Possessive Ex-Boyfriend

Possessive Ex-Boyfriend
Ex chapter 47


__ADS_3

Seperti tradisi turun-temurun, saat ini kami semua sedang berada di ruang keluarga selepas makan malam, berbeda dari biasanya yang hanya di isi oleh 4 orang, kini bertambah menjadi 7 orang, suara ramai yang jarang terjadi pun seketika langsung menggema di ruangan tersebut, entah karena dirinya yang sedang lelah atau memang indera pendengarannya yang tajam, suara bising dari 3 orang yang sebenarnya cia tidak harapkan ada disini terasa sangat berdengung sekali di telinganya, rasanya ia ingin sekali kabur dari situasi yang membuat kepalanya sakit itu, tapi ia merasa tidak enak jika harus pergi duluan ke kamarnya, alhasil dirinya hanya bisa duduk anteng di samping suaminya sambil mencoba untuk tidak mendengarkan suara bising itu,


" Apa kalian sudah menentukan mau honeymoon kemana? "


Cia refleks menolehkan kepalanya ke arah papa Leon begitu telinganya mendengar suara tegas milik laki-laki paruh baya tersebut, honeymoon? kata-kata itu bahkan sama sekali belum terlintas dikepalanya, ia akan menikah saja ia tidak tahu, apalagi honeymoon,


" tagomago "


" Pilihan bagus "


" Sebenarnya fungsi keberadaannya itu untuk apa? " itulah pertanyaan yang sering terlintas di kepalanya, ia selalu merasa seperti orang asing yang tiba-tiba masuk kedalam keluarga ini, ia juga ingin terlibat, ia tidak ingin menjadi orang yang hanya menikmati hasilnya saja, dan lagi, apa yang tadi telinganya dengar, tomago?, rasanya ia baru mendengar nama aneh seperti itu,


Suara bising yang tadi masih bisa ditolerir oleh telinganya, kini terdengar semakin menjadi-jadi, saat ia menoleh ke arah trio rusuh itu, yang sedang mereka lakukan hanyalah menatap satu ponsel kemudian tertawa tidak jelas, merasa tidak tahan lagi, cia sikut tangan kekar disampingnya kemudian menunjuk-nunjuk kearah trio kurang kerjaan itu dengan kepalanya,


Merasa seperti ada yang menyikut lengannya membuat darien langsung mengalihkan perhatiannya dari sang papa ke arah istri mungilnya yang berada tepat di sampingnya, paham dengan maksud sang istri, dengan tegas ia peringati orang-orang kurang kerjaan itu agar mereka diam, sebenarnya ia juga tidak terlalu suka dengan kehadiran mereka, selain berisik, mereka juga suka menyusahkannya,


" Diamlah " ucapnya sambil memberikan tatapan tajamnya ke arah trio pengangguran itu,


" Apaaa!! jahat sekali...lihatlah teman kita yang manis itu, dia sudah berubah, dia sudah tidak sayang lagi dengan kita " sahut bastian sambil berpura-pura mengelap air matanya, padahal tidak ada satu tetes pun air mata yang keluar dari sana, inilah yang darien tidak sukai dari teman-temannya, mereka terlalu dramatis untuk dirinya yang selalu realistis, tidak ingin semakin memperpanjang drama dadakan trio kurang kerjaan itu, kini ia lebih memilih untuk diam daripada menanggapi ocehan tidak jelas mereka,

__ADS_1


" Ayo ke kamar " bisiknya pada sang istri yang sepertinya juga sudah mengantuk, terlihat dari pancaran kedua maniknya yang mulai terasa redup, sebenarnya bukan hanya itu saja alasan ia ingin segera ke kamar, dari tadi ia sudah menahan perasaan gemasnya agar tidak menyerang istrinya itu dihadapan semua orang, karena itu sedari tadi ia hanya diam dan berpura-pura cuek agar dirinya tidak semakin tergoda untuk menyerangnya disini,


" Pa.. ma.. darien istirahat duluan " pamitnya sambil menarik pelan tangan istrinya itu agar mengikutinya, bukannya orang tuanya yang menjawab, malah trio kurang kerjaan itu yang menyahutinya, merasa tidak penting, dengan cuek ia tetap melanjutkan langkahnya seolah-olah omongan mereka hanyalah angin lalu bagi dirinya,


" Maa lihatlah darieen...dia selalu bersikap seperti itu kepada kami "


" Kalian ini...carilah pasangan!!, haaah...ayo pa ke kamar, mama alergi sama orang jomblo "


" Maaaaa "


***


" Satu kali saja ya..ya "


Melihat wajah memelas darien membuat cia hampir saja mengiyakan permintaan suaminya itu, tapi sepertinya dirinya memang sudah dibuat untuk tidak bisa tidak menuruti permintaan laki-laki itu, alhasil dirinya hanya bisa mengiyakan tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, " hanya satu kali, jangan mengingkarinya...oke " peringatnya, jaga-jaga kalau laki-laki itu akan meminta lebih dari yang di janjikannya,


" Tidak janji "


" Darieeen "

__ADS_1


***


" Kita mau kemana? " Tanya cia sambil memejamkan kedua matanya, merasa ngantuk karena semalam ia di tipu habis-habisan oleh dedemit satu itu, bilangnya saja satu kali, tapi kenyataannya.. baru jam 2 pagi ia bisa tertidur dengan nyenyak tanpa gangguan apapun, saat ini ia sedang berada di dalam sebuah mobil yang entah kemana ia akan di bawa pergi, ia juga tidak tahu, saking lelahnya, ia bahkan sampai malas walau hanya untuk sekedar basa basi,


" Tidurlah lagi, aku akan membangunkanmu kalau kita sudah sampai " jawab darien tanpa melepaskan genggaman tangannya pada tangan mungil sang istri, sesekali ia kecup sebagai pelampiasan perasaan gemasnya saat melihat istrinya itu beberapa kali hampir tertidur tapi kemudian tersadar lagi,


Mendengar suara dengkuran halus yang berasal dari kursi di sampingnya membuat darien menolehkan kepalanya sebentar ke arah kursi tersebut, ternyata disana istri mungilnya itu sudah tertidur dengan nyenyaknya, sebenarnya ia ingin sekali menatap lamat-lamat wajah polos itu, tapi keadaannya sedang tidak memungkinkan, karenanya ia hanya bisa mengecup sekilas kening itu kemudian mulai fokus lagi mengemudi,


Darien kira ia bisa fokus mengemudi setelah melihat wajah polos dengan bibir yang sedikit terbuka itu, tapi nyatanya dirinya malah semakin dibuat tidak menentu, merasa tidak tahan lagi, ia tepikan mobilnya kemudian dengan sigap ia lepas sabuk pengamannya, setelah itu dengan lembut ia angkat wajah yang sedang tertidur pulas itu, tanpa basa basi, ia langsung kecup bibir mungil Semerah ceri yang sedari tadi menggodanya untuk dikecup, ia tidak akan berbuat lebih karena ia sadar ia yang akan tersiksa sendiri, karenanya ia hanya sekedar mengecup bibir itu dengan memberikan sedikit lum*t*n-lum*t*n kecil, setelah puas, ia pasang kembali sabuk pengamannya kemudian mulai melajukan kembali mobilnya membelah jalanan yang terlihat senggang itu,


***


sepertinya istrinya itu benar-benar kelelahan, karenanya ia tidak tega untuk membangunnya walaupun mereka sudah sampai di bandara, beberapa antek-anteknya yang sedang berjaga di sekitar mobilnya ia suruh untuk membawakan barang-barangnya, sedangkan dirinya, dengan sigap ia gendong ala bridal style istrinya yang sedang tertidur itu, ia tidak perlu repot-repot untuk mengantri karena ia punya hak untuk memakai bandara ini sesuka hatinya,



ia baringkan dengan pelan tubuh mungil istrinya itu ke atas kasur yang berada di dalam jet pribadinya, setelah itu ia selimuti sampai batas lehernya, rasa nyaman yang selalu darien dapatkan dari tubuh mungil itu hampir saja membuatnya ingin ikut berbaring dan menyandarkan kepalanya ketempat favoritnya, tapi mengingat masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan membuat darien langsung mengurungkan niatnya tersebut, " tunggu aku sayang "


cup

__ADS_1


__ADS_2