
Sinar matahari mulai masuk melalui celah-celah gorden sebuah kamar yang terbuka karena tidak sengaja tertiup angin,
mencoba membangunkan dua insan manusia yang masih asik berpelukan menyalurkan rasa hangat di bawah selimut yang sama
Namun nyatanya hanya satu yang masih tertidur lelap, sedangkan satunya sedang sibuk memandangi wajah polos seorang gadis yang ia lihat saat pertama kali membuka kedua manik birunya
Bulu mata lentik, alis tebal, hidung mancung dan bibir mungil pink alami, semua itu tak luput dari sepasang manik biru sebiru lautan di musim panas
Ia benar-benar merasa sangat beruntung telah di pertemukan dengan seorang perempuan baik hati seperti alecianya
Ia akan menjaganya dengan segenap kemampuan yang ia miliki walaupun nyawa yang menjadi taruhannya, ia tidak peduli
Tak bosan-bosan sepasang manik biru itu terus menatap ke arah wajah polos seorang gadis yang membuat nya jatuh cinta berkali-kali
5 tahun Ia tahan perasaan ingin bertemu dan memeluk gadis di pelukannya, tentu saja ia bisa menghubungi nya, tapi tidak ia lakukan,
Jika sampai ia mendengar suara lembut dari pemilik sepasang manik cokelat keemasan itu, maka ia tidak bisa menjamin bahwa ia akan kabur dari negaranya dan dari tanggung jawabnya
Dan sekarang pemilik manik biru itu sadar, semua pengorbanan yang sudah ia lakukan telah berbuah manis, sekarang gadis yang berhasil memporak porandakan hatinya sedang ada di pelukannya tertidur lelap sambil memeluk pinggangnya erat
saat kelopak itu mulai bergerak, dengan sigap kedua manik birunya ia tutup
ternyata sinar matahari itu berhasil mengusik tidur lelap si pemilik manik cokelat keemasan,
ia mencoba membuka kedua matanya,ia kedipkan berkali-kali, hingga akhirnya matanya bisa terbuka lebar
sempurna, itulah kata yang pantas untuk menggambarkan seorang laki-laki yang masih tertidur lelap didepannya
darien terlihat sangat polos saat tertidur, beda lagi jika ia membuka kedua manik birunya, apalagi sifatnya yang suka main nyosor kadang membuat cia jengah dan emosi saat bersama darien
cia menoleh ke arah dadanya, bukannya hilang, bekas-bekas merah itu malah semakin bertambah banyak, cia jadi harus selalu menutupinya dengan foundation dan itu memakan waktu yang tidak sedikit
cia menatap kembali wajah polos darien yang
entah sudah berapa kali ia dibuat terpesona dengan wajah ini, tangannya bergerak membelai lembut wajah polos didepannya,
tanpa sadar tangan cia berhenti tepat di bibir darien, bibir yang membuatnya harus selalu extra waspada, cia mengusap bibir itu lembut,
sampai- sampai ia tidak sadar pemilik manik biru sedang menatapnya dari tadi
cup, cia tersentak dan refleks menjauhkan tangannya dari bibir darien saat bibir itu mencium telapak tangannya
" kau mau ini mi amor " ucap darien sambil menarik tangan cia menuju bibirnya lagi
cia menggeleng
darien terkekeh geli merasa lucu dengan wajah terkejut cia, seperti maling yang ketahuan saat sedang mencuri, begitu lucu dimata darien
__ADS_1
" aku tahu kau menyukainya, kemarilah berikan aku morning kiss " tangan kanan darien dengan sigap menarik cia kedalam pelukannya sedangkan satunya lagi menarik tengkuk cia
cuup, suara kecapan itu terdengar begitu jelas saat darien mengecup singkat bibir cia, merasa kurang, ia kecup sekali lagi bibir itu disertai lu***** lembut, lidah darien dengan lancar menerobos masuk kedalam mulut cia,
darien tersenyum di sela-sela ia menjelajahi mulut cia, sepertinya cia mulai terbuai dengan ciumannya
ciuman darien mulai turun kearah leher jenjang cia, baru mau meninggalkan tanda kepemilikan dileher cia, wajah darien sudah ditangkup oleh dua tangan
" jangan lagi darien, kau sudah banyak membuatnya hentikan oke "
darien menggeram kesal saat kesenangannya diganggu, walaupun begitu ia tetap menuruti kata-kata cia, dengan pasrah darien menjatuhkan kepalanya ke atas dada cia
" anak baik " ucap cia sambil mengelus pelan rambut hitam legam darien
" hhhm " merasa nyaman, darien memejamkan kedua matanya lagi
sudah 10 menit tapi tidak ada tanda-tanda darien akan bangkit dari atas tubuhnya, tubuh cia mulai pegal karena harus menopang berat badan darien, dengan hati-hati ia mencoba membangunkan darien " darien bangun kau berat "
bukannya menuruti kata-kata cia, darien malah semakin menelusupkan kepalanya ke ceruk leher cia
" haaah, baiklah 5 menit lagi setelah itu kau harus bangun "
" hhhm "
***
" anak baik "
" beri aku morning kiss " ucap darien sambil mengungkung tubuh cia lagi
" tadi kan sudah "
" tadi aku yang memberikan nya sekarang giliran kau yang memberikannya "
tidak mau berdebat, cia dengan patuh memberikan kemauan bayi besar di atasnya
cup, " sudah, sekarang lepaskan aku "
dengan hati yang berbunga-bunga darien bangkit dari atas tubuh cia kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk memulai ritual paginya
" dasar bayi besar " gerutu cia sambil
mengambil ponselnya yang berada diatas nakas disamping tempat tidur, mengecek apakah ada pesan penting yang masuk, dan benar saja, ada puluhan pesan masuk dan 30 panggilan tak terjawab dari Grace, Cia menepuk kepalanya pelan, ia sampai lupa tidak mengabari Grace, sekarang pasti Grace sedang mengkhawatirkannya, dengan sigap ia menelpon balik Grace
begitu tersambung, suara cerocosan dari Grace langsung terdengar, membuat cia dengan cepat menjauhkan ponselnya dari telinganya
" cia!! kata Ken kau sakit?? kau sakit apa?? apakah parah?? pulang kerja nanti aku akan menjenguk mu kau ing-- "
__ADS_1
" tenang Grace tenang, aku akan menjawabnya satu persatu, pertama aku tidak sakit , kedua aku tidak sakit parah, ketiga kau tidak perlu menjengukku "
" ta-tapi kata Ken kau sakit, kau juga izin sakit hari ini cia "
" huuft itu hanya akal-akalan darien saja, aku benar-benar baik-baik saja oke "
" darien kembali??!! "
" iya kemarin dan dia juga tahu kalau aku pergi ke pesta bersama Ken "
" astaga ciaa kau dalam masalah besar hhha "
" kenapa kau tertawa! bukannya prihatin dengan sahabatmu ini "
" yaaah aku tertawa karena merasa lucu membayangkan ekspresi mu yang panik itu hhha "
" shut up Grace "
Tut, cia mematikan telponnya sepihak merasa kesal dengan respon grace
sedangkan di seberang sana Grace tidak bisa menahan tawanya sampai-sampai beberapa orang melihatnya dengan pandangan aneh
" aku rasa dia sedikit stress benar kan "
***
" siapa yang menelpon "
cia tersentak kaget saat darien sudah ada di sampingnya " Grace, dia menyebalkan "
" bersiap-siap lah lalu turun untuk sarapan, kita akan ke Bali " ucap darien sambil memakai jam tangan rolexnya
" mau ngapain?? "
" kau akan tahu nanti, bersiap-siaplah aku menunggu mu di bawah "
dengan panik cia mengambil koper kemudian berjalan ke arah walk in closet,
merasa heran dengan tingkah cia, darien pun mengikuti kemana cia pergi, " apa yang kau lakukan mi amor "
" katanya kita akan ke Bali, ya aku sedang mengemasi barang-barang " ucap cia dengan gesit memasukkan beberapa potong baju kedalam koper
darien terkekeh " tidak perlu, kita akan membelinya disana, jadi lebih baik sekarang kau mandi lalu bersiap-siap "
" kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi " dengan kesal cia memasukkan kembali baju-baju itu kedalam lemari
" letakkan itu cia, pelayan yang akan membereskannya " kemudian darien pergi begitu saja meninggalkan cia yang asik menggerutu menuju ruang makan
__ADS_1
" dasar seenaknya sendiri "