
Hollaaaa(≧▽≦)
Cookie dataaang~
Cuma mau ngasih tau cookie sayang banget kalian semua。◕‿◕。
Cieeeh
Byeee~~
" Kenapa lama sekali, apa terjadi sesuatu? "
" Nothing(✿^‿^) apakah masih lama? "
" Tinggal tanda tangan saja "
" Oooh "
***
" Kau harus mandi sayang "
" Aku tahu, aku hanya ingin berbaring sebentar " cia menatap langit-langit kamar darien yang di dominasi warna hitam, gelap dan kosong, kamar darien terlalu kaku untuknya " Darien kamarmu terlalu gelap " ucapnya sambil menoleh kearah darien yang terlihat sedang sibuk melepas kancing kemejanya,
Entah inisiatif darimana, tubuhnya bergerak sendiri menghampiri darien kemudian menggantikan tangan darien melepas kancing kemejanya,
" Kau bisa mengubahnya kalau kau mau, lakukan sesukamu "
Cup, Ciuman di kening dari darien terasa lebih menyenangkan daripada di bibir, terlihat sederhana tapi punya makna mendalam,
" Selesai "
" Terimakasih "
Setelah melihat darien masuk ke dalam kamar mandi, cia kembali berbaring ke atas kasur kemudian menatap kembali langit-langit kamar yang gelap itu
Ddrt ddrt, tanpa melihat siapa yang menelpon, cia langsung mengangkatnya
" Halo "
" Halo cia, apa kau baik-baik saja? "
cia menatap ke arah layar ponselnya, ternyata Ken yang menelpon
" Ya, aku baik-baik saja "
" Tidak, kau tidak baik-baik saja cia, baru pertama kali kau izin setengah hari karena sakit, apa sakitmu parah?? "
" jadi itu alasan yang digunakan darien,
Maaf Ken aku membohongi mu lagi " ucap batin cia
" Aku hanya merasa sedikit pusing,
Besok aku bisa kembali bekerja tenang saja Ken "
" Tidak cia, besok tidak usah berangkat bekerja aku mengizinkan mu untuk istirahat dirumah, apa aku boleh menjengukmu?? "
__ADS_1
Ceklek, suara pintu yang terbuka membuat cia menoleh ke asal suara, ternyata darien sudah selesai membersihkan diri, dan lebih parahnya lagi, dia keluar hanya dengan memakai handuk dipinggangnya,
" Cia?? " suara Ken membuat cia tersadar, kemudian ia mengalihkan perhatiannya dari darien
" mmm tidak perlu menjengukku, aku baik-baik saja Ken "
Tanpa cia sadari, darien sudah duduk dibelakang cia kemudian memeluk perut cia erat,
Cia tersentak dan refleks menoleh ke arah
belakang saat sepasang tangan tiba-tiba melingkar di perutnya, tak sampai disitu, kini bibir darien mulai menjelajah di area tengkuk belakangnya, membuat cia merasa geli
" Hentikan darien " bisik cia lirih
" Baiklah istirahatlah, besok kau tidak perlu berangkat bekerja "
" Aaah " cia refleks membungkam mulutnya sendiri dengan tangan saat darien menggigit lehernya
" Ada apa cia, apa perlu aku ke rumahmu? " Tanya Ken panik saat mendengar suara jeritan cia
" Tidak, tidak ada apa-apa Ken, aku baik-baik saja, tadi ada kecoa yang lewat didepanku makanya aku teriak "
Merasa di abaikan, darien menggigit sekali lagi leher cia
" Hentikan darien " ucap cia lirih sambil menutup mulut nakal darien dengan tangan karena terus menggigitnya
" Baiklah, istirahat lah cia selamat malam "
" Selamat malam juga Ken "
Cia meletakkan kembali ponselnya ke atas kasur saat panggilan dari ken sudah berakhir, kemudian ia menoleh ke arah samping, disana ada darien yang masih setia memeluk perutnya dari belakang dengan dagu yang bersandar pada bahunya, sedangkan mulutnya yang ia tutup dengan tangan, mulai bergerak menciumi telapak tangannya, membuat cia merasa geli
" Geli darien " ucap cia sambil menjauhkan tangannya dari bibir darien
" Aku tidak suka kau menyebut nama laki-laki lain selain aku "
Cia mulai jengah dengan sifat posesif darien,"dia bosku darien "
" Aku tidak suka " kekeh darien sambil menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher cia
" Baiklah-baiklah " lebih baik cia mengalah saja daripada bayi besar yang sedang menempel padanya marah, " Sekarang lepaskan aku, aku harus mandi oke "
" Tidak " darien semakin mengeratkan pelukannya pada perut cia
" Kan tadi kau yang menyuruhku mandi "
" Tidak boleh "
Cia mencoba bersabar menghadapi darien yang sedang berubah menjadi bayi besar
" Jadi sekarang apa yang harus kulakukan "
Darien langsung tersenyum senang saat cia mulai peka dengan kemauan nya
" Buat aku tidur "
" Apa??? "
__ADS_1
" Buat aku tidur mi amor "
Oke, cia akan mencoba menuruti kata-kata bayi besarnya, " Baiklah tapi kau harus memakai bajumu dulu "
" Tidak mau! "
" Tapi... masa kau mau tidur dengan handuk dipinggangmu darien "
Mengerti dengan maksud cia, darien segera melepas handuk yang membungkus pinggangnya
" Dariieeen!!! Apa yang kau lakukan!! " teriak cia sambil menutup kedua manik cokelat keemasan nya dengan tangan
" Tentu saja melepas handuk, bukannya tadi kau yang menyuruhku melepas handuk kalau mau tidur "
Cia gelagapan dibuatnya, " I-iya maksudku kau bisa melepas handukmu di dalam kamar mandi, bukannya disini " ucap cia masih setia menutup kedua matanya
Darien mulai paham arah pikiran cia, " Kau berpikiran mesum sayang?? "
" Ti-tidak, kenapa kau berpikir begitu "
Darien terkekeh pelan merasa gemas dengan tingkah cia " Buka matamu " ucap darien sambil mencoba menyingkirkan kedua tangan cia yang menutupi matanya
" Tidak mau!! "
" Buka cia "
" Tidak mau darien!! "
" Darieeen!!! " teriak cia saat tangan darien berhasil menyingkirkan kedua tangannya
" Lihat, aku sudah memakai celana cia "
Cia langsung membuka kedua matanya saat darien bilang Sudah memakai celana
" Kau berpikiran mesum kan "
" Ten-tu saja ti-tidak "
Darien tahu cia sedang berbohong, buktinya kedua pipi Cubi cia sedang memerah sekarang, tidak ingin membuat cia kesal lagi, darien segera mengambil posisi berbaring kesamping menghadap cia
" Ayo cia buat aku tidur "
Dengan patuh cia mulai mengambil posisi berbaring menghadap darien
Saat cia sudah ada didepannya darien dengan sigap menelusupkan kepalanya di dada empuk cia " Usap kepalaku "
Cia mulai mengusap lembut rambut hitam legam darien, sesekali ia kecup puncak kepalanya
Inilah yang darien sukai dari sosok cia, cia selalu bersikap lembut kepadanya, cia tidak pernah memandang nya sebagai orang dari kalangan berada, cia menerima ia apa adanya tanpa mengharap apapun dari dirinya dan kenyataan yang paling indah ialah darien benar-benar merasa beruntung karena dicintai oleh sosok seperti cia, bukan hanya cia saja, ia juga benar-benar jatuh cinta pada sosok perempuan bernama Alecia yang sedang memeluk dan mengusap rambutnya sayang
merasa nyaman, lama kelamaan sepasang manik biru itu mulai tertutup kemudian digantikan dengan alam bawah sadarnya
sudah 15 menit cia mengusap lembut rambut hitam darien, ia juga harus segera mandi sebelum kemalaman, cia menoleh ke bawah, memastikan darien sudah tertidur atau belum
ternyata sepasang manik biru itu sudah terpejam dengan hembusan nafas yang teratur, menandakan bahwa pemilik manik biru itu benar-benar sudah tertidur, dengan pelan dan penuh kehati-hatian cia mencoba melepaskan pelukan darien dari dirinya untuk di gantikan dengan bantal guling di sampingnya
setelah berhasil, cia sedikit meregangkan tubuhnya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri
__ADS_1