Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Album


__ADS_3

Rumah besar 4 lantai dan sangat luas, entahlah Ara mungkin akan tersesat jika tak di minta untuk berkeliling oleh Mamy bersama ke empat Hyungnya.


Ah yah, Hyung ke empatnya meminta Ara memanggil mereka hyung karena mereka memang memiliki darah korea meski belum pernah datang ke negara leluhurnya itu.


Rumah Dady itu kalo Ara tak salah bergaya klasik. Banyak ruangan berpintu, sedangkan ruangan umum seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur bersih, perpustakaan di buat terbuka.


Ara semakin suka ketika ada kolam renang di belakang rumah dan taman. Ada lapangan juga, basket dan badminton juga tenis bola. Bisa futsal juga.


Ada halaman hijau sangat luas. Ara yakin jika itu untuk bermain golf. Waahh keluarganya memiliki selera tinggi.


Meski Ara tumbuh dengan kesederhanaan, tapi Ara juga tak bodo - bodo amat dengan kehidupan rich family. Karena sahabatnya juga termasuk dari keluarga rich.



^. Anggaplah ada tamannya yaah di belakang rumahnya xixi .^


Ara semakin tercengang ketika Hyung ke empatnya mengajak ke lantai paling bawah. Rute kedua setelah berkeliling lantai ruang dua.


"Ini, parkiran?" Tanya Ara polos membuat empat hyungnya terkekeh. Bahkan Hyung lempengnya pun tak luput dari penglihatan Ara saat sedang tersenyum.


"Ini garasi sayang." Ucap si Hyung lempeng singkat padat jelas seraya mengusap rambut panjang Ara.


"Garasi? Kayak parkiran mall aja. Ini semua kendaraan siapa aja?" Tanya Ara semakin penasaran.


Pasalnya satu lantai paling bawah digunakan untuk garasi. Tapi kayaknya gak satu lantai juga. Karena Ara melihat ada ruangan tembok di pojok lantai itu.


"Kendaraan kita sayang. Milik Dady, Mamy, Kami berempat. Punya mu juga udah Dady siapin. Ada mobil van juga tuh kalo kamu mau kita piknik sekeluarga." Ara membuka mulutnya lebar.


Shock? tentu saja. Sekaya apa keluarganya ini. Sampai - sampai mobil mewah, motor sport, mobil motor antik dapat di rauk begini.

__ADS_1


"Tutup mulutnya, Baby hihi." Ara langsung mengatupkan mulutnya saat Ans Hyung, Kakak ke tiganya mengusap mulut terbukanya.


"Lalu itu ruangan apa, Hyung?" Tanya Ara. Ke empat Hyungnya mengalihkan pandangannya yang semula hanya tertuju pada Ara.


"Ooh, itu ruanganku." Ucap Hyung ke empat, Akio dengan bangga.


"Bisa di pakai bersama juga sih. Tapi lebih sering Aki yang pakai." Ucap Add Hyung


Akio mendelik kesal. Xixi Ara sudah tau jika hyungnya ini gak mau di panggil 'Aki'. Menurutnya nama Akio sudah keren, tapi di panggil 'Aki'. Karena aki berarti kakek kakek. Wkwkwk


"Waaaah ruangan apa sih, Hyung? Pengen liiaaaat." Rengek Ara mengalihkan pembicaraan yang bau - baunya akan ada perdebatan di antara hyungnya.


Btw mereka udah akrab yah, setelah dari sekolah perjalanan ke rumah dady mereka habiskan untuk mengobrol. Dari situ Ara jadi gak canggung lagi. Memang pada dasarnya Ara tipikal orang gampang beradaptasi.


Akio tersenyum lebar. Lalu menggandeng tangan Ara untuk memasuki lift. Saat akan berbelok ke ruangan yang dibicarakan Akio tadi. Sebuah suara sudah menginterupsi mereka terlebih dahulu.


Kenapa harus lift padahal satu lantai dengan garasi? Karena pintu masuk ruangan itu ada di lantai 2.


Ara melongo di buatnya sedangkan ke empat hyungnya menggaruk tengkuk yang tak gatal seraya tersenyum malu.


'Bukan Mamy gue' . Batin mereka bersamaan.


Ara tersenyum lebar. "Kirain Ara kalian bakalan formal gitu. Ternyata enggak. Untunglah gak memboringkan." Ucap Ara tersengum lebar terkekeh seraya berjalan mendahului ke empat hyungnya.


Ke tiga Prince mengalihkan pandangannya ke arah Prince ke dua dengan tatapan mengejek. Ax menatap mereka satu per satu dengan satu alis terangkat.


"Apa?" Tanya Ax datar.


"Princess gak suka yang memboringkan." Ucap Akio mengejek di angguki Ans dengan lidah menjulur.

__ADS_1


Sedangkan Adellard hanya menggelengkan kepalanya.


Di antara empat Prince yang terlihat sangat dewasa justru Ax, Prince ke dua. Meski Adellard juga terlihat dewasa tapi tidak se datar Axel. Masih ramah lingkungan. Menurut Ara.


Lebih hangat pembawaannya.


Axel mengangkat bahunya acuh lalu menyusul Ara berjalan menuju ruang makan. Di susul Ad, Ans, dan Akio.


Sepertinya mereka tak perlu khawatir. Adik bungsu mereka akan tersesat. Sekali di ajak berkeliling dan memberi tahu ruangan dan tata letak rumah mereka, Ara sudah hafal dengan jalannya.


Ternyata kabar Princess sangat pintar benar adanya. Batin mereka kompak.


Masuk ke ruang makan sudah ada dua art yang membantu sang Mamy menyiapkan makan malam ke meja makan.


Ara tersenyum ramah dan sopan pada dua art itu. Di balas senyum dan badan sedikit membungkuk pada Ara juga menyambut kedatangan anak - anak majikannya.


"Waaaaaaah banyak banget makananya, Mam?" Ucap Ara lebih ke pertanyaan pada sang Mamy.


Mereka duduk di kursi masing - masing seraya menunggu kedatangan sang Dady.


"Khusus buat kamu, sayang. Mamy di bantu bibi masak banyak." Ucap Mamy tersenyum hangat pada puterinya yang duduk di samping kanannya.


"Oiya, Mam. Mamy punya album waktu Aku kecil?" Tanya Ara antusias. Jika ada Ia ingin melihat potret ketika Ia bayi dulu.


"Ada, nanti selesai makan malam kita liat sama - sama." Jawab sang Mamy seraya mengusap surai Ara lembut.


"Dady juga akan menceritakan bagaimana Kamu bisa ada bersama Maya." Ucap seseorang dengan suara barithone turun dari tangga.


...........................................................**Bersambung

__ADS_1


,★⌒ヽ(●^、^●)Kiss**!


__ADS_2