
" cia bangun "
" Cia "
Darien mencoba membangunkan cia yang tertidur di pangkuannya
"Kau harus sikat gigi, nanti gigimu berlubang"
" Eeeuuh " cia menggeliat merasa terganggu dengan suara darien " Aku bukan anak kecil "
Sahutnya lirih
" Oke sekarang bangun, aku ada urusan sebentar diluar "
" Kemana?? "
" Mau ikut? "
" Mauuu "
" Oke, ayo siap-siap "
***
" apa yang kau pakai " Geram darien
" Tentu saja baju, lucu kan?? " jawab cia sambil memutar-mutar tubuhnya
" Tidak "
" Ini lucu darien, lihatlah baik-baik "
" Ganti bajumu, atau kita tidak jadi pergi "
" Kenapa?? "
" Itu terlalu terbuka untukmu sayang "
cia mengamati dress hitam yang sedang ia pakai, menurutnya ini tidak terlalu terbuka, panjang dressnya saja sampai tulang kering, tapi ada belahan disamping setinggi setengah pahanya
( abaikan mukanya>.< )
" Ini tertutup darien, gadis-gadis diluar sana sudah biasa memakai pakaian seperti ini,aku juga mau mencobanya "
" Ganti bajunya atau kita tidak jadi pergi, jangan membantahku lagi "
" Kalau aku tidak boleh memakainya kenapa baju ini ada dilemariku " Gerutu cia sambil berjalan kearah walk in closet, menuruti perintah darien untuk mengganti bajunya
Setelah cia masuk kembali, darien mengambil telponnya kemudian menelpon seseorang
" Michael gaji bulan depan aku potong 10% "
" Tapi--tapi kenapa tuan?? " michael di buat kebingungan, ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun
Tut
" Tu-- tuan "
" Aaaah!! sebenarnya apa yang telah ku lakukan " teriak Michael frustasi
Tak lama cia keluar dengan gaun yang berbeda dengan yang tadi, sekarang ia memakai gaun semi formal berwarna merah dengan panjang sampai tulang kering, hampir sama dengan yang tadi, bedanya tidak ada belahan lagi disamping
( seperti biasa abaikan muka>.< )
Darien mengamati gaun yang dikenakan cia, Kemudian mendekat lalu menyentuh leher jenjang cia, darien yakin ia meninggalkan jejak-jejak nya disana
" Kau menutupinya? "
__ADS_1
" Apanya? "
" Tanda milikku "
" Ooh tentu saja "
Darien menatap lama wajah cia
" Kenapa kau melihatku terus, apa ada yang salah dengan wajahku?? "
Tanya cia sambil meraba-raba wajahnya dengan tangan mencari sesuatu
" Tidak... kau selalu cantik cia "
Blussh cia merasa pipinya sedang memerah sekarang
" Ak-aku memang selalu begitu "
Darien terkekeh " Baiklah ayo pergi, kita akan terlambat " ia genggam tangan cia lembut kemudian menariknya pelan untuk mengikutinya
cia mengamati darien dari belakang, Punggung yang tegap, sepasang bahu yang lebar dan tangan kokoh yang sedang menggenggam lembut tangannya
Semua Yang ada pada diri darien terasa begitu sempurna, seakan tuhan menciptakannya tanpa kekurangan sedikit pun
Sedangkan dirinya, ia hanya seorang gadis yatim piatu yang kebetulan menarik perhatian seorang darien
Apakah ia harus bersyukur tentang itu?, ia merasa setiap moment yang sudah mereka habiskan bersama terasa seperti mimpi baginya
Apakah kita benar-benar ditakdirkan untuk bersama?
" Kau melamun apa mi amor? "
" Eh? mm bukan apa-apa "
" Naiklah " ucap darien sambil membukakan pintu mobil untuk cia
" Terimakasih "
***
karena rasa penasarannya tinggi, akhirnya cia bertanya kepada darien
" Kita mau kemana? "
" Makan malam dengan salah satu klienku "
" Apakah tidak apa-apa kalau aku ikut? "
" Lebih baik kalau kau ikut "
" Maksudnya?? "
" Kau akan tahu nanti "
Setelahnya hanya keheningan yang menyelimuti perjalanan kami
Hingga akhirnya mobil darien berhenti tepat di depan sebuah restoran yang ia yakini harga satu gelas teh saja bisa mencapai ratusan ribu,
cia turun saat melihat darien turun,
Kami berjalan bersama menuju pintu masuk dengan tangan darien yang setia merangkul pinggang cia posesif
" Selamat datang tuan, nona Bianca sudah menunggu anda "
Entah kenapa nama Bianca terasa tidak asing untuknya, tunggu... benar! Bianca!,
Amarah langsung merasuki cia, ia menatap tajam darien " Apa maksudmu mempertemukan ku dengan selingkuhanmu!!" marah cia sambil mencoba melepaskan rangkulan darien di pinggangnya,
Bukannya terlepas, rangkulan itu malah semakin kuat melingkar di pinggangnya
" perusahaan ayahnya bekerja sama dengan perusahaan ku, makanya aku mengajakmu kemari, agar kau tidak salah paham "
__ADS_1
Salah paham katanya?? Kalian pernah melakukan se* di depan mataku!!!
" lepaskan aku! " cia tidak menyangka darien masih berhubungan dengan bianca, teman masa kecil darien, dan juga orang yang sama yang sudah dengan tidak tahu malunya tidur dengan kekasih orang lain
" Hey dengarkan aku " ucap darien sambil menangkup wajah mungil cia dengan kedua tangannya, mencoba membuat cia menatap kearah matanya
" Ini hanya kerja sama biasa antara perusahaan ku dengan perusahaannya tidak lebih, percayalah padaku oke "
cia hanya menatap darien, pikirannya sedang kacau sekarang, tidak ada yang bisa ia pikirkan, semuanya terasa abu-abu
" ayo " sebenarnya darien juga tidak mau bertemu dengan wanita yang sudah berhasil memisahkan ia dengan cia, tapi ayahnya adalah teman seperjuangan papa waktu papa masih merintis perusahaan dari nol maka mau tidak mau ia harus bertemu dengan wanita yang sebenarnya ingin ia lenyapkan dari dunia ini
langkah cia terasa begitu berat, apalagi saat manik cokelat keemasan miliknya bertemu dengan sepasang manik kecoklatan milik wanita berambut pirang yang terasa begitu menyesakkan saat melihatnya
" lama kita tidak bertemu darien dan siapa di sampingmu ini " sapanya saat kami sudah berada di depannya, dan apa katanya tadi? aku siapa??!! muak, itulah yang cia rasakan saat melihat aktingnya yang palsu sekali
" perkenalkan nama saya Alecia, saya KEKASIH Darien Mackenzie " ucap cia sambil tersenyum semanis mungkin, sepertinya kata-kata kekasih sangat berpengaruh padanya, buktinya terlihat jelas sekali kalau dia sedang menahan amarah
" ooh aku ingat! senang bertemu denganmu lagi cia "
jika ada penghargaan manusia paling tidak tahu malu, maka penghargaan itu akan cia berikan kepada seorang Bianca
" hentikan omong kosong mu itu Bianca, katakan saja kerja sama apa yang kau tawarkan kepada perusahaan ku "
berakhir lah cia sebagai nyamuk di antara mereka berdua, jadi sebenarnya gunanya ia ada disini itu apa??
mendengar pembicaraan serius antara Bianca dan darien membuatnya tersadar, level mereka jauh di atasnya yang hanya seorang sekretaris
sama-sama berasal dari keluarga terpandang, sama-sama berasal dari keluarga yang berkuasa, bukankah akan cocok jika mereka memutuskan untuk bersama
tunggu...apa yang sedang kau pikirkan cia, kau baru saja membandingkan dirimu sendiri dengan wanita yang bahkan tidak bisa menjaga kehormatannya sendiri
tapi...apakah menjaga kehormatan masih penting zaman sekarang??
tentu saja penting!!
kau harus segera mengenyahkan pikiran tidak sehat mu itu cia
cia menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba mengusir hal-hal aneh yang tiba-tiba merasuki otaknya
" kau baik-baik saja sayang? "
ternyata ia tidak sepenuhnya diabaikan oleh darien
" ya aku baik-baik saja, aku akan ke toilet sebentar " izinnya kemudian pergi meninggalkan sepasang manusia yang kembali sibuk dengan pembahasan yang sedikit cia mengerti itu
***
cia menatap penampilannya dari depan cermin wastafel di dalam toilet khusus perempuan
" hhm aku merasa lebih cantik dari Bianca " ucap cia menilai dirinya sendiri, "yaah walaupun aku tidak memakai barang-barang mahal tapi aku yakin laki-laki akan lebih tertarik kepadaku dari pada Bianca" cia semakin narsis dengan dirinya sendiri, bahkan beberapa kali ia berpose seolah-olah ia adalah seorang model yang sedang melakukan photoshoot, sampai satu suara menghentikannya
" apa yang kau lakukan " ternyata Bianca menyusulnya ke toilet
" yaaa aku hanya sedang mengagumi diriku sendiri yang lebih cantik daripada kau "
" apa kau bilang!!! " bianca tersenyum licik
" yaah setidaknya aku pernah tidur dengan seorang Darien Mackenzie, kau kalah dariku yang tidak terlalu cantik ini cia "
tangan cia terkepal kuat mencoba menahan rasa ingin menghajar perempuan gila didepannya, tapi cia sadar perempuan didepannya tidak akan mempan kalau hanya di beri sebuah pukulan mereka butuh sesuatu yang lebih kuat dari pada sebuah pukulan
cia terkekeh
" yaah bagaimana yaa aku ini barang yang langka, coba kau bayangkan aku lebih cantik daripada kau, aku juga masih tersegel rapat dan darien juga tergila-gila kepadaku, bukankah aku sangat langka?? "
berhasil!, cia tersenyum bangga saat melihat wajah Bianca memerah, entah karena malu karena ucapannya benar, apa karena marah mendengar ucapannya yang memang benar
hhha rasakan itu " kalau begitu saya permisi dulu, pasti kekasih saya sedang khawatir karena kekasih tercintanya tidak kembali-kembali dari toilet "
" aleciaa!! lihat apa yang akan kulakukan padamu!! " bianca tersenyum licik " kau pasti akan merasa menyesal karena telah membuatku marah "
__ADS_1