
sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gorden kamar dengan usilnya mulai mengusik tidur nyenyak seorang gadis yang masih asik bergelung dibawah selimut tebalnya, bukannya terbangun, gadis itu malah semakin menelusupkan kepalanya ke dalam selimut, tangannya bergerak kesana kemari mencari sandaran ternyamannya, tapi nihil, yang ia rasakan malah kasur itu sudah dingin, seakan sudah lama ditinggal pemiliknya,
dengan setengah sadar, cia mulai mencoba membuka kedua manik cokelat keemasannya, ia kerjabkan beberapa kali hingga akhirnya kedua maniknya dapat terbuka, kemudian ia sibak selimutnya, sepi, tidak ada tanda-tanda keberadaan darien, saat ia sedang mengamati sekitar, tanpa sengaja maniknya menemukan secarik kertas di atas bantal darien,
Dear my angel
pagi mi amor, jangan mencari ku, aku ada urusan sebentar di Madrid, maaf karena tidak membangunkanmu, tidurmu kelihatan nyenyak sekali, i love you jangan lupa sarapan dan jangan pergi kemana-mana sendiri tetaplah bersama supir, aku akan segera kembali
^^^From your future husband^^^
cia tersenyum-senyum sendiri saat membaca notes dari darien, tapi itu tidak bertahan lama, senyumnya langsung hilang saat ia sadar dirinya ditinggalkan, ini adalah kebiasaan darien yang cia tidak sukai dari dulu, darien bisa saja tiba-tiba menghilang kemudian tidak kembali selama sebulan, ia tidak berniat bertanya, ia ingin darien sendiri yang menceritakannya, tapi sepertinya alasan kepergian darien sangatlah penting baginya, karena ia tidak pernah menyinggung sedikit pun apalagi menceritakan kepadanya, "menyebalkan " gerutu cia
ia meremas kertas itu kemudian membuangnya ke tempat sampah, setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi untuk memulai ritual paginya,
dress hitam selutut dengan lengan panjang berwarna krem menjadi pilihannya pagi ini, ia melengkapi penampilannya dengan sepatu hak setinggi 3 cm berwarna krem juga
setelah dirasa semuanya sudah siap, cia turun ke bawah, ia harus mengisi perutnya yang dari tadi berbunyi minta di isi
***
ruang makan
" selamat pagi nona " sapa Bety, koki yang dipekerjakan darien khusus untuk dirinya, usianya hampir menginjak kepala empat, ia seorang janda tanpa anak, suaminya baru saja meninggal 2 tahun lalu, itulah yang di ceritakan darien tentang bety
" pagi juga, apa menu sarapan hari ini "
" pancake hangat dengan siraman sirup maple "
" kau memang yang terbaik " cia selalu merasa puas dengan hasil masakan Bety, maklum saja, dulunya ia seorang kepala koki di restoran bintang lima, ia keluar karena pekerjaan itu terlalu banyak menyita waktunya, katanya ia ingin menjalani masa tuanya dengan santai, karena itu ia memilih bekerja disini, selain santai, gaji yang ditawarkan juga lebih besar dari gaji menjadi seorang kepala koki direstoran bintang lima
" senang mendengarnya nona "
setelah sarapan, cia langsung keluar dari mansion, ia tidak mau membuat pak Yanto menunggunya terlalu lama, karena darien sedang tidak ada dirumah, maka tugas mengantar jemputnya menjadi tugas pak Yanto,
" pagi pak " sapa cia ke seorang laki-laki paruh baya yang sudah standby berdiri di samping mobil Toyota Alphard berwarna hitam, ia sadar mobilnya terlalu berlebihan untuknya, tapi cia sudah pasrah sekarang, ia lelah berdebat karena yang pasti kalah adalah dirinya sendiri
__ADS_1
" pagi juga non, tuan berpesan agar anda langsung pulang selepas pulang kerja "
" baik pak "
sepertinya keposesifan darien mulai kumat lagi, cia menduga ini pasti karena dirinya yang telah membohonginya tadi malam,
setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya mobil Toyota Alphard itu berhenti tepat di depan gedung perusahaan Wijaya corp, cia keluar saat pak Yanto membukakan pintu untuknya, padahal ia bisa membukanya sendiri, tapi katanya ia akan di marahi darien kalau tidak melakukan itu, akhirnya cia hanya bisa pasrah, ia tidak mungkin membiarkan supir sebaik pak Yanto di marahi hanya karena tidak membukakan pintu untuknya,
cia langsung masuk kedalam perusahaan begitu ia keluar dari mobil, ia tidak ingin semakin menjadi pusat perhatian, ia juga sadar kabar apa yang telah beredar tentang dirinya, tapi ia tidak ingin mencari pembenaran diri, karena itu hanya untuk orang lemah, biarkan orang berspekulasi tentang dirinya, karena kebenarannya ia tidak pernah melakukan apa yang di beritakan tentang dirinya
setelah sampai di ruangannya, cia langsung duduk kemudian bersandar di kursinya, ia perlu jeda waktu untuk mempersiapkan diri sebelum berperang dengan setumpuk berkas yang sudah menunggunya untuk diselesaikan, ia sudah menyusun jadwal ken kemarin, jadi hari ini ia bisa merasa sedikit santai
tak terasa sudah 2 jam cia berkutat dengan berkas-berkas di hadapannya, tapi Ken belum juga datang ke kantor, ia sedikit meregangkan tubuhnya yang kaku, merasa haus, ia meminum sedikit teh dari bunga kering pesanannya, yang ia minta saat baru sampai ke kantor,
setelah merasa tenggorokannya sudah basah, ia melanjutkan kembali pekerjaannya menyalin berkas-berkas kedalam komputer, tapi sebelum itu, cia memakai kembali kacamatanya yang sempat ia lepas saat mau meminum teh, bukan kacamata minus, itu hanya sebuah kacamata anti radiasi, karena pekerjaan yang mengharuskan dirinya selalu berhadapan dengan komputer, maka benda itu sangat penting untuk melindungi kedua matanya dari paparan blue light
" pagi cia "
" pagi Ken, kau baru sampai? " saking fokusnya menatap layar komputer, cia bahkan sampai tidak sadar kalau Ken sudah berdiri di hadapannya
" iya, apa jadwalku hari ini "
" hhm tidak banyak, hanya meeting dengan 2 klien, klien pertama Mr Handoko dari butik melati, dan klien kedua Mrs selena dari new fashion, selebihnya hanya menandatangi beberapa berkas saja "
" apakah tempat pertemuannya jauh? "
" tidak, mereka yang akan datang kesini "
Ken mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, kemudian pamit masuk kedalam ruangannya, ia bisa gila jika terus melihat wajah manis cia
" ada apa dengannya " heran cia saat melihat Ken seperti kebingungan
***
private jet darien
" apa yang dimakan cia pagi tadi "
" nona sarapan dengan pancake tuan "
__ADS_1
" bagus, apa pengacau itu sudah mau mengaku "
" belum tuan, ia tetap tidak mau membuka mulutnya bahkan setelah kehilangan kedua jari telunjuknya "
" sepertinya dia suka bermain-main, aku akan menemaninya bermain, tetap buat dia hidup sampai aku sampai "
" baik tuan "
darien menghela nafas kasar untuk mengekspresikan perasaan tidak relanya saat ia harus berpisah lagi dengan cia, tapi ia harus, karena beberapa musuhnya mulai mengendus keberadaan cia, ia harus segera menyingkirkannya sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk,
Darien memejamkan kedua matanya merasa masih sedikit mengantuk, ia langsung berangkat setelah mendengar kabar dari Michael, bahkan bulan saja masih bersinar terang saat ia pergi,
darien memutuskan untuk tidur sebentar, karena itu ia bangkit dari kursinya kemudian berjalan ke arah kamarnya, masih perlu waktu 8 jam untuk sampai ke madrid, ia harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, karena begitu ia sampai, ia harus menemani tikus kecilnya bermain-main
***
18.00 WIB
cia merasa tubuhnya mulai remuk, ternyata semua perkiraannya salah, ia kira setelah menemani Ken meeting dengan dua kliennya, ia hanya tinggal melanjutkan menyalin berkas-berkas tadi pagi, tapi ternyata ia punya tugas tambahan yang mengharuskannya untuk lembur, saat semua karyawan sudah bisa berleha-leha di dalam rumahnya, ia malah masih terjebak di kursinya dengan 2 berkas lagi yang harus ia kerjakan, ia tidak sendiri, ia lembur bersama Ken, tak ingin menyia-nyiakan waktu, cia semakin mempercepat jarinya untuk mengetik setiap kata yang tertulis di dalam dokumen di depannya
2 jam kemudian, akhirnya cia berhasil menyalin 2 dokumen itu, saat ini ia sedang bersiap-siap untuk pulang, ia sudah menghubungi pak Yanto tadi untuk tidak menjemputnya tepat waktu karena ia harus lembur, dan sekarang pak Yanto sudah menunggunya di bawah, cia bangkit dari kursinya, bertepatan dengan itu Ken juga keluar dari ruangannya
" kau sudah selesai cia "
" iya, kau juga? "
" iya baru saja, biar ku antar pulang, berbahaya kalau kau pulang sendirian "
" eeh tidak usah Ken, sudah ada yang menungguku di bawah "
" ooh begitu "
ucap Ken lesu, sebenarnya ia sudah tahu tentang gosip yang beredar tentang cia, dan perkataan cia barusan semakin menguatkannya, apakah ia harus menyerah?
" kalau begitu aku akan mengantarmu sampai pintu perusahaan "
" hha baiklah "
sepanjang naik lift hanya keheningan yang menyelimuti kami berdua, entah hanya perasaan cia saja atau bukan, ia merasa suasananya terasa sangat canggung sekarang,
__ADS_1
akhirnya cia bisa bernapas lega saat kami berdua sudah keluar dari pintu perusahaan, ia bisa melihat pak Yanto yang sedang menunggunya dari dalam mobil, " kalau begitu aku pam--
bruuuk, cia terjatuh saat tiba-tiba saja ada motor yang melesat ke arahnya, untung saja tangan ken dengan sigap menarik tubuhnya, tapi tetap saja benturan itu tak terelakkan, tubuh cia terhempas ke atas lantai semen dengan posisi kepala yang menyentuh lantai duluan, sedangkan Ken, ia lebih baik dari cia, ia hanya terjatuh karena kehilangan keseimbangan, cia mulai merasa keningnya terasa sedikit berdenyut kemudian seperti ada sesuatu yang mengalir, lama kelamaan pandangannya mulai kabur dan ia merasa tubuhnya seperti melayang, hingga akhirnya kegelapan yang merenggutnya, diambang kesadarannya ia bisa mendengar suara teriakan Ken yang memanggil-manggil namanya beserta tepukan halus dipipi darinya