Possessive Ex-Boyfriend

Possessive Ex-Boyfriend
Ex chapter 30


__ADS_3

" dari---en henti--kan " ucap cia di sela-sela pungutan mereka, mencoba menghentikan bibir dan usapan tangan laki-laki itu diperut telanjangnya yang membuat dirinya hampir kehilangan akal sehat, selain itu, lehernya juga mulai merasa pegal karena terus menoleh ke arah samping,


Beberapa pukulan pelan ia berikan ke tangan kekar itu, tapi sepertinya cara itu tidak akan berhasil, dengan kesal, cia memukul keras tangan kekar yang semakin bergerak naik ke arah kedua dadanya,


" Auww, sakit sayang " erang darien sambil mengelus-elus tangannya yang dipukul cia, kali ini benar-benar terasa sakit, bukan bohongan seperti biasanya, tangannya bahkan sampai terasa pedas saking kerasnya pukulan cia


" Rasakan " setelah mengucapkan itu, cia melanjutkan lagi langkahnya yang sempat terhenti menuju ruang makan, menghiraukan rengekan-rengekan darien yang memintanya untuk tidak meninggalkannya,


cia langsung mengambil posisi duduk di kursi yang biasa ia pakai begitu sampai di ruang makan, tak lama kemudian darien juga datang, seperti tradisi, laki-laki itu pasti akan mengambil duduk di sampingnya, tapi cia merasa ada yang aneh dengan darien, daritadi laki-laki itu hanya diam saja, tidak banyak tingkah seperti hari-hari kemarin, bahkan sampai Bety menyajikan makanan, laki-laki itu tetap diam saja, " sepertinya dia ngambek " batin cia


dengan inisiatif sendiri, cia mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk laki-laki yang sedang sok sibuk dengan ponselnya itu, begitu ia letakkan piring yang sudah ia isi dengan makanan itu ke hadapannya, laki-laki itu langsung menaruh ponselnya, kemudian makan dalam diamnya,


mencoba menghiraukan laki-laki yang sedang ngambek itu, dengan semangat cia mulai mengisi mangkoknya hingga hampir penuh dengan soup sapi yang dari tadi ia tunggu kematangannya


begitu kuah kaldu soup itu masuk ke dalam mulutnya, rasanya ia ingin sekali berteriak saking enaknya, dengan terburu-buru, cia mulai memasukkan sendok per sendok soup sapi itu ke dalam mulutnya, saking fokusnya menikmati makanan, cia bahkan sampai tidak sadar saat tangan darien mengelap ujung bibirnya dengan tisu,


melihat betapa lahapnya Kekasihnya makan, membuat darien hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah, tapi tiba-tiba saja matanya tidak sengaja melihat ke arah perut rata cia, membuatnya ingin mengelus perut rata itu lagi, dengan pelan, darien menggeser kursi kekasihnya mendekat ke arahnya, kini tubuh mereka saling menempel, tak mau melewatkan kesempatan, dengan sigap tangan kirinya melingkar ke pinggang cia kemudian mulai mengelus-elus perut rata yang kini mungkin menjadi tempat favorit tangannya,


tindakannya itu membuat sepasang manik cokelat keemasan menatap tajam ke arah dirinya, seakan mengatakan kalau ia harus menyingkirkan tangannya dari perut ratanya, tapi darien tetaplah darien, ia tidak akan menuruti perintah siapapun kecuali maminya, dengan santai, ia tetap melanjutkan memakan makanannya yang di ambilkan kekasihnya tadi,


sedangkan cia, ia hanya membiarkannya saja,


walaupun sesekali ia harus memukul tangan nakal itu yang mencoba naik ke arah kedua dadanya, karena percuma mengomeli darien, dia tidak akan pernah mau menuruti ucapannya.


sementara itu, di seberang sana ada seorang wanita yang sedang mengamuk dengan brutal, ia membantingi semua benda yang terlihat oleh kedua manik cokelat keemasannya, ia tidak peduli barang itu mahal atau tidak, yang ia pedulikan sekarang, ia bisa meluapkan semua emosinya, setelah puas membantingi semua barang, wanita itu berteriak sekeras-kerasnya " Bi*ch!!!!!! "


***

__ADS_1


Mansion darien


" jangan tinggalkan aku!! " teriak cia saat melihat darien mulai menjauh darinya, bukannya darien yang menjawab, malah jaguar disebelahnya yang menjawabnya dengan cara mengaum, membuat cia langsung bergerak menjauh dari jaguar itu, yaaa, saat ini mereka sedang berada di halaman belakang, entah angin apa yang membuatnya tiba-tiba ingin akrab dengan Ariel, bahkan ia sampai memaksa darien yang sedang ngambek untuk menemaninya,


" tenanglah, dia menyukaimu " ucap darien santai sambil mengambil posisi duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempat cia dan jaguarnya berada, ia akan mengawasi cia dari sana


" benarkah?? kau menyukaiku?! " tanya cia pada sang jaguar yang sedang duduk sambil menatap kearahnya, ia dibuat kegirangan saat jaguar itu menjawabnya dengan cara mengelus-elus kakinya dengan kepalanya, melihat semua itu membuat cia sadar, bahwa tidak ada yang perlu ia takuti dari hewan yang menggemaskan seperti ini,


merasa gemas, cia dengan pelan mulai memeluk kepala Ariel, setelah tahu Ariel tidak akan menyakitinya, cia mulai mengelus-elus dagu karnivora itu, ia semakin dibuat kagum saat mendengar suara dengkuran halus yang keluar dari mulut Ariel, pertanda bahwa Ariel nyaman dengan dirinya


" kenapa kau lucu sekali " gemas cia dengan tangan sibuk mengelus lembut tubuh jaguar itu " i love you " ucapnya pelan sambil memberikan sebuah kecupan di kening jaguar itu


" i love you too "


" kenapa kau yang menjawabnya! " kesal cia


" aku mengantuk, jam berapa ini? " tanya cia kepada darien yang sedang sibuk bermain dengan peliharaannya


" yaa, ini waktunya kau tidur siang, ayo, aku akan menemanimu " ajak darien dengan tatapan yang tidak lepas dari jaguar di hadapannya


" kita ajak Ariel bersama kita, ayo Ariel, kita tidur siang, kau juga pasti mengantuk kan " antusias cia sambil menggiring jaguar itu untuk mengikutinya


" no sayang, tempat Ariel disini, bukan di kamar kita, biarkan Ariel tidur di tempatnya, ia pasti lebih merasa nyaman di sini "


antusias cia langsung turun saat darien melarangnya mengajak Ariel bersamanya, padahal ia baru saja akrab dengan Ariel, rasanya ia tidak rela kalau harus berpisah, tapi benar kata darien, Ariel pasti akan merasa lebih nyaman berada di tempatnya


" baiklah, biar aku yang mengantarnya "

__ADS_1


setelah mengantar jaguar itu masuk kedalam kandangnya, cia berjalan ke arah darien, tangannya langsung di genggam tangan kekar itu begitu ia sampai di hadapannya, kemudian mereka berjalan bersama masuk kedalam mansion


" cuci tanganmu sebelum tidur, kau sudah menyentuh Ariel tadi " perintah darien saat melihat cia akan berbaring ke kasur mereka,


" iyaaa "


melihat cia berjalan ke arah kamar mandi, membuat darien ikut masuk menyusul Kekasihnya itu, ia juga perlu mencuci kedua tangannya


" kenapa ikut masuuk " panik cia saat darien sudah berada di sampingnya


" tentu saja cuci tangan, kita menyentuh Ariel bersama tadi " jawab darien sambil mengangkat kedua telapak tangannya,


" oooh, sebentar... apa tidak bisa kau cuci tangannya di sampingku " jengah cia karena darien malah mencuci tangannya dari belakang tubuhnya, otomatis membuat punggungnya menempel langsung kedada darien


" tidak "


" terserah " kesal cia, karena memperingati darien, membuatnya selesai lebih lama daripada laki-laki itu yang kini sudah bergelayut manja di tubuhnya, setelah selesai mencuci tangan, bahkan sampai ia berbaring ke atas kasur, laki-laki itu masih setia menempel di tubuhnya


" darien, daripada kau bertingkah tidak jelas seperti itu, lebih baik kau elus perutku saja, perutku sedikit tidak enak " keluh cia merasa jengah dengan tingkah laki-laki itu, cia bersyukur karena laki-laki itu mau menuruti ucapannya, perutnya sekarang terasa lebih nyaman karena usapan lembut tangan kekar itu, apalagi rasa hangat yang keluar dari kedua tangan kekar itu, membuatnya semakin merasa nyaman, lama-kelamaan maniknya mulai tertutup dan akhirnya jatuh ke alam mimpi,


***


entah sudah berapa lama ia tertidur, begitu ia membuka kedua manik cokelat keemasannya, pemandangan didepannya sangat berbeda sekali dengan kamar darien, membuat cia merasa sedikit takut, setelah ia amati, entah kenapa ia merasa tidak asing dengan kasur yang sedang ia tiduri sekarang, sampai satu suara berhasil mengalihkan perhatiannya dari kamar itu


" kau sudah bangun sayang? kita sedang ke Madrid sekarang "


" whaaaat!! "

__ADS_1


__ADS_2