
" graceee " teriak cia sambil berlari menghampiri sahabat satu-satunya yang sudah lama tidak ia temui itu, gaun yang menyapu lantai membuat cia kesulitan walau sekedar hanya untuk berjalan, dengan susah payah ia jinjing gaun yang tidak ringan itu agar mempermudahkannya berlari, sangking senangnya, ia bahkan sampai menghiraukan teriakan darien yang melarangnya berlari, tinggal beberapa langkah lagi ia akan sampai, tapi satu tangan kekar berhasil menghentikan lariannya,
" mi esposa, kau baru saja mengabaikan ku "
Rona merah yang tiba-tiba muncul di kedua pipi chubby nya tidak bisa cia cegah saat mendengar kata-kata istriku keluar dari mulut darien, alhasil sekarang wajahnya terasa sangat panas sekali, karena malu, cia palingkan wajahnya agar darien tidak bisa melihat rona merah di kedua pipinya, " a-aku hanya ingin menemui grace " ucapnya sambil tetap menyembunyikan wajahnya,
Melihat cia merasa malu, membuat darien tidak bisa tidak terkekeh, apalagi ditambah dengan rona merah di kedua pipi chubby istrinya itu, walaupun cianya berusaha menyembunyikannya, tapi sayang seribu sayang, dirinya sudah terlanjur melihatnya, jadi percuma saja, biarpun begitu, ia akan tetap menghargai usaha istrinya itu, " pelan-pelan saja, grace tidak akan kemana-mana " peringatnya sembari menggenggam tangan mungil yang ukurannya hanya setengah telapak tangannya saja, kemudian ia tarik dengan pelan menuju sahabat istrinya,
" Grace!! bagaimana kau bisa tahu kalau aku akan menikah hari ini " teriak cia excited saat dirinya sudah sampai di depan sahabatnya itu, tak lupa ia juga memberikan sebuah pelukan singkat sebagai salam kerinduan setelah sekian lama mereka tidak bertemu, sedangkan darien yang berdiri di samping istrinya itu, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya maklum saat melihat bagaimana antusiasnya istrinya saat bertemu dengan teman sefrekuensinya, tidak ingin menganggu, darien memutuskan untuk meninggalkan istrinya berdua saja bersama grace, tujuannya ialah, agar mereka bisa mengobrol sepuasnya, " aku akan kesana sebentar, tetaplah disini, jangan kemana-mana "
" Baiklah~ " setelah mendengar jawaban manis yang keluar dari mulut istrinya itu, dengan gemas darien kecup bibir mungil Semerah ceri yang baru beberapa menit yang lalu ia lahap dengan rakus, setelah itu ia dengan santainya pergi setelah membuat cianya malu,
" Hiiih, dia memang suka seenaknya sendiri, so, jadi bagaimana kau bisa tahu aku akan menikah hari ini.....dan dengan siapa kau kemari?!?! " Tanyanya penasaran saat sadar kalau grace hanya sendirian,
" Oh cia! aku juga merindukanmu!!, aku juga tidak tahu kalau kau akan menikah hari ini, kemarin tiba-tiba saja trio bastard itu datang menemuiku kemudian langsung membawaku entah kemana, mereka tidak pernah mau menjawabku saat aku bertanya, ternyata aku di bawa kemari!! " Terang grace heboh sampai-sampai membuat beberapa orang melihat ke arah kami dengan pandangan risih, merasa tidak enak, dengan sigap cia tutup mulut ember grace dengan tangan kanannya " jangan keras-keras grace, semua orang sedang memperhatikan kita " bisiknya sambil tetap membungkam mulut sahabatnya itu,
" Sorry, aku tidak akan berisik lagi, sekarang lepaskan "
__ADS_1
" Dimana trio bastard itu? " Tanya cia sembari menoleh kesana kemari, mencari keberadaan trio rusuh yang selalu berhasil memergokinya itu, cia pikir mereka tidak datang, karena sejak pagi ia sama sekali tidak melihat keberadaan mereka, walau hanya sekedar bayangannya saja,
" Entahlah, aku juga belum melihatnya dari tadi " mendengar jawaban dari grace, membuat cia mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, " mungkin sedang merusuh " batinnya,
" Kau menginap dimana " tanya cia lagi sembari meminum minuman yang baru saja di antarkan oleh seorang pelayan laki-laki,
" mmm..di hotel, tapi aku tidak tahu namanya, namanya terlalu sulit untuk lidah lokal sepertiku, yang pasti hotelnya sangat mewah dan harganya dijamin mahal "
bukannya mendengarkan penjelasan dari grace, pikiran cia malah berkelana entah kemana, ia dibuat kewalahan saat pikiran-pikiran aneh mulai bermunculan di otaknya, dengan tak senonohnya, dirinya malah membayangkan nasib malam pertamanya bersama darien, padahal ia sudah biasa tidur seranjang dengan laki-laki itu, tapi cia yakin sekali, kalau malam ini akan sangat berbeda dari malam-malam biasanya, memikirkan semua itu, membuat kedua pipi chubby miliknya kembali dihiasi dengan rona kemerahan, merasa panas sendiri, cia minum segelas jus jeruk ditangannya hingga habis hanya dalam beberapa kali tegukan, sampai sebuah tepukan keras di bahunya, berhasil membangunkan cia dari imajinasi liarnya,
" cia, kau terlihat seperti orang mesum " goda grace saat melihat sahabatnya sedang melamun sambil senyam-senyum sendiri, apalagi ditambah dengan rona merah yang tiba-tiba muncul di kedua pipi chubby sahabatnya itu, membuat grace semakin yakin kalau cia sedang membayangkan hal-hal tak senonoh di otaknya,
" ayo ke kamar "
" what the f*ck!!! "
jangan salah paham, yang barusan mengumpat itu.... tentu saja bukan dirinya, itu umpatan grace, sepertinya dia sangat terkejut sekali saat mendengar kata-kata dari laki-laki yang masih setia menempel di punggungnya itu, sebenarnya bukan hanya grace saja yang terkejut, dirinya juga sangat terkejut, sampai-sampai salah satu tangannya tadi hampir saja menggeplak bibir yang suka seenaknya sendiri itu, tapi untung saja dirinya selalu berpikiran positif, karenanya, ia tidak dibuat salah paham dengan kata-kata yang baru saja keluar dari bibir seksi di belakangnya,
__ADS_1
" nanti saja, kalau kau lelah, duduk saja di kursi itu, nanti grace jadi sendirian kalau aku pergi " ucapnya sambil mencoba meluruskan kesalahpahaman yang sedang terjadi,
" teman-teman ku yang akan menemaninya "
" oh..dimana mere.." belum sempat cia menyelesaikan ucapannya, munculah trio rusuh yang sedari tadi ia cari-cari keberadaannya,
" hola kakak ipaar!!! "
sepertinya sekarang ia menyesal telah menanti-nanti kedatangan mereka bertiga, baru datang saja sudah membuat kedua telinganya sakit,
" temani dia, kami akan ke kamar "
" WTF darieen!!, ini masih siang bolong!!! "
" haah " cia dibuat menghela nafas lelah karena ulah bayi besar dibelakangnya, ternyata berterus terang sangatlah berbahaya, " bukan seperti yang kalian pikirkan!!, kami cuma mau istirahat sebentar, oke bye, sampai jumpa lagi gracee~ " pamit cia buru-buru sambil menarik sebelah tangan darien agar mengikutinya pergi dari perkumpulan rempong itu,
" aku tidak percaya dengan darien, bagaimana dengan kalian? " ucap bastian yang langsung di angguki oleh kedua temannya,
__ADS_1
" aku juga tidak percaya " sahut max dan mike bersamaan, yang mana membuat grace dibuat merinding dengan tingkah mereka,