Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Prepare


__ADS_3

Masih di Restoran Seol Hottel.


Keterkejutan Ara mengundang perhatian di meja tempat Momy dan Dady nya reuni dengan para sahabatnya.


Sora yang melihat keterkejutan keluar dari riak puteri dan sahabatnya pun memandang heran. Begitupun dengan sahabat satunya.


"Sayang, Jeng kalian saling kenal?" Tanya So Ra yang tak sabar mengatasi rasa penasarannya.


"Iya, Mom."


"Iya, Jeng."


Jawab Ara dan sahabat So Ra bersamaan. Sena menatap Ara tersenyum senang.


"Astaga, Bella kamu makin besar makin cantik saja." Ucap Sena terharu memandang Ara yang baru Ia ketahui jika gadis yang dulunya anak rumah panti. Ternyata puteri dari sahabatnya.


Ara beranjak berdiri menghampiri Sena. Di ikuti Sena yang berdiri dari duduknya.


Mereka berpelukan seperti ibu dan anak yang sudah lama tak berjumpa. So Ra yang melihat pun terharu dengan kedekatan mereka. Begitu pun dengan yang lain.


Ara mengurai pelukannya dengan Sena. Lalu kembali duduk di kursi semula.


"Mom, jadi Tante Sena itu dulu sempat tinggal dekat rumah panti. Ara sering main ke rumahnya. Malah Ara sering banget numpang makan. Xixi. Tante Sena itu udah seperti Mama buat Ara saat kecil dulu." Jelas Ara menggebu saat mengingat kenangannya dulu bersama keluarga Sena.


So Ra terenyuh dengan kedekatan puteri dan sahabatnya itu.


"Berarti kamu kenal dengan kedua putera Sena?" Tanya So Ra.


Ara menatap sang Momy dan Sena bergantian lalu mengangguk membenarkan pertanyaann Momy nya.


"Mereka itu dulu sangat dekat, Jeng. Bahkan terlihat seperti kakak adik. Malah putera keduaku, Bryan yang sangat possessive pada Bella. Iya kan, Sayang?" Ucap Sena menggebu - gebu terlihat senang ketika mengingat kenangan dulu.


Ara hanya bisa mengangguk mengiyakan karena tak ingin Tane Sena dan suaminya, Paman Damian mengetahui keadaan hubungannya dan Bryan yang tak baik - baik saja.


Sora, suaminya dan kedua sahabat lainnya mengangguk faham mengetahui kedektan Ara dan keluarga sahabatnya. Sena dan Damian.


"Oh iya, Sayang. Terus kamu kok bisa datang sama Diego? Apa kalian juga saling kenal?" Tanya Sora dengan tatapan selidik pada puterinya dan putera sahabatnya. Marisa. Yang bernama Diego.


Momy So Ra sedari tadi sudah melihat interaksi puterinya dan Diego. Putra sahabatnya. Dari mulai masuk dengan bergandengan tangan. Kedekatan mereka saat makan. Dan dari pancaran mata Diego, So Ra menangkap tatapan tak biasa.

__ADS_1


Bukan tatapan biasa terhadap teman. Tapi lebih dari itu.


So Ra merasa tak rela jika puterinya telah mendapatkan tambatan hati. Pastilah waktu kebersamaannya akan semakin berkurang.


Meski begitu, So Ra tak bisa egois terhadap puterinya. Ia pun akan sangat senang jika sang puteri memiliki hubungan dengan putera sahabatnya. Ia tak perlu terlalu khawatir karena Ara bersama lelaki yang bisa di percaya.


Diego terlihat tersenyum. "Dekat Tante. Sangat Dekat. Die tahu luar dalamnya Ara." Ucap Diego membuat ke tiga pasang paruh baya itu terbatuk bersamaan.


Sedangkan Ara melotot ke arah Diego dengan tatapan tajamnya. Diego brigidik ngeri melihatnya seraya menelan salivanya susah payah.


Salah jika Ia membangunkan singa betina yang suka ngambekan. Bisa kena batunya dia.


"Eh, ma-maksud Die, Die tahu baik buruknya dan kebiasaan Ara, Tante. Kebiasaan jorok Ara pun Die tahu." Diego tersenyum mengejek ke arah Ara.


Yang pastinya membuat Ara kesal dan tak segan mencubit pinggang cowok di samping kirinya ini..


"A aw ya ya ampun, Ra. Ampun. Geli sumpah."


Ara menghentika cubitannya. Para orang tua menggeleng geli dengan kelakuan anak muda di hadapan mereka.


"Sampai ketemu nanti malam ya, Jeng." Ucap So Ra setelah mereka menyelesaikan acara makan dan reuni kecil - kecilan.


"Bella sayang. Tante pulang dulu yah, kita ketemu lagi nanti malam, hm." Ucap Sena setelah memeluk Ara.


"Kamu pasti nanti malam semakin cantik. Sampai ketemu lagi nanti malam, sayang." Ucap Marisa memeluk Ara.


Ara hanya mengangguk karena tidak faham maksud kedua sahabat sang Momy.


"Cil, nanti kita ketemu lagi ya. Dandan yang cantik, ntar gue ajak kencan." Ucap Diego yang masih sempat membuat Ara kesal.


"Kencan kencan. Mandi dulu sono, biar gak berubah jadi katak. Wlee." Ucap Ara meledek Diego.


Ara terbelalak ketika sahabat lucknutnya itu memberikan kiss jauh padanya.


"Haiiissss." Kesal Ara menghentakkan kakinya. Sedangkan Momy dan Dady terkekeh melihat kekesalan sang puteri.


"Sudah - sudab, kita ke butik sekarang buat ambil gaun Kamu dan Momy" Ucap Dady.


Ara dan Momy So Ra berjalan di depan Dady keluar dari Seol Hottel. Menaiki mobil mewah sang Dady yang di kendarai paman asisten Dady nya.

__ADS_1


Butik terkenal di ibu kota yang namanya sudah sampai ke luar negeri menjadi tujuan sang Momy.


Mereka bertiga turun dengan di ikuti paman asisten di belakang.


"Selamat siang, Tuan Nyonya. Ada yang bisa kami bantu?" Sapa karyawan butik sopan.


"Saya mau ambil pesanan gaun Saya. Atas nama So Ra." Ucap Momy So Ra ramah.


Karyawan itu mengangguk lalu mengajak mereka ke ruangan lainnya. Saat sedang meneliti gaun pesanan. Seorang wanita cantik seusia Momy So Ra mendekati mereka.


"So Ra. Astagaaa kamu datang langsung buat ambil gaunnya?" Momy So Ra mengangguk tersenyum.


Wanita yang di ketahui pemilik butik itu menangkap sosok Ara.


Momy So Ra yang faham tatapan sahabatnya yang kepo pun mengenalkan Ara pada pemilik butik.


"Oh ya ampuuuuun pantas aja mukanya gak asing. Jiplakan kamu dan Si Won Won ini mah." Momy So Ra terkekeh mendengar ucapan sahabatnya.


Sedangkan Ara tersenyum. Dan sang Dady? Tentu saja bersama paman asisten tak lain tak bukan pasti sedang membicarakan masalah kerjaan.


"Kalau gitu ini aku ambil ya, Deb. Mau prepare buat acara nanti malam. Sekali lagi thank you so much udah mau di repotin." Wanita si pemilik butik itu mengibaskan kedua tangannya di depan wajahnya.


"It's oke. Kayak ke siapa aja. Lagian aku seneng kok bisa berguna buat sahabat aku yang satu ini." Ucapnya.


"Iya iya. Kalau gitu kita pamit ya, Debby. Nanti malam wajib datang. Jangan absen lagi." Ucap Momy So Ra memaksa membuat Debby - pemilik butik sekaligus sahabat So Ra - menekuk wajahnya.


"Tante, aku pamit pulang ya. Mari Tante." Ucap Ara sopan di angguki Debby seraya tersenyum manis mengantar kepergian mereka.


"Mom, memang nanti malam ada acara apa?" Tanya Ara penasaran.


Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil perjalanan pulang ke mansion.


"Kejutan sayang." Ucap sang Dady mendahului Momy.


Ara mencebikka bibirnya pasrah. Dan menikmati perjalanan pulang mereka.


***


Thank you for reading cerita ini. See you di chapter selanjutnya guuuuyyyyyssssssssss

__ADS_1


__ADS_2