Possessive Ex-Boyfriend

Possessive Ex-Boyfriend
Ex chapter 9


__ADS_3

" Michael siapkan jet pribadi ku, aku akan ke new York sore nanti "


" Baik tuan "


Sebenarnya ia tidak rela harus berpergian jauh disaat ia baru saja bersama cia, tapi masalah dikantor cabangnya tidak bisa dibiarkan begitu saja,


ia harus membasmi para tikus yang berkeliaran di perusahaan nya, walaupun kerugiannya tidak seberapa, tapi darien tidak suka para pengkhianat berada di wilayahnya


Kriiing, bunyi telpon dari ponsel darien


" Halo Bastian, ada apa\=_\= "


" Kau harus menikmati hidupmu darien, datanglah, kami sedang berada di heaven clu--"


" aku bukan pengangguran seperti kalian "


" Dasa--- "


Tuut


" Bagaimana? "


" Gagal "


" Sudahlah, dia sudah punya mainannya sendiri, jangan ganggu dia, atau kita akan habis ditangannya "


Mereka bertiga kompak mengangguk-anggukan kepala mereka setuju,


Yaaa mereka bertiga adalah Bastian, max dan Mike


***


" Michael buatkan aku kopi "


" baik tuan "


Setelah Michael keluar dari ruangannya, ia melanjutkan menandatangani berkas-berkas yang jumlahnya tidak sedikit itu, ia harus segera menyelesaikannya, agar saat dia pergi nanti, ia akan sedikit tenang


Saat darien sedang sibuk membaca sebuah berkas, ada seseorang yang menelponnya lagi


Cia


Darien langsung mengangkatnya


" Kau merindukanku mi amor? "


" Tidak, aku butuh bantuanmu "


" Bilang kau merindukanku baru aku akan membantumu "


" Iiish darien!! "


Mendengar suara cia merajuk membuatnya tidak bisa menahan rasa ingin membuat cia segera menjadi ibu dari anak-anaknya


" Kau harus bilang cia "


" Tidak "


" Cia "


" Tidak darien "


" Baiklah, aku akan menutup telponnya " ancam darien


" Terserah kau!! "


"Haah apa ia harus mengalah" batinnya, " baiklah-baiklah aku tidak akan memaksamu, sekarang katakan, kau butuh bantuan apa "


" Naaah harusnya kau begitu daritadi "


" Ini kopi anda tuan "


" Taruh di mejaku "


" Jadi katakan kau butuh apa sayang "


" mmm tolong kirim orangmu untuk membawakan barang-barang belanjaan ku kerumah, aku tidak bisa membawa barang-barang sebanyak itu ketempat kerja "


" Hanya itu? "


" Iyaa "


" Katakan dimana kau sekarang "

__ADS_1


" Aku ada di restoran delicious "


" Dengan siapa?? "


" Kau melihatnya tadi, tentu saja dengan Ken "


Rahang darien mulai mengeras mendengar cia makan dengan laki-laki lain, sepertinya hukuman tadi belum cukup untuknya, baiklah darien juga dengan senang hati menghukum cia


Darien menyeringai " 10 menit lagi orangku akan sampai "


Tuut


Darien langsung menutup telponnya tanpa menunggu balasan dari cia


" Apa dia marah?? Kenapa menutup telponnya duluan, biasanya juga aku "


Heran cia dengan sikap tak biasa darien


" Ada apa cia?? "


" Tidak Ken, bisa kita tunggu beberapa menit lagi, aku memesan layanan jasa untuk membawa pulang barang-barang belanjaan ku tadi "


" Tidak masalah cia, kenapa kau tidak meminta bantuan ku ?? "


" mmm aku tidak ingin merepotkan mu Ken "


Padahal sebenarnya cia tidak ingin ken tahu kalau dia sudah pindah ke rumah darien


" Baiklah "


10 menit kemudian, dua orang laki-laki terlihat berjalan kearah cia


" Nona cia, mana barang-barang yang harus kami bawa "


" Apa kalian orang suruhan darien? "


" Benar nona " jawab salah satunya


" Baiklah, barangnya ada disana, terimakasih"


" Sudah tugas kami nona "


Cia dan Ken pergi setelah dua orang suruhan darien pergi terlebih dahulu


***


" Apa kau bisa menemaniku ke acara ulang tahun temanku cia?? "


" Carilah pasangan Ken "


" Kau tahu aku paling malas melakukan itu "


" Hha baiklah "


" Terimakasih "


" Sama-sama "


Cia berpikir bahwa tidak masalah menemani Ken, tapi cia tidak berpikir resiko yang akan ditanggungnya atas tindakan yang akan dia lakukan nanti


***


" apa semuanya sudah siap "


" Sudah tuan "


" 1 jam lagi aku akan berangkat "


" Baik tuan "


Darien bangkit kemudian berjalan keluar dari ruangannya menuju basement parkiran


Mackenzie corp, perusahaan yang masuk dijajaran perusahaan nomor satu di dunia, Hampir semua bidang di kendalikan oleh Mackenzie corp, baik di bidang otomotif, fashion, pertambangan, dan juga dibidang teknologi, Jadi jangan heran dengan asal koleksi mobil mewah yang dimiliki seorang Darien Mackenzie


Mobil Lamborghini Veneno Roadster itu mulai melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan gedung pencakar langit kebanggaan darien


***


15 menit kemudian, mobil darien berhenti tepat didepan gedung tempat kekasihnya bekerja, Ia melihat semua karyawan mulai berbondong bondong keluar dari perusahaan


Kehadiran mobil mewah itu sepertinya sudah tak terlalu menarik perhatian orang-orang disekitar, karena mereka sudah tidak heran lagi siapa pemilik mobil yang hanya dibuat 9 unit diseluruh dunia itu, yang bisa mereka lakukan hanyalah kagum sekaligus iri, apalagi para perempuan-perempuan yang selalu mendamba mempunyai seorang kekasih yang tampan dan juga kaya


Dari kejauhan darien bisa melihat cia yang baru saja keluar dari pintu perusahaan, dengan sigap ia keluar dari mobil dan berjalan ke arah cia

__ADS_1


" Ayo pulang "


" Sebentar-sebentar, aku harus mengatakan sesuatu ke Grace, dia pasti sebentar lagi keluar "


" Kau bisa menelponnya cia "


" Haruskah?? " bimbang cia dengan menatap mata darien dengan tatapan yang membuat darien tidak bisa menahan rasa gemasnya


Cup


" Tentu saja " akhirnya karena tidak bisa menahan gemas, darien mengecup bibir mungil kekasihnya itu


" Darieen!! Sudah kubilang jangan ditempat umum, aku Maluu "


Darien terkekeh gemas " Ayo pulang "Ucapnya sambil menarik tangan cia lembut


***


Cia turun terlebih dahulu kemudian berjalan masuk meninggalkan darien yang masih didalam mobil


Begitu melihat sofa yang ada di depan tv, cia langsung duduk bersandar dengan kaki yang ia luruskan ke depan


" Aku akan ke new York " ucap darien sambil ikut bergabung duduk disebelah cia


" Kapan? "


" Setelah ini "


" Berapa lama? "


" Lusa mungkin aku sudah ada dirumah, tapi akan ku usahakan agar selesai secepat mungkin "


" Hhmm "


" Hanya itu?? "


" Apanya?? "


Darien dengan sigap menarik cia kedalam pelukannya " keluarlah kalau mau bekerja, selain itu tetaplah dirumah "


" Aku tidak janji " Ucap cia sambil membalas pelukan darien, entah kenapa berada dipelukan darien rasanya sangat menenangkan


" Kau harus cia, tapi sebelum itu aku ingin mengambil jatahku dulu "


" Jatah? " cia menengok ke atas agar bisa bertatapan langsung dengan kedua manik biru darien, tapi Yang ia lihat hanyalah darien sedang menyeringai kearahnya


" Apa maksud---- mmm "


mmm--mm


tanpa aba-aba darien langsung menyerang bibir cia dengan ciumannya " Ini maksudku "


Haah


Cuup, darien Mel**** lagi bibir atas dan bibir bawah cia dengan lembut, kemudian lidahnya dengan sigap menyelinap masuk mengajak lidah cia untuk bertarung


5 menit sudah berlalu tapi tidak ada tanda-tanda darien akan berhenti, cia memukul-mukul dada darien tanda ia sudah mulai kehabisan nafas " Haahh...haah " dan akhirnya ciuman kami terlepas, dengan rakus cia menghirup kasar oksigen di sekitarnya, sedangkan Darien, ia dengan santainya menaruh kepalanya ke atas bahu cia,


Baru saja cia bisa bernafas lega, bibir darien sudah bergerak lagi, kini lehernya yang menjadi sasarannya


" Aaah dari---mmm " suara nakal itu terus keluar dari mulut cia tanpa cia minta, rasanya sekarang gairah sudah mengambil alih tubuhnya


Cuup


Cup


Cup


" Aaah dari---en "


Darien menyeringai " Aku suka desahanmu sayang" bisik darien didepan leher cia, membuat cia semakin tidak bisa berpikir jernih lagi,


Ciuman darien semakin turun kearah dada cia, tanpa cia sadari, kini dress yang sedang di pakainya sudah tergantung begitu saja di pinggangnya


" Dari--mm " cia menjambak lembut rambut darien yang sedang asik bermain dengan kedua dadanya


***


puas bermain dengan dada cia,darien memutuskan untuk berhenti sebelum ia sendiri yang akan menderita karena tidak bisa menahan diri,


Melihat cia dengan tampilan yang acak-acakan, membuatnya ingin menyerangnya lagi, tapi ia urungkan, ia harus segera berangkat ke new York


Ia kaitkan kembali kaitan bra cia kemudian mengusap bibir cia lembut dengan ibu jarinya

__ADS_1


Cup " Tunggu aku " Kemudian darien bangkit meninggalkan cia yang masih terkapar tak berdaya karena ulahmya, bahkan nafasnya saja masih ngos-ngosan


" Dasar bre***** " umpat cia, ia merasa menjadi wanita panggilan sekarang


__ADS_2