Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
On The Way Mansion Dominic


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kriiiiiiiing


Ara menggeliat dalam tidurnya. Perlahan membuka mata dengan manik biru saphire indahnya.


Ara tersenyum melihat Bryan yang masih tidur pulas itu. Terlihat seperti bayi jika Bryan sedang tidur. Perlahan, Ara memindahkan lengan Bryan yang menindih perutnya.


Tak


Ara mematikan alarm di nakas samping kanannya.


Saat Ara akan bangun, Bryan sudah lebih dulu menariknya kembali hingga jatuh menimpa dada bidang cowok itu.


Ara mengerjap cepat. Lalu menepuk - nepuk dada Bryan.


"By, lepas iiih. Aku kebelet niiiih." Ucap Ara yang memang ingin pergi ke kamar mandi. Selain panggilan alam, Ara juga sekalian melakukan rutinitas paginya.


"Hmm." Gumam Bryan melepaskan rengkuhannya lalu kembali mengeratkan selimut sampai menutupi setengah wajah tampan itu.


Ara bergegas masuk ke walk in closset lalu berlari ke pintu bathroom disana. Hanya 15 menit Ara bersih - bersih, setelahnya Ara memakai skincare paginya.


15 menit kemudian Ara keluar dengan mengenakan setelan jumpsuit celana dan kaos polos warna putih tulang. Setelah memasukkan beberapa keperluan selama menginap di kediaman Dominic, Ara berjalan ke arah lemari sandal dan sepatunya.




...(credit by pinterest)...


Tatapannya tertuku pada sandal tali teplek. Kayaknya lebih nyaman pakai sandal, kaki bisa bernafas lega. Karena untuk sneakers, Ara sudah memasukkannya ke dalam kope


Selesai dengan perlengkapan menginapnya, Ara keluar dari walk in closset. Terlihat Bryan yang masih tergeletak di kasurnya.


"By, By, bangun. Udah jam 6 niih, ayo bangun. Mau anterin Dady dan Momy sama Abang - Abang ke airport kan." Ara menggoyang - goyangkan badan Bryan sampai terbangun.


"Hm, yaudah Aku mandi bentar yah." Ucap Bryan turun dari kasur berjalan ke arah walk in closset.


Sambil menunggu Bryan yang sedang mandi, Ara membereskan tempat tidurnya, melepas bed cover dan sarung bantal di masukkan ke laundry bucket yang ada di samping pintu.


Ceklek


"Beb." Panggil Bryan.


Ara yang baru saja menaruh kain kotor pun segera menghampiri kekasihnya yang baru saja keluar dari walk in closset.


"Kenapa, By?" Tanya Ara.


Bryan terlihat memakai baju lain dari yang semalam. Sweater hitam dan short pants jeans hitam, sandal hitam dan topi hitam.


Serba hitam.

__ADS_1



...(credit by pinterest)...


Anggaplah Dia sudah bangun ya saaaaay.


"Hehe, kirain Aku di tinggal." Ucap Bryan terkekeh. Ara menggelengkan kepalanya pelan.


"Yaudah, yuk ke bawah." Ajak Ara menarik lengan Bryan keluar dari kamarnya.


Ceklek


"Pagi Nona Muda, Tuan Muda." Sapa pelayan dengan membungkukkan badannya sedikit.


"Pagi juga." Sapa Ara balik seraya tersenyum ramah. Berbeda dengan Bryan yang berubah ke setelan awal. Manusia kutub.


Ara dan Bryan memasuki lift lalu Bryan menekan angka 1 ke lantai living room dan ruang makan.


Ting


Ara dan Bryan keluar dari lift bergandengan berjalan ke tempat meja makan di luar. Disana sudah ada Adelard, Axel dan Ansel.


"Pagi Hyung." Sapa Ara tersenyum pada ketiga kakaknya.


"Pagi, princess." Ucap ketiga kakaknya.


Ara duduk di hadapan Axel dengan Bryan yang duduk di samping kanannya.


"Dady dan Momy masih siap - siap. Kalo Akio kayaknya belum bangun." Jelas Ansel.


Ara menganggukkan kepalanya.


Mereka masih belum memulai sarapan, karena menunggu orang tua mereka datang dulu. Mendahulukan yang lebih tua merupakan etika yang diajarkan Momy pada mereka.


"Pagi anak - anak." Sapa Dady dan Momy.


"Pagi Dady, Momy."


"Pagi Om, Tante."


Jawab mereka bersamaan. Dady dan Momy duduk di kursi meja makan. Momy langsung menyiapkan sarapan untuk Dady.


"Loh, Akio mana?" Tanya Dady saat anaknya kurang satu.


"Belum bangun, Dad." Ucap Ansel. Dady menggelengkan kepalanya pasrah. Anaknya yang satu ini benar - benar.


"Yasudah lah kita sarapan duluan aja. Momy takut telat nanti flightnya." Ucap Momy So Ra.


Mereka pun sarapan dengan tenang. Selesai sarapan, tepat pukul 7, mereka keluar mansion berbarengan. Mobil yang akan mengantar Dady, Momy dan tiga Abang Ara ke bandara sudah siap di depan teras. Begitu pun dengan mobil sport car Bryan.


"Hati - hati ya Mom, Dad, Hyung. Sering - sering telpon Aku." Ucap Ara setelah berpamitan.

__ADS_1


"Iya, princess. Hyung pasti akan sering - sering telpon Kamu." Ucap Axel lembut namun tatapan tajam yang mengarah pada Bryan.


Bryan mengangkat kedua alisnya, pura - pura gak tahu.


"He em."


"Kamu baik - baik ya di rumah Bianca." Ucap Momy So Ra.


"Bryan, jagain puteri Om." Ucap Dady yang lebih dominan perintah mutlak.


"Siap, Om." Jawab Bryan tegas.


Mereka pun menaiki mobil berbeda. Mobil yang mengantar keluarga Ara ke bandara melaju lebih dulu. Di susul mobil Bryan.


"Beb, langsung ke rumah aja gak apa - apa kan? Dari tadi Momy udah miss call terus." Ucap Bryan.


Ara mengangguk setuju. "Boleh." Jawab Ara singkat.


Bryan mengusap puncuk kepala Ara sayang. Ara tersenyum menatap Bryan.


***


"Kamu gak ada yang mau di beli dulu?" Tanya Bryan ketika mereka sudah di pertengahan jalan.


"Mm boleh deh, beli apa ya kira - kira?" Ara terlihat berfikir.


"Biasanya Momy Bianca suka apa, By?" Tanya Ara pada Bryan.


"Momy? Apa aja suka sih, kayak Kamu gak neko - neko." Ucap Bryan karena kesukaan sang Momy memang banyak, hampir semua makanan disukai. Bahkan semur jengkol.


"Kalo gitu kita beli bakso geprek aja." Ucap Ara yang bingung mau beli apa.


Bryan menganggukkan kepalanya. Setelah menemui kedai terdekat, Ara dan Bryan turun dari mobil bersamaa. Gak lupa dengan Bryan yang merengkuh pinggang Ara.


Awalnya biar Bryan saja yang pesan. Ara duduk di dalam mobil. Namun kekasihnya itu keukeuh ingin ikut keluar.


Selesai dengan bakso geprek aneka rasa, Ara dan Bryan melanjutkan perjalanan kembali ke kediaman Dominic.


30 menit kemudian mereka sampai di depan gerbang hitam tinggi dengan ukiran rumit. Pintu gerbang terbuka setelah security melihat cctv yang menampilkan mobil anak majikannya.


Ara yang baru pertama kali berkunjung ke kediaman Dominic pun kagum dengan gaya design mansion ini. Memang tak lebih luas dari mansion Arthuro, namun bedanya mansion Dominic lebih ke castle house.


Terasa seperti mencerminkan aura kerajaan.


"Turun yuk, Beb." Ara mengangguk setelah sadar dari kekagumannya.


Ceklek


Pintu besar mansion terbuka dan muncullah Momy Bianca yang heboh menyambut calon menantunya.


"CAMEN MOMYYYYY."

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2