
" Darieeen " teriak seorang perempuan sambil berlari kearah kami, tidak, lebih tepatnya ke arah darien
Bruk, saking kerasnya tabrakan darien hampir saja terjungkal ke belakang
Cia mengamati perempuan yang sedang memeluk darien erat, setelah tau siapa yang sedang berada di pelukan darien, dengan gugup ia mencoba menyapa sesopan mungkin " Ha-halo Tante, sudah lama tidak bertemu "
" Eh? Ciaa! Astaga!! "
Sama seperti darien, cia juga hampir saja terjungkal kebelakang kalau saja tangan darien tidak cepat menangkap tubuhnya
" Ma jangan keras-keras, cia hampir saja terjatuh " dumel darien dengan tangan masih memeluk cia dari Belakang, menahan bobot kedua orang didepannya
" Maaf sayang mama terlalu excited bertemu dengan cia "
" Sekarang lepaskan cia "
Yang bisa cia lakukan hanyalah diam mengamati interaksi ibu dan anak itu, sementara tubuhnya terjepit diantara keduanya,
Akhirnya cia bisa bernafas lega setelah mamanya darien melepaskan pelukannya
Jika orang belum tahu pasti akan mengira kalau kedua orang tua darien adalah kakak kandung darien, dulu ketika ia baru pertama kali di bawa kerumah darien, ia juga sempat mengira begitu
Pasangan Mackenzie itu masih terlihat muda diusia kepala empat, Leon Mackenzie dan Sofia Mackenzie, mereka menikah waktu baru saja lulus SMA
Bukan dijodohkan, tetapi atas dasar saling mencintai, Itulah yang diceritakan mamanya darien dulu pada cia
" Apa kabar Tante " dengan senyum Canggung cia mencoba mengalihkan perdebatan ibu dan anak itu
" Kenapa memanggil Tante bukankah mama menyuruhmu memanggil mama seperti darien "
" Eh iya ma-mama " rasanya panggilan itu terasa sangat kaku dilidah cia, karena sudah lama ia tidak menyebut panggilan itu
" Ayo, di sana ada papanya darien "
Cia berjalan mengikuti mamanya darien dari belakang, sedangkan Darien, ia dengan tidak tahu malunya merangkul pinggangnya erat, cia sudah mencoba melepaskan rangkulan itu, tapi yaah jelas sekali kalau ia kalah dengan tenaga darien
Rasanya hari ini ia sedang tidak berulang tahun, tapi kenapa banyak sekali kejutan untuknya,
Bagaimana tidak, diantara ketiga orang yang sedang duduk itu, ada Medusa yang dengan santainya makan seolah tidak terjadi apapun
" Hai cia lama kita tidak bertemu " sapa papa darien sambil memeluk cia singkat
" Hai om " balas cia canggung
" Kenapa panggil om, panggil papa seperti dulu "
__ADS_1
" I-iya pa "
" Duduk sini "
Perintah mama darien, dengan patuh cia duduk di samping mamanya darien tepat berhadapan dengan Bianca, sedangkan Darien duduk disebelahnya
Cia melihat ke arah samping Bianca, "mungkin ayahnya Bianca" pikir cia
" Cia perkenalkan ini Jackson Smith, ayahnya Bianca, dia teman papa dari SMA "
" Apa dia kekasihnya darien? " tanya ayah Bianca to the point
" dia calon menantuku "
Cia tersedak ludahnya sendiri saat mendengar perkataan papanya darien, sontak cia menoleh kearah darien meminta penjelasan lewat tatapan mata
" Benar, kami akan segera menikah " cia semakin melototkan kedua manik cokelat keemasan nya saat mendengar penjelasan darien, " Ada apa dengan orang-orang disini!! " jerit batin cia
Cia hanya bisa tersenyum canggung menghadapi kenyataan yang seolah-olah mengkhianatinya, " Senang bertemu dengan anda Mr Smith nama saya Alecia "
" Ooh aku kira kau masih menjalin hubungan dengan anakku darien "
Cia merasa ia sengaja di abaikan oleh ayahnya bianca dan apa katanya tadi?! menjalin hubungan dengan Bianca?? Darien??
Darien tidak pernah mengatakan ia pernah menjalin hubungan dengan Bianca, pikiran cia mulai dipenuhi hal-hal negatif, dan yang semakin menguatkan pikiran negatifnya adalah malam kejadian prom night dimana semua itu seakan menjadi bukti bahwa darien dan Bianca benar-benar pernah menjalin sebuah hubungan, dan apa arti keberadaanya selama ini??
ia bisa melihat dengan jelas Bianca sedang tersenyum smirk kearahnya, seakan mengatakan bahwa ia tidak tahu apapun tentang darien
" Itukan masalalu sekarang cia yang akan menjadi menantuku "
Perkataan papa darien seakan membenarkan bahwa mereka benar-benar pernah menjalin hubungan
Merasa tak kuat lagi, cia izin pergi ke kamar kecil, menghiraukan panggilan darien, ia dengan cepat masuk kedalam villa
***
Cia jadi merasa menyesal sendiri karena tidak bertanya dulu dimana letak kamar kecilnya,
Saat sedang kebingungan, tanpa sengaja cia melihat ada seorang pelayan yang sedang berjalan entah kemana
" Permisi "
" Iya, ada apa? "
" Saya sedang mencari letak kamar kecil, dimana ya? "
__ADS_1
" Ooh non tamunya nyonya ya "
" I-iya "
" Di samping dapur non, mau bibi antar? "
" Terimakasih bi "
Setelah sampai, cia dengan cepat masuk kedalam toilet lalu mulai merenungkan semua hal yang telah terjadi padanya, ia benar-benar dibuat bingung sekarang, cia pikir ia adalah cinta pertama darien, tapi Kenyataannya, sebelum itu darien pernah menjalin sebuah hubungan dengan teman masa kecilnya, yang pasti dia lebih tahu tentang seluk-beluk darien daripada dirinya yang baru saja menjalin hubungan selama 3 tahun
Cia pikir kejadian prom night itu benar-benar hanya kesalahan semata, tapi setelah mengetahui mereka berdua pernah menjalin sebuah hubungan, cia jadi meragukan semua itu, tanpa bisa ia tahan air matanya menetes kembali, ia nyalakan air wastafel berusaha menyamarkan suara tangisnya
Cia bertanya-tanya, apa alasan darien tidak pernah menceritakan ini kepadanya, apa dia tidak ingin cia tahu bahwa dirinya hanyalah pelampiasan nya saja
Cia tidak bisa berpikir positif sekarang, yang bisa dia lakukan hanyalah menangis, menangis untuk mengurangi sedikit rasa sesak di hatinya
***
Darien sudah berulang kali memanggil cia, tapi cia abaikan, dengan gelisah darien pamit untuk menyusul cia
" Pa "
Seakan paham kemauan anaknya, Leon mengangguk mengiyakan
Dengan cepat darien bangkit kemudian berjalan masuk mencari keberadaan cia
Darien menduga bahwa cia berada di kamar kecil samping dapur, kamar kecil khusus tamu, dan benar saja, karena pintu terkunci dari dalam tanda ada orang didalamnya
" Anda mencari sesuatu tuan? " tanya seorang pelayan yang melihat tuannya seperti sedang mencoba membuka pintu kamar kecil
" Bawakan kunci cadangan "
" Baik tuan "
Tak lama pelayan itu datang membawa kunci cadangan sesuai permintaan tuannya,
tanpa basa-basi darien mengambil kunci itu,
setelah terbuka, darien menyuruh pelayan itu pergi, yang pertama kali darien dengar saat membuka pintu adalah suara air yang mengalir
Darien semakin masuk kedalam, samar-samar ia bisa mendengar suara isakan tangis
Langkah darien terhenti saat ia melihat seorang gadis yang sedang duduk berjongkok menenggelamkan kepalanya di atas lutut
kemudian darien ikut berjongkok dihadapan gadis itu, yang belum menyadari kehadirannya
__ADS_1
" Mi amor "