
haiiii>.<
cookie update nya kalo lagi mood, tapi setiap hari update?
berarti kemarin-kemarin cookie lagi mood terus,maklum lagi semangat-semangatnya okee cukup
selamat membaca>.< oh iya like kalian penyemangatku(**)
Cia sedang berdiri didepan cermin wastafel
ia mulai melepas kemejanya, baru saja 3 kancing atas yang cia buka ia melihat satu bercak merah di tengah-tengah dadanya
" DARIEEEEEN!!!!! "
Cia yakin tidak hanya satu ulah darien, tangannya dengan sigap melepas semua kancing kemeja darien, dan benar saja bercak-bercak merah itu hampir memenuhi dada kanan dan kiri cia, merasa tidak terima cia segera memakai bathrobe yang ada dikamar mandi kemudian keluar dengan sedikit menendang pintu
BRAK
" DARIEEN!!! "
" Ada apa sayang?? Kau perlu bantuan??" ucapnya santai sambil duduk di sofa kamar dengan sebuah laptop di pangkuannya, berpura-pura tidak terjadi apapun
" Apa yang telah kau lakukan padaku hah!! "
" Kau pasti tahu apa yang telah kulakukan "
" Kenapa???!!! "
" Kenapa??? Kau aneh sayang, tentu saja karena aku ingin "
" aaaah!!! " Teriak cia merasa frustasi
" Baiklah, aku akan pindah!! Aku tidak mau tinggal disini lagi!! "
Darien bangkit kemudian mulai berjalan ke arah cia, " Aku sudah menjual apartemen mu sayang"
" Menjual!!!! apartemen itu aku yang membelinya, siapa kau seenaknya sendiri menjual apartemen orang lain!!! "
" Aku?? Tentu saja aku orang yang mampu melakukan semua itu "
" Darieeen!!! "
" Kenapa sayang?? " ucap darien santai sambil memeluk pinggang cia erat dengan dagu bersandar nyaman pada bahu kanan cia
" Jangan membuatku emosiku "
" Entahlah "
Cia mencoba menenangkan diri, bicara dengan darien memang selalu menguji kesabarannya, Cia baru ingat kalau dia punya black card milik darien " Aku tinggal membeli lagi kan, kartu mu ada ditangaku darien " Ucap cia berbangga diri
__ADS_1
" Coba saja kalau kau bisa, kau lupa siapa aku?? " ucap darien dengan menciumi bahu telanjang cia,
Harapan cia langsung terhempas kedasar jurang, Ia lupa seberapa berkuasanya darien
" Aaah kau menyebalkan!! " Sewot cia dengan sengaja menggoyang menggoyangkan tubuhnya agar darien berhenti menciumi bahunya
" Baiklah perdebatan selesai waktunya kau mandi, aku tunggu di bawah kita akan sarapan bersama "
Cup, satu kecupan di kening darien berikan kepada cia, setelah itu ia keluar dari kamar
" Hiiih ", dengan kesal cia kembali masuk ke dalam kamar mandi
30 menit kemudian, Cia sudah siap, ia memakai dress lengan panjang berwarna baby pink yang panjangnya sampai betis, Kemudian ia mengikat rambutnya menjadi satu menyerupai ekor kuda, Setelah dirasa semuanya sudah siap ia turun ke bawah
Saat sampai di ruang makan ia melihat ada 2 orang pelayan yang sedang sibuk menyajikan menu sarapan ke atas meja,
" Duduk di sampingku, Kau mau makan apa mi amor?? "
" Mmm aku bisa mengambil sendiri "
" Tidak sayang, Kau kemari, ambilkan pancake itu "
" Baik tuan "
Selama sarapan hanya keheningan yang menghiasi kami
" Terserah kau "
" Ayo "
Darien menggandeng tangan cia lembut, kemudian menariknya pelan untuk mengikuti nya.
Kami berdua sedang berjalan ke arah garasi mobil mansion darien, Saat sampai, jajaran mobil sport keluaran terbaru langsung menyambut kedatangan cia, Walaupun sudah tahu kalau darien suka mengoleksi mobil, tetap saja ia masih dibuat terkejut, cia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan tidak habis pikir
Kami berhenti di samping mobil Lamborghini Veneno Roadster berwarna merah, mobil buatan Lamborghini termahal saat ini, Harganya sekitar Rp 74.6 miliar dan hanya diproduksi sebanyak 9 unit diseluruh dunia,
Mobil ini dilengkapi mesin V12 berkapasitas 6,5 liter dengan kekuatan 750 hp dan diklaim memiliki akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 2,9 detik.
" Darien kau terlalu buang-buang uang " Cia mulai jengah dengan kekayaan yang dimiliki mantan kekasihnya
Darien terkekeh, " Ini investasi masa depan sayang "
***
Wijaya corp
Mobil berhenti tepat di depan gedung perusahaan tempat cia bekerja, cia turun terlebih dahulu kemudian disusul darien,
Semua mata langsung tertuju ke arah kami, atau lebih tepatnya ke arah mobil yang ada di sampingnya, Yaa cia juga merasa mobil ini terlalu berlebihan kalau hanya sebatas untuk ke kantor
__ADS_1
Cup " Aku akan menjemputmu nanti "
" Darien kau!! Jangan lakukan itu lagi!! " ucap cia kesal karena darien dengan entengnya mencium bibirnya di hadapan semua orang
" Mau taruh dimana wajahku, ini aaah aku benar-benar kesaaal! "Jerit batin cia, dengan tergesa-gesa ia berjalan ke arah pintu perusahaan meninggalkan darien begitu saja.
Darien terkekeh pelan, Kekasihnya benar-benar menggemaskan, ia masuk kembali kedalam mobil, tapi sebelum itu, ia menelpon sekretaris pribadinya terlebih dahulu
" jual apartemen cia "
" Baik tuan " sahut suara di seberang sana
Tuut
Sebenarnya darien belum benar-benar menjual apartemen cia, tapi karena cia berniat untuk kabur maka darien akan benar-benar menjual apartemen kekasihnya
Darien menyeringai, " Kau tidak akan bisa kemana-mana sayang ", Kemudian ia pergi meninggalkan perusahaan tempat kekasihnya bekerja, ia akan membiarkan kekasihnya bermain-main sebelum ia kurung untuk dirinya sendiri
" Ciaaa!! Pagiii!! "
Suara teriakan yang terdengar tidak asing ditelinga cia membuatnya menoleh ke arah belakang
Bruuuk
" Awww Grace pelan-pelan!! kau sukanya main fisik yaaa "
Grace menghiraukan Omelan cia " Bagaimana semalam?? "
" Bagaimana apanya!!! "
" Hiih cia kau jangan berpura-pura polos yaaa, kau pasti tahu apa maksudku, jadi bagaimana semalam?? " tanya Grace lagi dengan wajah berbinar-binar
" maaf mengecewakan mu grace, tapi tidak terjadi apa-apa semalam " ucap cia dengan wajah yang di buat semenyesal mungkin, tapi nyatanya terjadi sesuatu semalam, untung darien tahu tempat jadi ia tidak perlu memakai baju berkerah tinggi, wajah berbinar-binar Grace langsung hilang digantikan dengan wajah datar
" kau menghancurkan ekspektasi ku\=_\= "
cia menatap Grace tajam, " yaah sayang sekali bukan\=_\= "
" bye\=_\= "
cia pergi meninggalkan Grace menuju lift eksklusif para petinggi perusahaan, begitu sampai di ruangannya, cia bersiap-siap mempersiapkan semuanya mulai dari jadwal ken hingga berkas-berkas yang harus dikerjakannya hari ini
kalo mau tanya dimana sang bos, bos kan bebas yaa jadi biasanya dateng siangan
entah kenapa tiba-tiba cia teringat dengan Darien, laki-laki yang pernah mengisi kekosongan hatinya selama 3 tahun atau sebenarnya sampai sekarang?
cia kehilangan orang tuanya sejak ia masih kecil, ia hidup dengan paman bibinya dari pihak ibu, tapi seiring berjalannya waktu, cia merasa sudah terlalu merepotkan paman bibinya, karena itu ia memutuskan untuk hidup mandiri, walaupun sebenarnya, paman dan bibinya sama sekali tidak keberatan dengan kehadirannya, tapi ia sadar, membesarkan seorang anak membutuhkan biaya yang tidak murah, apalagi paman dan bibinya mempunyai 2 orang anak, maka dari itu cia memutuskan untuk keluar dari rumah paman dan bibinya
saat itu ia menempati rumah peninggalan kedua orangtuanya, cia bukan berasal dari kalangan atas, dia hanya seorang anak dari keluarga biasa saja, tapi itu tidak membuatnya menyesal telah hidup didunia ini, karena cia masih ingat betapa besarnya kasih sayang kedua orangtuanya dulu kepada cia kecil
__ADS_1