
haiiiii( ˘ ³˘)♥
maaf cookie telat updatenya(**)
cookie nggak nyangka banget ada yang baca novel cookie(**)
makasih banyak semuanya love you full( ˘ ³˘)
💓💓
" Hai cia! sudah lama kita tidak bertemu, dimana darien? "
Deg
Dan benar saja, saat cia menoleh ke asal suara itu, ternyata mereka bertiga adalah tiga sahabat darien yang selalu mengikuti kemanapun darien pergi
" A--aku mm-- hai Bastian " balas cia sambil tersenyum canggung kearah mereka bertiga
" Ooh cia kau akan dalam masalah besar " Ucap max mencoba menakut-nakuti cia,
Rasa panik langsung menyerangnya, tanpa pikir panjang cia meminta izin kepada Ken untuk berbincang kepada 3 orang yang membuatnya hampir berhenti bernafas ini
***
" Aku akan bersama kalian jadi aku tidak akan dimarahi darien " entah kepercayaan diri darimana ia bisa mengatakan hal seperti itu tapi yang penting sekarang ia bisa mengurangi kemarahan darien kalau-kalau dia ketahuan keluar tanpa izin darinya, jadi ia bisa beralasan kalau ia keluar bersama dengan teman-temannya
" kau mau menjadikan kami benteng untukmu?? " sahut Mike dengan muka jahilnya
" Berhenti menakut-nakuti ku!! sebaiknya kalian ikut aku sekarang "
Bastian, max dan Mike kompak mengangkat bahu mereka pasrah namun tetap berjalan mengikuti kemanapun cia pergi
***
" Berhenti memakan itu cia, kau akan semakin dimarahi darien " ucap Mike mencoba menghentikan cia yang tidak berhenti memasukkan kue-kue manis itu kedalam mulutnya
" Ada kalian " enteng cia
" lihatlah seharusnya kau bersikap anggun seperti wanita-wanita disana " sahut Bastian sambil sesekali mengedipkan sebelah matanya kearah perempuan perempuan yang lewat didepannya
" Itu bukan gayaku "
" Baiklah-baiklah terserah dirimu, sekarang ayo pulang, kami akan mengantarmu "
" mm--baiklah " ucap lesu cia merasa tidak rela meninggalkan kue-kue yang baru saja bisa ia nikmati
***
" Pakai sabuk pengaman mu cia " ucap max melihat cia tidak mengenakan sabuk pengamannya
" Iya-iya "
" Kapan darien kembali " tanya Mike yang duduk dibelakang bersama cia
" Mungkin besok "
Setelah itu hanya keheningan yang menyelimuti kami berempat
***
__ADS_1
Saat mobil sedang melaju mata cia tidak sengaja melihat pedagang bakso mercon kesukaannya sedang mangkal dipinggir jalan
" Berhentii!! "
max yang sedang fokus mengemudi refleks menginjak pedal rem saat mendengar teriakan cia
" SH** max!! " Umpat Mike
" Kau apa-apaan cia!! " Sewot Bastian merasa kesal dengan ulah cia karena wajah tampannya hampir saja tergores kalau saja ia tidak memakai sabuk pengaman
" Aku ingin membeli itu " ucap cia sambil menunjuk seorang pedagang bakso
" Kalian tunggu disini, aku akan membelinya sebentar " tanpa menunggu jawaban dari tiga laki-laki itu cia keluar kemudian berlari ke arah pedagang bakso mercon kesukaannya
" Mike ikuti cia, terlalu berbahaya membiarkannya sendirian " perintah max
yang langsung dituruti mike
" baiklah-baiklah, kenapa selalu aku yang disuruh, lagian kenapa cia nekat sekali sih, apa dia tidak sadar dengan kemolekan tubuhnya " gerutu Mike sambil berjalan kearah cia
"Lihat, baru saja ku bilang dia terlalu menarik" gerutu Mike lagi saat melihat cia mulai di goda beberapa laki-laki yang lewat saat cia sedang menunggu pesanannya, mike mempercepat langkahnya
" Eheem!! " satu deheman dari Mike berhasil membuat beberapa laki-laki yang menggoda cia pergi
" Kenapa kau menyusul kesini Mike, sudah kubilang tunggu aku di mobil "
"Really? kau mau memperdebatkan itu cia\=_\="
" Tidak, ayo pesananku sudah jadi "
" Dasar wanita "
20 menit kemudian, mobil berhenti tepat di depan gerbang mansion
" Cia bangunlah kita sudah sampai " mike mencoba membangunkan cia yang tertidur didalam mobil
" Huuh? Hoaaam, terimakasih sudah mengantarku " ucap cia sambil menguap lebar kemudian turun dari mobil, saat cia sudah sampai didepan gerbang, gerbang itu otomatis terbuka sendiri, gerbang itu disetting hanya merespon chip yang berada ditubuh darien dan cia saja, entah kapan darien memasukkan chip itu ketubuh cia, ia juga tidak tahu
Setelah melihat cia masuk kedalam mansion dengan aman, mereka memutuskan untuk pergi karena tugas mereka sudah selesai
***
Wijaya corp
Cia sedang rapat dengan para dewan direksi perusahaan menemani Ken, sudah dua jam ia mengamati dan mencatat hal-hal yang penting, tapi sampai saat ini belum ada juga tanda-tanda rapat akan selesai padahal sebentar lagi sudah masuk waktu jam makan siang
***
Rapat selesai setelah memakan waktu kurang lebih hampir 3 jam
Cia keluar dari ruang rapat dengan senyum yang berseri-seri, karena akhirnya ia bisa bernafas dengan lega, tapi sepertinya itu hanya angan-angan cia saja, karena begitu ia membuka ponselnya, sudah ada 30 panggilan tak terjawab dari darien dan satu pesan yang membuat cia semakin panik
" PULANG SEKARANG "
Dengan terburu-buru cia kembali keruangannya untuk mengambil tas kemudian langsung pergi, ternyata saat di lift cia bertemu dengan Ken yang sepertinya akan keluar juga
" Cia apa kau mengenal tiga orang yang membawamu pergi tadi malam? Aku belum sempat bertanya karena kau sudah pergi begitu saja, aku khawatir padamu "
" mmm maaf Ken sudah membuatmu khawatir tapi tenang saja aku mengenal mereka bertiga, oke Ken aku duluan ya Sampai jumpa " Pamit cia setelah lift berhenti tepat di lantai satu, sebenarnya cia sadar Ken menganggap nya lebih dari seorang sekretaris tapi cia tidak bisa menerimanya
__ADS_1
Karena dari dulu sampai sekarang cia masih belum bisa menghilangkan satu orang dari hati dan pikirannya
Saat cia keluar dari pintu perusahaan, sudah ada supir yang menunggunya
" Mari nona cia, tuan darien sudah menunggu anda "
" Kapan darien pulang? " Tanyanya sambil naik ke dalam mobil
" Sekitar satu jam yang lalu nona "
" Ooh "
Kemudian mobil mulai melaju meninggalkan gedung perusahaan Wijaya corp
***
Mansion darien
" Sudah sampai nona " ucap pak Yanto supir pribadi dari darien yang ditugaskan untuk mengantar jemput dirinya,
setelah mengucapkan terimakasih, cia langsung berjalan ke arah pintu masuk,
Sebelum masuk, ia berhenti sebentar di depan pintu, ia perlu menetralkan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang
Setelah merasa sedikit tenang dan meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja cia membuka pintu itu
Bruk
Tubuh cia langsung terhempas kasar bersandar pada pintu saat ia membukanya,
hanya tubuhnya saja yang menabrak pintu karena ada tangan kekar yang melindungi kepalanya dari benturan
" Da--darien?? "
" Sudah terlambat "
" Ap-app-- "
Cuup
" Berhenti menjawabku "
Cuup
" Eemm... mm "
Darien mencium bibir cia kasar ia me***** bibir atas dan bawahnya seperti tidak ada lagi hari esok
" Aaah " cia refleks membuka mulut saat darien menggigit kasar bibir bawahnya
Tak menyia-nyiakan kesempatan, lidah darien dengan cepat melesat masuk mengeksplor isi mulut cia
" Aaah dari---en " lama-kelamaan cia mulai menikmati ciuman yang semakin panas itu,
Tangannya bergerak memeluk erat leher darien membuat ciuman mereka semakin dalam
" Haaah haaah " cia terengah-engah saat ciuman mereka terlepas
Darien menyeringai, ia usap pelan bibir bawah cia yang bengkak karena ulahnya, kemudian Ia kecup sekali lagi bibir mungil itu
__ADS_1