Possessive Ex-Boyfriend

Possessive Ex-Boyfriend
Ex chapter 6


__ADS_3

" Darieeeen!!! "


Teriakan cia terdengar begitu jelas di telinganya, karena saat ini ia sedang duduk bersandar di headboard, dengan sebuah laptop di pangkuannya


Darien terkekeh, Ia tahu jelas apa penyebab cia berteriak, setelah itu terdengar suara pintu dibuka dengan kasar


" Apa-apaan ini!!! kenapa baju tidurnya kekurangan bahan semua!! " Teriak cia sambil menenteng satu gaun tidur berwarna merah dengan belahan dada sangat rendah


Darien menyeringai " Kau sangat cocok memakai itu mi amor "


" Aku tidak akan pernah memakainya!! "


Blaaam


" ahhhha " tawa darien sambil sebelah tangannya memegang perut, merasa pegal karena cia selalu bisa membuatnya tertawa


" Awas saja aku akan menghabiskan uangmu untuk membeli baju tidur, kenapa juga koleksi baju tidurku tidak ada satupun yang ada disini, pasti darien sengaja melakukannya " sungut cia sambil tangannya bergerak kasar memilih baju tidur yang menurutnya sedikit tertutup, tapi nihil, tidak ada satupun baju yang bisa cia pakai


Pandangan cia tertuju pada salah satu kemeja hitam milik darien, dengan sigap ia memakainya " Ini lebih dari cukup " ucap cia sambil memutar-mutar tubuhnya di depan cermin full body, kemeja darien sangat cukup menutupi paha cia, jadi dia akan aman dari serangan darien


" Kerja bagus Michael, aku akan memberi mu bonus "


" Huh? Terimakasih tuan " walaupun sebenarnya Michael tidak mengerti apa maksud bosnya, tapi ia senang karena bulan depan gajinya akan bertambah


Tuut


Cia keluar dari walk in closet dengan memakai kemeja kebesaran milik darien


" Kau menggodaku sayang?? "


" Siapa yang menggoda mu!!! "


Nyatanya dengan cia memakai baju kebesaran milik darien, membuatnya semakin terlihat menggoda


Darien bangkit kemudian berjalan menuju cia


" Apa yang akan kau lakukan darien!! " cia panik karena darien terus mendekat kearahnya


Setelah sampai didepan cia, darien berbisik pelan di telinga cia " Tentu saja mandi, kau mau ikut?? "


" Tidak, aku sudah bersih!! "Tolak cia mentah-mentah


Sebelum kekamar mandi, darien mencuri satu kecupan dibibir mungil cia " Tunggu aku " kemudian darien hilang di balik pintu kamar mandi


" Menunggunya!!?? percaya diri sekali dia "


Cia berjalan ke arah kasur, kemudian mengambil satu bantal guling, bantal itu ia letakkan di tengah-tengah kasur sebagai pembatas


Karena merasa belum mengantuk, cia mengambil ponselnya yang berada di dalam tas, saat membukanya, terdapat pesan masuk dari Grace dan juga Ken, cia memilih membuka pesan Grace terlebih dahulu


Grace : Kau baik-baik saja cia

__ADS_1


Me : tenang Grace, aku bisa melindungi diriku sendiri💪


Tidak membutuhkan waktu lama, Grace sudah membalasnya


Grace : Jaga dirimu baik-baik


Me : siap👍


Kemudian beralih membuka pesan dari Ken


Ken bos ganteng : Apa kau sudah sampai rumah ?


Me : yaaa berkat dirimu aku bisa pulang tepat waktu 🌈


Ken bos ganteng : syukurlah kalau begitu, besok temani aku keluar mencari kado untuk ulang tahun temanku


Me : siap bos👍


Saking fokusnya membalas pesan dari Ken, cia Sampai tidak sadar kalau darien sudah berdiri di dihadapannya


" Ken bos ganteng?? Kau sudah semakin berani cia!! "


Cia terkejut, refleks ia meletakkan handphonenya ke atas perut, kemudian membalas tatapan tajam darien " Memang begitu kenyataannya " dengan berani cia membalas perkataan darien


" mulai besok kau sudah tidak perlu bekerja lagi!! "


" Jangan egois darien!! kau pikir hidup tidak perlu uang!! "


" Kau tinggal duduk manis dirumah dan gunakan uangku sesuka hatimu"


" Memangnya kita siapa darien?? "


Rahang darien mengeras tanda bahwa ia sudah benar-benar marah, tapi sebisa mungkin ia tahan


" Jangan mulai lagi cia "


" Jangan memaksaku untuk melakukan hal-hal yang tidak kusukai darien!! "


" Ciaaa " geram darien merasa cia selalu menguji emosinya


" Apa!!! "


Cuup


"Huph dari---en "


" Hentikan!! "


" Tidak!! "


Cuup

__ADS_1


" Huph haaah hah "


5 menit sudah berlalu tapi darien tidak kunjung berhenti menyesap bibirnya, ia merasa bibirnya terasa sedikit perih, ini pasti karena ulah darien yang menggigitnya tadi siang,


cia memukul-mukul dada darien pelan, merasa dirinya mulai kehabisan nafas


" Haaaah haaah " dan akhirnya pungutan kami terlepas " Kenapa kau suka sekali menciumku!! "


Darien terkekeh " Itu kesukaan ku cia " ucapnya sambil mengusap bibir cia yang terkena liur keduanya menggunakan ibu jari


" Ini sudah malam waktunya kau tidur "


" Kau tidak boleh melewati batas guling ini " ucap cia sambil menunjuk satu guling yang berada di tengah-tengah kasur, darien hanya melihatnya tanpa ada niatan membalas ucapan cia


" Aku anggap kau setuju " ucap cia sambil menyelimuti tubuhnya sampai batas leher


Cup " Selamat malam mi amor " satu kecupan dikening dari darien terasa seperti dongeng tidur bagi cia, begitu hangat dan menenangkan, tak lama kemudian ia benar-benar sudah jatuh ke alam bawah sadarnya


Sedangkan darien, ia terkekeh melihat cia yang dari dulu tidak bisa tidur larut malam, ia memutuskan untuk menyelesaikan beberapa pekerjannya, tapi sebelum itu, ia menyingkirkan bantal guling yang dijadikan cia sebagai pembatas " Kau pikir aku akan menurutimu "


Pukul 23.00 WIB


Darien baru saja menyelesaikan pekerjaannya, kemudian ia letakkan laptop itu ke atas nakas di samping tempat tidur, lalu berbaring menyamping menghadap cia, bukannya tidur, darien malah memandang lekat-lekat gadis yang sedang tertidur pulas meringkuk seperti janin, Merasa gemas, darien membawa cia kepelukannya, menjadikan lengannya sebagai bantal untuk cia, kemudian memeluk cia erat sesekali ia kecup puncak kepalanya


06.00 WIB


" Darieeen!!! "


sebuah teriakan di pagi hari berhasil membuat sang empu yang di panggil terbangun


" apa mi amor " ucap darien sambil mengeratkan pelukannya ditubuh cia dengan mata masih terpejam


" kau mengingkari janjimu!! " ucap cia sambil meronta-ronta dipelukan darien


" janji?? apa aku menjanjikan sesuatu mi amor?? aku rasa aku tidak mengucapkan apapun "


" kau sudah setuju tadi malam!! "


" setuju apa?? "


" lepaskan aku!! " cia masih mencoba melepaskan pelukan darien dari tubuhnya


cuup


" morning kiss " setelah mencuri satu ciuman dibibir cia, darien bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga bersiap-siap berangkat ke kantor


30 menit kemudian, darien keluar dari walk in closet dengan tubuh yang sudah dibalut setelan jas berwarna biru dongker yang melekat sempurna ditubuh atletisnya,


dan cia ia menyadari itu, ia sadar mantannya terlalu sempurna,


perpaduan antara rambut hitam legamnya dengan sepasang manik sebiru lautan, menjadi daya tarik yang membuat perempuan-perempuan diluar sana terpesona, sebenarnya cia juga tidak kalah dengan darien, cia memiliki rambut hitam legam sepunggung dengan sepasang manik cokelat keemasan, bulu mata lentik, bibir mungil berwarna pink alami, dan yang membuat cia semakin menarik yaitu sepasang lesung pipi yang membuat cia semakin terlihat manis

__ADS_1


" aku tahu aku tampan cia, kau tidak mau mandi?? apa perlu ku mandikan?? " tanya darien dengan menaik turunkan alisnya menggoda cia


" aku bisa sendiri!! " cia bangkit kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk memulai ritual paginya


__ADS_2