Possessive Ex-Boyfriend

Possessive Ex-Boyfriend
Ex chapter 44


__ADS_3

" apa tidak papa kita pergi?...pestanya kan belum selesai " tanya cia saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kamar darien untuk beristirahat, ia merasa tidak enak karena mereka sebagai pemeran utama pestanya malah pergi sebelum pestanya berakhir, tapi jujur saja ia sudah merasa sangat lelah sekali, dari pagi ia harus menahan bobot gaun yang beratnya tidak ringan itu, ia juga ingin segera melepas sanggulan rambutnya, memang benar ya, beauty is pain.


" tidak papa, aku sudah izin sama mama papa "


mendengar perkataan darien, membuat cia bisa sedikit bernafas lega, sekarang ia sudah tidak terlalu khawatir tentang pestanya, tapi... ia dibuat khawatir tentang dirinya sendiri, bagaimana tidak... tepat di depan sana, berjejer puluhan anak tangga yang sudah siap ia pijaki, membayangkan bagaimana lelahnya menaiki satu persatu anak tangga itu, membuat cia langsung mengurungkan niatnya untuk naik menggunakan anak tangga, " darien, kita naik lift saja ya "


" no sayang, ini saat-saat yang aku tunggu sedari tadi "


" apa maksud... darieeen!!! " cia dibuat berteriak karena ulah darien yang tiba-tiba saja menggendongnya ala bridal style, dengan sigap ia lingkarkan kedua tangannya ke leher laki-laki itu, " kau selalu mengagetkan ku " dumelnya sembari menyandarkan kepalanya kedada bidang yang selalu berhasil membuatnya merasa nyaman,


sedangkan darien, ia hanya bisa terkekeh saat dirinya tanpa sengaja mengagetkan gadis yang sedang bersandar dengan nyamannya di depan dada bidangnya itu, satu persatu anak tangga ia naiki dengan mudah tanpa merasa ada beban sama sekali, baginya ia seperti sedang menggendong seorang anak berusia tujuh tahun, memikirkan tentang anak, membuat darien semakin tidak sabar untuk segera mempunyai bayi dengan cianya, " apakah ia harus membuatnya sekarang? " ucap batinnya, merasa setuju dengan pemikirannya sendiri, dengan sigap darien langsung mempercepat langkah kakinya,


" darien, kenapa kau buru-buru sekali "


***


kamar darien


" aaah darieen..kau kenapa sih " protes cia saat darien tiba-tiba saja membanting tubuhnya ke atas kasur kemudian menindihnya dengan tubuh besarnya, ketika kedua manik cokelat keemasannya bertemu dengan kedua manik sebiru lautan itu, yang bisa cia lihat hanyalah kedua manik biru itu sedang memancarkan pancaran aneh, seperti bukan pancaran yang biasanya ia lihat, merasa bukan firasat baik, dengan sigap cia dorong tubuh kekar itu agar menyingkir dari atas tubuhnya, entah karena darien lengah atau dirinya yang bertambah kuat, tubuh besar itu bisa ia singkirkan dengan mudah,


" darien tenanglah...kau menakutiku " cicit cia lirih sembari menelusupkan kedua tangannya ke rahang tegas yang di dominasi bulu-bulu halus itu, kemudian ia elus dengan lembut menggunakan ibu jarinya, ia sedang mencoba menenangkan darien dan sepertinya usahanya berhasil, terlihat dari pancaran maniknya yang sudah seperti sedia kala, " kemarilah " ucapnya sambil membawa tubuh besar itu masuk kedalam pelukannya,

__ADS_1


tersadar dari kecerobohannya, membuat darien semakin erat memeluk tubuh mungil yang sedang menepuk-nepuk dengan lembut punggungnya itu, ia sedikit menyesal dengan tindakannya yang ceroboh, ingat...hanya sedikit, karena selanjutnya ia dengan rakusnya ******* bibir Semerah ceri yang sedari tadi selalu membuatnya gagal fokus, dengan mudah ia juga menindih lagi tubuh mungil itu tanpa melepaskan pungutannya, mendapat balasan dari cianya, membuat darien semakin bersemangat mengeksplor isi mulut istrinya itu,


" eemh... eemh " sudah berulang kali cia menepuk kasar pemilik bahu diatasnya agar segera melepaskan pungutannya, tapi nyatanya nihil, bahkan laki-laki itu masih saja mengajak lidahnya bertarung, padahal dirinya sudah dibuat ngos-ngosan seperti ini, tapi laki-laki itu malah dengan santainya menyiksa dirinya tanpa memberikannya jeda sama sekali, merasa sudah tidak kuat lagi, cia cubit perut sixpack itu dengan kasar, ia berharap cubitannya akan meninggalkan bekas kebiruan,


" aww sayang...kenapa kau suka sekali mencubitku " keluh darien sambil menggosok-gosok bekas cubitan dari cianya, padahal dirinya masih memakai jas yang bahannya jelas berbeda dengan baju biasa, tapi cubitan cia masih saja bisa tembus ke perutnya, mulai sekarang jika ia ingin mel*h*p bibir itu lagi, ia akan pastikan ia sudah mengunci kedua tangan nakal istrinya itu,


bukannya padam setelah mendapat cubitan kasar dari istrinya, gairahnya malah semakin bertambah besar, sekarang ia sudah tidak kuat lagi untuk menahan semuanya, sudah sejak lama ia menahan keinginannya, ia tahu kalau istrinya itu menganut prinsip menolak s*x sebelum menikah, karenanya ia selalu berakhir dengan mandi air dingin, tapi kali ini tidak lagi, sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri, jadi tidak ada alasan untuk istrinya itu menolak dirinya,


" mi querido...bolehkah? "


seakan mengerti dengan maksud darien, dengan halus cia mencoba menolak keinginan suaminya itu " ta-tapi ini masih siang darien " cicitnya lirih, merasa tidak tega saat melihat wajah suaminya yang sepertinya sangat tersiksa sekali dengan nafsunya sendiri, tapi ia malu jika harus melakukannya sekarang, lagipula mana ada malam pertama tapi melakukannya di siang bolong seperti ini,


" please.." mendengar nada memelas yang keluar dari mulut darien benar-benar membuat cia semakin tidak tega untuk menolak permintaan suaminya itu, karenanya, ia dengan setengah hati mengiyakan permintaan ajaibnya, " b-baiklah, tapi aku ingin mandi dulu, deal? " tawarnya harap-harap cemas jika bayi besarnya itu menolak permintaannya,


" huuft " cia dibuat menghela nafas lega saat mendengar jawaban seperti yang diinginkannya, dengan sigap ia bangkit kemudian mulai berjalan menuju kamar mandi, tapi tunggu.. sepertinya ia melupakan sesuatu, dan benar saja, saat ia meraba belakang punggungnya, tangannya langsung bisa merasakan keberadaan kancing-kancing yang jumlahnya tidak sedikit itu, sadar diri tidak bisa melepas semua kancing itu sendirian, akhirnya cia lebih memilih dibantu oleh darien daripada kesusahan sendiri, " darieeen...bisakah kau membantuku melepas kancing gaunnya? "


sekakmat....cia benar-benar sedang menguji ketahanan dirinya, tidak ingin membuang-buang waktu, dengan sigap darien mulai melepas satu persatu kancing gaun pengantin istrinya itu, tapi baru beberapa kancing yang terbuka, tangannya sudah dibuat membeku terlebih dahulu, ia hanya bisa menelan ludah sendiri saat punggung mulus tanpa cela itu mulai terlihat di kedua manik birunya, tidak ingin semakin menyiksa dirinya sendiri, darien enyahkan semua pikiran kotornya,


" **** cianya tidak memakai bra " umpatnya lirih sambil mencoba mengendalikan nafsunya, melihat punggung mulus tanpa penghalang sedikitpun itu berhasil membuat dirinya semakin dibuat tidak karuan, yang bisa ia lakukan hanyalah mengecup sekilas punggung itu kemudian menyuruh istrinya untuk segera membersihkan diri, setelah melihat istrinya masuk ke dalam kamar mandi, dengan sigap darien bangkit kemudian keluar dari kamarnya, ia juga perlu untuk membersihkan diri,


***

__ADS_1


sudah 10 menit yang lalu cia selesai membersihkan diri, tapi ia terlalu takut walau sekedar keluar dari kamar mandi, mengingat perkataan grace yang mengatakan kalau pengalaman pertama itu sakit, membuat cia semakin tidak yakin untuk segera keluar, ujung gaun selututnya ia remas dengan kuat sebagai pelampiasan kecemasannya, dengan yakin cia coba mantapkan hatinya untuk keluar dari ruangan persegi ini, sebelum ia membuka pintu di depannya, terlebih dahulu ia atur pernafasannya agar merasa sedikit rileks,


ceklek


" aa--mmmh "


tanpa menunggu basa basi lagi, dengan gesit darien langsung menyerang bibir mungil Semerah ceri itu begitu sang empunya keluar dari kamar mandi, dari tadi cianya sudah membuat dirinya menunggu, kini gilirannya yang membuat cianya bertekuk lutut di bawahnya, h*sapan-h*sapan lembut ia berikan ke bibir mungil itu agar sang empunya terlena dengan ciumannya, sepertinya usahanya tidak sia-sia, kini ia bisa merasakan bibir itu mulai bergerak membalas ciumannya, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dengan enteng darien angkat tubuh mungil itu menuju ranjang empuknya, setelah sampai, ia baringkan tubuh istrinya dengan pelan tanpa melepaskan pungutannya, di sela-sela ciumannya, ia bisa mendengar suara d*sahan yang keluar dari mulut istrinya itu, yang mana membuat darien semakin bersemangat untuk mengeksplor isi mulut cianya,


d*sahan demi d*sahan terus keluar dari mulutnya tanpa bisa cia cegah, ini semua karena ulah mulut nakal darien yang sedari tadi tidak membiarkannya istirahat walau hanya untuk sebentar saja, " mmh.. " suara d*sahan kembali lolos dari mulutnya saat laki-laki itu kembali meninggalkan jejak kemerahan di sekitar dadanya, kini ia benar-benar sudah tidak memakai sehelai benangpun dihadapan laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya itu, sedangkan darien, ia masih setia dengan celana panjangnya tanpa memakai atasan,


" mi querido...kau sudah siap? " inilah kata-kata yang sedari tadi cia takutkan, dengan ragu ia anggukan kepalanya sebagai respon kalau ia sudah siap, lagipula ia juga terus merasakan keanehan pada tubuhnya, sepertinya tubuhnya sudah dikendalikan oleh hawa nafsu, karenanya ia dibuat tidak bisa berpikir dengan jernih,


" maaf aku akan menyakitimu...aku akan melakukannya dengan pelan... tahanlah sebentar "


" mmmh--aa darien...bi-bisakah kau keluarkan i-itu " protes cia saat ia merasakan keanehan pada tubuh bagian bawahnya


" maaf... tidak bisa sayang... tahanlah sebentar lagi "


dan bless


" mmmh--aaah " teriakan kesakitan itu menjadi saksi hilangnya keperawanan seorang gadis di tangan orang yang tepat, cia tidak merasa menyesal sedikitpun karena telah memberikannya kepada mantan kekasihnya.... maksudnya suaminya, justru ia bersyukur karena tuhan dengan baiknya telah menyatukannya kembali dengan laki-laki yang sejak 8 tahun lalu ia cintai, ia janji ia akan terus menemani laki-laki itu di kala susah maupun senang, sesuai dengan janjinya kepada tuhan,

__ADS_1


END


Maaf kalo aneh adegan++nya, soalnya cookie bingung gimana mau nggambarinnya supaya nggak v*lgar-v*lgar amat, jadinya ke gitu😭


__ADS_2