Possessive Ex-Boyfriend

Possessive Ex-Boyfriend
Ex chapter 8


__ADS_3

sesuai permintaan Ken, saat ini cia sedang berada di mall menemani Ken membeli kado untuk temannya, cia juga punya rencananya sendiri, ia akan menghabiskan uang darien untuk membeli koleksi baju tidur, dan jangan lupa ingatkan cia untuk membakar semua barang laknat itu!!


" menurutmu lebih bagus ini atau ini?? " tanya Ken sambil membawa dua buah stick golf di tangan kanan kirinya


" mmm...menurutku lebih bagus yang disebelah kiri "


" baiklah, saya ambil yang ini tolong bungkus dengan rapi terimakasih " ucap Ken disertai senyum manis kepada seorang pegawai perempuan


" aku akan mentraktirmu karena kau sudah bersedia menemaniku "


" itu sudah tugasku Ken "


" tidak cia, lagipula ini waktunya makan siang aku akan mentraktirmu ke restoran bintang lima, sayang sekali kalau kau melewatkan kesempatan emas seperti ini " ucap Ken sambil menaik turunkan alisnya mencoba menggoda cia


" hhha baiklah, saya dengan senang hati menerima kesempatan emas itu "


kemudian kami tertawa merasa lucu dengan hal yang terkesan kekanakan


" pesanan anda sudah siap tuan "


" baiklah, kau tunggu disini aku akan membayarnya sebentar "


" baik Ken " sahut cia


***


" apa kau ingin membeli sesuatu cia? "


" mmm.... sebenarnya aku ingin membeli beberapa pasang baju tidur, tidak apa-apa kan Ken?? "


" tentu saja cia, kau ini jangan merasa sungkan kepadaku, ayoo! "


cia dibuat terkejut saat tiba-tiba saja Ken menggandeng tangannya, membuatnya langsung merasa was-was, untuk meyakinkan dirinya sendiri, cia menatap ke sekelilingnya berharap tidak ada darien disini, tapi harapan hanyalah harapan, karena tepat di belakangnya darien sedang menatapnya dengan tajam dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana, " darimana dia tahu kalau aku ada di sini!! " jerit batinnya


cia panik seketika, ia bingung harus bagaimana, rasanya otaknya sulit sekali memikirkan alasan yang bagus untuk semua ini


" kita bertemu lagi Mr Wijaya "


" mmm--- Mr Mackenzie??!! ooh senang bertemu dengan anda juga "


kedua orang itu saling berjabat tangan, otomatis genggaman Ken pada tangan cia juga ikut terlepas, tanpa sadar cia menghela nafas lega


" sedang apa anda disini Mr Mackenzie?? "


darien menyeringai sambil menatap ke arah cia, " saya sedang mengawasi gadis nakal yang diam-diam bermain di belakang saya "


deg, perasaan cia semakin tidak enak


" ooh sebaiknya anda harus bergegas membawa gadis nakal itu Mr "


" yaah aku akan segera membawanya, ngomong-ngomong sedang apa kalian berdua?? " tatapan darien tidak pernah lepas dari cia, membuat cia merasa seperti seorang istri yang tertangkap basah suaminya sedang berselingkuh, padahal hubungan mereka saja tidak jelas


" kami baru saja membeli hadiah untuk ulang tahun teman saya dan sekarang saya mau menemani sekretaris saya membeli beberapa pasang baju tidur "


" ooh begitu? bolehkah saya ikut bergabung "


" mmm--- "


cia menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak setuju


" maaf cia aku tidak bisa menolaknya " bisik Ken lirih di telinga cia


" baiklah Mr Mackenzie , jadi cia kau mau membeli dimana? "

__ADS_1


cia mencoba tersenyum profesional menahan semua gejolak tidak mengenakan ini " di toko di depan sana mari ", cia berjalan duluan meninggalkan sepasang pria tampan yang ia yakini sedang menjadi pusat perhatian, kemudian ia masuk begitu saja kedalam toko khusus perempuan, mencoba mengabaikan dua orang yang membuatnya pusing


" bolehkah saya mencoba ini? " tanya cia kepada seorang pegawai perempuan dengan menenteng satu set baju tidur bertali spaghetti berbahan satin


" silahkan Miss, ruang ganti ada disebelah sana "


" terimakasih " pamitnya kemudian berjalan menuju ruang ganti, baru saja cia melepas dressnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam ruang ganti tempatnya berada


" aaaa--hep "


" diam sayang "


dari suaranya cia langsung tahu siapa pemilik tangan yang sedang membekap mulutnya


" sedang apa kau disini darien!! "


darien menyeringai licik " aku ingin menghukum gadis nakalku "


deg, refleks cia langsung menutup kedua dadanya yang hanya terbalut bra


" apa janga---mmmm "


tanpa menunggu jawaban dari cia, darien langsung mencium bibir cia brutal, bahkan kini lidahnya sudah bermain-main didalam mulut cia


" mmm---darie--mm "


cia mencoba menghentikan darien dengan memukul-mukul dadanya, tapi nihil, " aaah " ia bekap mulutnya sendiri mencoba menahan suara nakal yang keluar karena darien menggigit kasar lehernya, ciuman darien semakin turun ke arah dadanya


cia menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menghentikan darien,


darien menyeringai " ini hukumanmu sayang "


" mmm--- dari---en "


10 menit kemudian, setelah puas bermain-main dengan kedua dada cia, darien mengaitkan kembali kaitan bra cia


" bekas merah yang kemarin saja belum hilang sudah ditambah lagi haah!! aku kesaaal!! " jerit batin cia merasa kesal, kemudian darien menurunkan cia dari gendongannya " itu hukumanmu mi amor "


cuup, setelah mengatakan itu ia dengan santainya keluar dari ruang ganti, meninggalkannya dengan keadaan yang mengenaskan


" ciaa apa kau ada didalam?? "


mendengar suara Ken, dengan cepat cia memakai kembali dressnya


" iyaa aku ada didalam, tunggu sebentar Ken "


setelah merapikan penampilannya ia keluar dari ruang ganti, begitu keluar sudah ada Ken yang menunggunya


" kenapa kau lama sekali cia "


" maaf Ken " cia tersenyum tak enak karena sudah membuat atasannya menunggu lama, kemudian ia mengedarkan pandangannya kekanan dan kekiri mencari seseorang yang sudah membuatnya begini, karena tak kunjung ketemu akhirnya cia bertanya kepada Ken


" mmm Ken dimana Mr Mackenzie? "


" ooh dia baru saja pergi katanya ada urusan mendadak "


dasar bre*****!!!


" apa kau sudah selesai memilih cia?? "


aaah cia baru ingat kalau ia baru saja memilih satu setel, hhha ini kesempatannya, ia akan membalas dendam kepada darien hahaha, cia menyeringai setuju dengan rencananya sendiri


" sebentar Ken "

__ADS_1


" baiklah "


cia memanggil seorang pegawai perempuan yang sudah stand bye jika ada customer yang membutuhkan bantuannya


" aku mau yang ini, ini, kemudian ini ,yang disebelah sana juga boleh,yang itu aku juga mau, itu, itu dan yang diujung sana terimakasih tolong segera dibungkus "


" baik Miss "


" cia apa kau tidak merasa berlebihan membeli sebanyak itu?? "


" tidak Ken, semua baju tidurku hilang "


jawab cia santai sambil tetap memilih


" hilang?? apa rumahmu habis kemalingan cia?? kau tidak apa-apa kan?? " panik Ken dengan tangan membolak balikkan tubuh cia mencoba memeriksa apakah ada yang terluka


" aku baik-baik saja Ken, yaaa rumahku habis kemalingan dan yang hilang hanya koleksi baju tidurku "


( malingnya darien )


" biar aku saja yang membayarnya "


ucap Ken sambil berjalan ke arah kasir


" tidak Ken biar aku saja " jangan sampai rencana cia menghabiskan uang darien gagal


" tidak cia, ini tidak seberapa biar aku saja "


" tidak Ken biar aku saja "


" ciaa "


" keeen "


kami saling menatap seolah sedang berbicara lewat tatapan mata


" permisi jadi siapa yang mau membayar ini "


" saya!! "


cia dengan sigap mengeluarkan black card milik darien


" ciaa? dari mana kau mendapatkan itu?? "


aaah si** kenapa ia tidak memikirkan bahwa Ken juga akan curiga, bagaimana mungkin seorang pegawai sepertinya mempunyai kartu tanpa batas seperti ini


" mmm--- ini--mi-lik temanku, yaa temanku! dia juga sedih ketika aku menceritakan bahwa aku habis kemalingan makanya dengan berbaik hati dia meminjamkan ku ini untuk membeli barang-barang yang hilang" cia mengutuk dirinya sendiri karena tanpa sadar ia semakin banyak membohongi ken


" ooh temanmu pasti sangat baik cia "


" iya hha " jawab cia sambil tertawa canggung


" ini semua barang anda Miss "


" ooh iya "


" biar aku bantu bawakan "


ucap Ken sambil mengambil alih beberapa kantong belanjaan dari tangan cia


" terimakasih Ken "


" masih tersisa 30 menit lagi, ayo kita makan dulu, kali ini aku yang akan mentraktirmu "

__ADS_1


" baiklah Ken "


__ADS_2