau datang sesuai janji ..."
Aku mendatar. "Ada apa? Aku harus cepat pergi ..."
Dia menyentuh bahuku dan terlihat senyum berkerut. " Kau ini, cobalah untuk bertahan agak lama di tempat ini ..."
Aku merasa dia seperti dipaksa seseorang.
"Apa kau disuruh Ibuku menungguku di depan pintu?"
Dia menjawab. "Kau tau itu, jadi jangan kau pikir ini hanya masalah mu ..."
Aku jadi merasa gak enak padanya.
---
Didalam tampak Ibuku sedang menulis di meja. Dia sangat sibuk seperti nya, entah apa yang sedang di kerja kan nya.
"Ibu, kenapa kau memanggilku?"
Dia Ibuku menjawab. "Apa butuh alasan, bukannya sudah tugas mu sebagai anggota Osis?"
Aku mengela nafas. "Iya juga ..."
Tumpukan kertas di bawa oleh Bornout. Dia mengatakan padaku dengan senyuman.
"Kali ini kita jadi rekan ya?"
Aku membalasnya dengan wajah membuang muka.
"Gak ah, malasin ..."
Rasanya aku mulai malas ikut Osis setelah melihat tumpukan kertas itu. Tempat ini, selain sebagai Osis juga menjadi ajang diskusi pemimpin Negri besar. Tentu aku menolak, membantu mengisi dokumen persetujuan dari berbagai sumber. Yah, aku tak tertarik politik atau apapun. Hanya sebagai anggota Osis saja.
Ibu tampak seperti beristirahat dan menaruh pena. Dia menatapku dengan bersandar di kursi nya.
"Oh iya, kalo Marseile terus Putraku dan Kakaknya sekarang beda lagi kan dari Pemimpin Besar?"
Rein memegang dagunya. "Astaga, itu benar Queen Eliza ..."
Ibu ku memegang dagunya dan berpikir. "Bagaimana kita menyebutnya? Kaisar kita lalu Negri langit serta Calon Negri Binatang Dewa?
Bornout menatap ke Ibuku.
"Queen Eliza, kenapa anda tak menyebut nya sebagai Aliansi saja?"
Eliza mengangguk. "Kau benar, ini memang lebih mirip dengan Aliansi ..."
Dia Ibu menatapku dengan mata berbinar binar.
"Ibu minta tolong sesuatu anakku?"
Rayuan dari wajah memohon Ibuku dengan mata ungu yang melebar. Dia datang memeluk lengan ku dengan erat dan wajah manisnya.
"Agh, aku sudah menduga ini ..."
Dia makin memeluk erat lenganku. "Kumohon, bantu Ibu ya?"
Aku memegang kening ku dengan wajah keluh.
"Iya baiklah, apa Bu ?" Ujarku menatap kearah lengan ku yang menempel di dalam pelukan kelembutan dadanya.
Dia menjadi tersenyum manis menyentuh bibirku.
"Anakku ini gampangan ..."
Mendengar itu aku menatap kelain dengan cemberut.
"Gak jadi ku bantu ..."
Dia memeluk erat lengan ku dengan wajah cemas.
"Jangan gitu dong!"
Melihatnya seperti itu membuatku kaget dan langsung mengiyakan.
__ADS_1
"Iya, iya! Aku tadi bercanda kok!"
"Hehehe, oke ..." Ujarnya mengatakan itu dengan senyuman senang.
-----
Dia seperti nya meminta padaku memberikan semacam senjata dan beberapa Netra yang bisa mengangkut pasukan nya menuju Benua Monster.
Yah, aku memberikan nya senjata plasma dan pesawat terbang yang besar nya sampai bisa mengangkut pasukan. Pesawat ini mirip Kapal Fery yang besar dengan banyak hiburan didalam nya.
Ibuku sampai merasa iri karna dia tak ikut dalam investigasi ke Benua Monster.
Yah, lebih penting ...
Apa yang sedang Ibu rencanakan?
Mimpinya untuk memperkuat manusia, apa itu masih ada?
Aku memilih mendukung nya dengan sedikit gerakan dari dalam bayangan.
Serta, aku berbohong bahwa semua ada di bengkel adalah pemberian Unity jadi asal di setujui baru bisa di buka.
Dia percaya akan hal itu ...
-----
Setelah pulang dari akademik, biasanya aku akan berhubungan badan dengan Cecilion dan Ceron sebentar lalu saat mereka tertidur. Aku akan pergi
menjadi beraktivitas bar bar,
Hari ini aku memilih kembali ke kastil sebagai Erlan.
*Duk!
Pintu terbuka dari tabung dan aku terkapar di lantai. Sekarang aku sedang ada di bengkel.
Gadis Maid didepan ku mengulurkan tangannya.
Siapa lagi kalo bukan Sarah.
"Apa sekolah anda baik-baik saja?" Tanya Sarah sambil memasangkan aku atribut yang di butuhkan.
Jas hitam, kemeja putih dan dasi, celana jeans hitam kain lembut. Sepatu hitam, dan perban mata.
Kah, ini adalah penampilan ku saat menyamar! Aku sangat mengidolakan Karakter Anime Osamu Dazai sehingga sekarang jadi Cosplay tiap kali mau pergi beraksi.
Sarah tersenyum melihat itu, dia lalu memasang atributnya. Baju Kimono Jepang, dengan samurai di pinggang nya.
"Selesai, aku hanya perlu mengikat rambutku dahulu ..."
Aku menutup layar Visual dan bertanya padanya.
"Dimana Valencia?" Tanyaku pada Sarah.
Sarah mengela nafas keluhnya. "Dia sedang bermain main sekarang ..."
"Kapan anak itu pulang?" Tanyaku pada si Sarah.
Sarah memasang topeng nya. "Entahlah ..."
Topeng yang dipasang oleh Sarah adalah Topeng wajah Oni ( Iblis ).
"Ayo bergerak Tuan!"
Aku mengangguk. "Oke!"
Tretek, kami mengambil beberapa senjata.
---
Di atas menara pemantau, aku berdiri. Jam besar menara berbunyi, lalu seketika muncul lah ribuan Peri yang berasal dari wilayah perbatasan Elf.
"Kalian datang kemari untuk mengusik manusia kan?" Ujarku berkata dengan wajah menatap kesal kearah sekeliling.
Peri-peri itu terbang kearah ku dengan ramai.
Sihir sihir tercipta dengan cepat, api tanah, air ,cahaya ,angin, kegelapan.
Semua elements dengan berbagai bentuk sihir menyerang bersamaan.
"Flame!"
Api menyambar kearahku dari lambang sihir yang besar muncul dari ratusan peri.
__ADS_1
"Kalian mau membunuhku kah?"
Tletek, aku menjelentikkan jari.
Seketika pecah lambang dan hilang api itu sebelum sempat mengenaiku.
"Apa yang terjadi?!" Ujar Peri yang terlihat seperti pemimpi dari regu itu.
Peri dari regu di samping kanan nya berkata.
"Tenanglah, biar aku yang menyerangnya!"
"Lighting!"
Cahaya muncul menyala terang dan dalam sekejap melenyapkan area pijakan ku. Merupakan menara pemantau jam.
"Cih, merusak fasilitas umum Negriku ..."
"Tiada!" Ujarku menunjuk lambang sihir.
Seketika pecah lambang dan hilang sihir cahaya nya.
Tapi, menara jam itu sudah kehilangan separuhnya.
"Ah, menambahkan tugas ku saja kalian ini ..."
Aku mengarahkan tangan ke Menara jam yang sudah tinggal separuh itu.
"TimeRealise!"
Seketika muncul lingkaran hologram Jam dan memuat sebuah detak waktu jam didalam nya. Hanya butuh beberapa detik menara kembali baik.
"Fyuhhh, syukurlah ..."
Aku lalu menarik benda di saku jas ku.
Byushhh, aku memegang 2 bom ditangan kanan dan kiri sambil menyeringai.
"Kalian para monster pengusik manusia akan kubuat kalian menyesal!"
Dugghhhh, melempar ke segala arah. Saat dilempar bom meledak dengan cepat tepat di kumpulan peri.
Aku tertawa melihat ledakan di segala sisi ku.
"Jadilah, kalian berguguran ditanah dan akan jadi pajangan di museum!"
Aku memegang daguku. "Tapi ini dunia lain ya? Ah, pasti mereka jadi bahan makanan atau obat ... Entahlah, siapa peduli?"
Aku melompat dari atas menara kebawah dengan sekali loncat.
*Dugh!
Mendarat di jalanan, dimana peri-peri berjatuhan layak nya nyamuk.
---
Sementara itu, disisi Sarah. Dia sedang mengepung para Secuba. Secuba adalah mahluk yang menyerap energi dan membunuh manusia yang tidur dengan masuk kedalam mimpinya.
Menindih targetnya dengan berdiri diatas perut korban. Korban yang tertidur akan merasakan lelah dan dalam tidurnya bermimpi buruk. Lama kelamaan korban akan kehilangan energi hidup lalu mati.
"Jadi kalian memang beneran datang ya?" Ujar nya menarik 2 pedang di sisi pinggangnya.
Katana Jepang 2 buah dikanan dan kiri. Sarah memegang pedang dengan lihainya, ia memang merupakan ahli bela diri dan pengguna pedang. Jadi, bukan tidak mungkin baginya ikut andil dalam rutinitas bar bar ku.
"Tuan ku bilang kalian akan datang malam ini dan ternyata benar ..."
*Dseng!
Dia menghembuskan nafasnya dengan semangat.
"Aku siap bertarung! Aku sudah menunggu lama untuk ini!"
Dresshhhh, dalam sekejap dia menyerang. Secuba berlarian ke segala arah dengan ketakutan. Secuba mahluk pengecut namun dapat membunuh orang dengan memakan energi hidup diam diam.
"Jangan kabur kalian!"
Dia menebas dengan cepat beberapa Secuba di sekitar nya. Lalu, mengejar Secuba lainnya dan membunuh tanpa ampun bak setan kepanasan.
"Sial, ini sangat seru!" Ujarnya berlari melompat ketika menebas.
Dushhhhhh, dushhh ,dushhh, melompat menebas secara bersamaan dari beberapa gedung saat mengejar Secuba Secuba itu.
Gadis berpakaian Kimono dengan Topeng Oni, sekarang sudah menjadi Iblis menyeramkan.
__ADS_1
"Kahahaha, sungguh luar biasa! Aku sudah lama tak menggila seperti ini!" Teriaknya diatas gedung kota saat menatap banyak Secuba yang masih berlarian diatas gedung.
Deshhh, dia melompat kedepan dengan mata menyala merah.