Possessive Ex-Boyfriend

Possessive Ex-Boyfriend
Ex chapter 21


__ADS_3

" Darieeen stop it, oke " Kedua tangan cia berhasil menjauhkan kepala darien dari kedua dadanya, tapi selanjutnya ia di buat kesal saat melihat hasil perbuatan darien yang tidak tahu tempat, Membuatnya harus memakai baju berkerah tinggi, padahal sekarang sedang musim panas, akan aneh kalau ia memakai baju tertutup seperti itu.


Sebelum darien mengurungnya lagi,dengan sigap cia bangkit dari tempat tidur kemudian lompat melewati darien, lalu langsung masuk kedalam kamar mandi,


Darien terkekeh melihat semua tingkah bar-bar cia, ia membiarkannya saja karena memang sudah berniat untuk melepaskan cia dari kungkungannya,


Darien tidak berniat untuk bangkit dari atas tempat tidur, ia memilih bermain ponsel sambil menunggu cia selesai mandi, tapi, hampir 20 menit ia menunggu, cia belum kunjung keluar dari dalam kamar mandi, membuatnya cemas takut terjadi sesuatu pada kekasihnya


" Ciaaaa!!......Sayaang!! " dengan panik darien mengetuk-ngetuk pintu sambil memanggil-manggil nama cia, berharap sang empu menjawab panggilannya


" Iyaaaa "


mendengar suara sahutan dari dalam kamar mandi, membuatnya bisa bernafas lega


" Keluarlah, kau terlalu lama di dalam, kau bisa masuk angin "


" Iyaaaa "


Setelah mengecek keadaan cia, darien memutuskan untuk duduk di sofa kemudian mengambil laptop, ia perlu mengecek beberapa pekerjaannya.


Sementara itu, didalam kamar mandi cia sedang kebingungan sekarang, ia lupa kalau ia tidak membawa satupun baju dari rumah, sementara di dalam kamar mandi hanya ada bathrobe, ia juga tidak mungkin memakai lagi dress yang sudah tergeletak mengenaskan didalam keranjang baju kotor


Lelah karena terus berdiri, cia memutuskan untuk keluar hanya dengan memakai bathrobe, karena hanya itu yang bisa ia pakai, Saat cia keluar, ia melihat darien sedang serius dengan laptopnya, tak ingin mengganggu, cia memilih untuk duduk di atas kasur kemudian mengambil ponselnya, bermain game sembari menunggu darien selesai,


***


" Ck " decak cia kesal karena ia terus kalah, padahal tinggal sedikit lagi ia bisa menang,


cia menoleh ke arah Darien, ia masih sama seperti tadi, merasa bosan, cia memutuskan untuk keluar dari kamar


" Mau kemana "

__ADS_1


Suara darien menghentikan cia yang baru saja memutar knop pintu, ia berbalik kemudian menatap tepat ke arah manik biru yang juga sedang menatap ke arahnya


" Aku bosan di dalam kamar terus "


" memakai bathrobe? "


" Aku tidak membawa satupun pakaian dari rumah, kau juga bilang tidak usah membawa apa-apa, katanya tinggal beli, tapi manaa, pembohong " Omel cia kesal, karena nyatanya hanya ada bathrobe yang bisa ia pakai


Bukannya marah, darien malah merasa gemas saat cia mengomelinya " Siapa yang daritadi merengek minta pulang, aku jadi tidak sempat membeli apapun karena kau terus meminta pulang "


" Kenapa jadi salahku!! Kau yang salah karena tidak pernah jujur kalau selingkuhan mu itu mantan kekasih mu, dan juga siapa yang tidak kesal karena baru mengetahui semua itu langsung dari orangtuanya!! "


Mendengar cia mulai membahas hal itu, membuat darien langsung tahu kalau cia benar-benar sedang kesal dengannya, Padahal niat awal darien cuma mau menjahili cia saja, " Hei-hei sayang, aku cuma bercanda, bajumu ada di lemariku, maaf oke "


Cia diam saja, lalu langsung berjalan ke arah lemari darien, dan benar saja, saat ia membuka lemari, ada sekitar 10 gaun yang tergantung rapih di sebelah deretan kemeja milik darien, cia jadi merasa kesal sendiri karena daritadi ia tidak pernah mencoba membuka lemari pakaian milik darien,


Entah sudah berapa kali ia di buat kesal hari ini, Sekarang ia dibuat kesal hanya karena sebuah baju, ia kesal karena semua gaun yang ada tidak bisa menutupi bekas-bekas kemerahan ulah darien, ia juga terlalu malas untuk menutupi satu persatu bercak-bercak kemerahan itu dengan foundation,


Setelah berpikir panjang, akhirnya cia memilih untuk memakai kemeja putih milik darien, Lagipula kemeja itu lebih dari cukup untuk menutupi kedua pahanya, panjangnya saja sampai lutut cia, setelah di rasa siap, cia keluar dari dalam walk in closet


Perkataan darien langsung dihadiahi lirikan maut dari cia,


" Aku bercanda sayang " merasa cia masih sensitif, darien memilih untuk mengalah, ia juga sadar ini semua karenanya,


saat cia sedang membungkuk, tanpa sengaja Darien melihat bekas kemerahan yang ia buat di leher jenjang cia, membuatnya menahan senyum setelah tahu apa penyebab cia memakai kemejanya, dengan gerakan kilat, ia berhasil mencuri satu kecupan dari bibir cia, membuat sang empu merengek tidak terima


***


Cia tidak berhenti melemparkan tatapan tidak sukanya kepada Bianca, ia juga terus memeluk lengan darien posesif, cia melakukan semua itu, karena Bianca, wanita tidak tahu malu itu merengek meminta satu mobil dengan mereka, tapi akhirnya cia bisa tersenyum menang karena darien menolak mentah-mentah permintaan wanita itu,


Setelah drama yang diciptakan Bianca, Akhirnya Mobil porsche cayenne yang ditumpangi darien dan cia bisa melaju meninggalkan bandara Soekarno-Hatta.

__ADS_1


Sementara itu, bianca benar-benar dibuat geram dengan cia, karena wanita itu, ia terus di abaikan oleh darien, bahkan sekarang ia di tinggalkan begitu saja di bandara, ia tidak akan diam saja, ia pasti akan membuat cia merasakan apa yang ia rasakan sekarang


" Tunggu saja bi*** "


***


Mansion darien


Cia langsung merebahkan tubuhnya ke atas sofa begitu sampai di mansion, sedangkan darien, ia langsung ke kantor setelah mengantar cia, ia Jadi sadar sekarang, semua kemewahan yang darien miliki tidak ia dapatkan secara cuma-cuma, perlu kerja keras untuk mendapatkan semua itu.


Cia menoleh ke arah jam dinding, waktu masih menunjukkan pukul 18.00 WIB masih satu jam lagi sebelum waktunya makan malam, tapi perut cia sudah berbunyi sejak tadi, cia beranjak dari sofa kemudian berjalan ke arah dapur, berniat mencari makanan yang bisa ia makan untuk mengganjal perutnya


" Ada yang bisa saya bantu nona "


Cia di buat kaget saat koki yang diperkerjakan darien tiba-tiba muncul di hadapannya, tapi ia jadi punya ide untuk makanan pengganjal perutnya


" mmm aku ingin kue red Velvet, bisakah kau membuatkannya untukku? "


" Maaf Nona, tuan melarang anda untuk makan-makanan manis malam ini, karena anda sudah cukup memakannya tadi pagi, itu kata tuan "


Pupus sudah harapan cia, lagian kenapa darien bisa tahu kalau ia ingin makan-makanan manis malam ini, memilih menyerah, akhirnya cia meminta dibuatkan taco sebagai makanan pengganjal perutnya


***


Mackenzie corp


" Apa yang sedang di lakukan cia "


" Nona baru saja meminta dibuatkan taco tuan "


" Terus awasi cia, jangan sampai kau lengah atau nyawamu yang menjadi taruhannya "

__ADS_1


" Baik tuan "


Micahel sudah biasa di ancam oleh tuannya, ia juga tidak pernah berpikir untuk mundur dari pekerjaannya, selain karena gajinya yang fantastis, ia juga sudah merasa nyaman bekerja bersama tuannya.


__ADS_2