Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Menjauh


__ADS_3

Gak kerasa sebentar lagi para siswa siswi AIHS akan melaksanakan ujian akhir sekolah. Setelah bulan kemarin mereka melakukan ujian nasional.


2 hari menuju UN. Lalu setelahnya akan ada classmeet sebelum kelulusan.


Saat ini di kediaman Arthuro sedang ramai dengan pesta kecil - kecilan. BBQ an. Ide dari Momy So Ra, katanya supaya gak stress belajar terus. Sebelum UN harus seneng - seneng.


Maka Ara mengundang empat sahabatnya. Begitu pun dengan Akio, mengungdang empat sahabatnya. Namun sampai saat ini baru tiga yang datang. Satu sahabatnya belum muncul juga, bahkan makanan sudah akan matang.


"Kemana sih Bryan, lo gak bareng Dia tadi?". Tanya Akio pada Chio yang duduk di sebelahnya setelah menyiapkan minuman kaleng dari kulkas.


Chio mengangkat bahunya. "Gak tau, Bro. BoNyoknya aja sering kali telpon gue nanyain Dia nginep di rumah gue atau enggak. Udah berkali - kali Dia ngilang ada kabar, tau tidur dimana. Giliran pas pulang, di tanya mingkem." Jawab Chio yang juga di buat kesal dengan kelakuan sahabatnya, Bryan.


"Gue sih yakin yah, Uncle Dom tahu dimana dan kenapa si Bryan. Mana mungkin orang kaya Uncle Dom gak bisa nyari tahu." Ucap Chio.


Akio menganggukkan kepalanya. Namun Dia hanya diam. Bukan berarti Dia gak bisa cari tahu sendiri. Terlalu malas mengurusi seorang Bryan.


Sepertinya mereka lupa sesuatu. Mungkin sebentar lagi mereka akan terkejut jika sesuatu yang mereka kira sudah selesai akan muncul kembali dengan hal tak terduga.


"Tuan, Nyonya, ada Tuan muda Bryan di depan." Lapor seorang pelayan.


So Ra dan Shi Won mengalihkan pandangannya.


"Yasudah, suruh masuk aja bi." Ucap So Ra.


"Anu, Nyonya. Tapi Tuan muda Bryan tidak datang sendiri. Ada seorang balita yang ikut bersamanya." Ragu pelayan itu tetap melaporkan situasinya.


"Biarkan mereka masuk." Suara dingin bernasda berat itu yang menjawab.


Pelayan langsung undur diri untuk mengantarkan tamu majikannya.


So Ra menatap sang suami dengan kerutan di dahinya. Shi Won yang melihat itu menghela nafasnya pelan.


"Sudah, nanti lagi kita bahas." Ucap Shi Won pelan.


Yah, Dady Ara sudah tahu permasalahan antara putrinya dengan putra sahabatnya itu ketika pertama kali melihat perubahan Ara yang hubungannya merenggang dengan Bryan.


Sementara itu, Ara yang saat ini tengah berkumpul dengan sahabatnya di sisi lain tengah merayu Ara untuk menyanyikan satu lagu malam ini. Itung - itung hiburan.


Akhirnya Ara menyerah, daripada kulitnya habis di jawil - jawil sahabatnya lebih baik Ara melarikan diri. Ara berjalan menuju piano yang sengaja Dady letakan di backyard kediaman Arthuro.



...(Credit by pinterest)...


Irama piano sudah mengalun merdu. Membuat semua pasang mata menarik minat pada Ara yang duduk di depan piano.


Termasuk dua orang beda generasi yang baru saja menapakkan kakinya di halaman belakang kediaman Arthuro.


Indah waktu itu


Saat semua terlihat baik saja


Ternyata cerita kita


Tak seindah yang pernah kubayangkan


Ku tahu perasaanmu itu berbeda denganku


Mengapa ku tetap percaya janjimu?

__ADS_1


Apa lagi yang kamu mau?


Semua sudah kuberi, walau t'rus disakiti


Mungkin tak akan lama


Kita terus bersama, lalui semua berdua


Ternyata cintamu selama ini


Begitu besar dan tulus hanya untuknya


"TEGA TEGA TEGAAAA." Heboh teriakan empat sahabat Ara. Setelah sadar akan kehadiran Bryan.


Menyindir ceritanya.


Sudah waktunya untuk pergi (tinggalkan semua)


Tinggalkan semua kenangan antara kita


Mengapa kau begitu tega


Bermain di belakangku?


Apa lagi yang kamu mau?


Empat sahabat Ara ikut bernyanyi dengan suara lantang.


Oh-oh


Apa lagi yang kamu mau?


Semua sudah kuberi, walau t'rus disakiti


Mungkin tak akan lama


Semua sudah kuberi, walau t'rus disakiti


Mungkin tak akan lama (terus bersama)


Kita terus bersama, lalui semua berdua


Ternyata cintamu selama ini


Begitu besar dan tulus


Saat akan mengakhiri nyanyiannya, Ara melihat kehadiran Bryan dan seorang gadis balita di gendongannya.


Ternyata cintamu selama ini


Begitu besar dan tulus


Hanya untuknya


Tes


***


Prok

__ADS_1


Prok


Prok


Ara tersadar dengan suara tepukan tangan. Segera berbalik seraya mengusap air matanya.


Ara kembali duduk di meja tempat empat sahabatnya. Sedangkan Bryan menghampiri tuan rumah. Memberi salam meski tatapan kedua orang tua itu seperti tak bersahabat kepada Bryan.


Sementara riak wajah terkejut terpancar dari empat sahabat Bryan. Dan wajah menyebalkan dari ke empat sahabat Ara.


Setelah Dady Ara mempersilahkan Bryan untuk duduk. Bryan berjalan menghampiri empat sahabatnya, meski ada kecanggungan.


"Zi gak boleh nakal yah. Duduk disini, Ok?". Ucap Bryan pada balita yang di bawanya.


" Oke Dady." Ucap Balita perempuan itu dengan patuh.


"Bro." Panggil Chio. Bryan mengalihkan pandangannya pada empat sahabatnya seraya menghela nafasnya pelan.


"Jadi tiga bulan lo selalu ngilang karena ini? Lo udah janji gak akan berurusan sama cewek itu, Bryan." Ucap Farel pada sepupunya ini.


"Gue gak sengaja ketemu dia waktu itu, dan Ziva tiba - tiba aja langsung nyamperin gue dan bilang mau ikut gue aja. Mana gue tega sama anak kecil." Ucap Bryan.


"Tapi lo tau kan, cewek itu terobsesi sama lo? Kalo dia manfaatin anak itu untuk bisa deketin lo lagi, mau gimana? An*** lo." Umpat Chio.


"Dia gak akan bisa deketin gue lagi, dia udah di paksa merried sama si Zack." Jelas Bryan singkat, padat dan jelas.


Akio hanya mendengarkan penjelasan sahabatnya itu. Awalnya Ia ingin memberikan bogem mentah kala Bryan duduk di meja mereka, tapi Chio sudah menahan dan menenangkannya untuk mendengar dulu penjelasan dari Bryan.


"Terus kenapa lo bisa ketemu sama cewek itu dan anaknya di jakarta? Bukannya kalo si Zack udah maksa cewek itu buat merried, harusnya mereka di Inggris kan?". Tanya Farel dengan kebingungan.


Fyi, Chio dan Farel tahu masalah Bryan ini ketika dulu mereka berlibur ke Inggris. Dan bertepatan dengan masalah yang menimpa sepupu mereka.


"Katanya dia mau nyoba kabur, dia bilang gak tahan sama si Zack. Awalnya minta bantuin gue buat bawa Dia kabur, mana mau lah gue. Gue udah ada Bela disini. Eh pas Ziva nyamperin gue, bodyguard yang di kirim Zack justru nyamperin kita. Tadinya mereka berdua mau di bawa balik, cuman Ziva yang gak mau. Dia pengennya sama gue. Ya gue telponlah si Zack, gue jelasin semuanya. Sampai si Zack ngijinin anaknya buat tinggal sama gue sementara, sampai Dia dan bininya nyelesein masalah mereka." Ucap Bryan panjang lebar jelasin semua kronologinya.


"Sialan lo, kenapa lo gak ngomong aja sama adek gue. Etdaaaah bocaaah, lo kira adek gue apaan heh, tinggal ngomong, jelasin yang sebenernya, Dia juga pasti ngerti." Kesal Akio.


Yah, satu yang gak mau Bryan sampai gegabah. Ia juga masih ragu apa iya si Zack udah tobat. Secara Bryan dan Zack adalah musuh bebuyutan selama di inggris. Ia juga awalnya kurang yakin dengan Becca (Emaknya Ziva). Ia setuju - setuju aja untuk membiarkan Ziva bersamanya sementara Ia juga mengutus orang kepercayaannya untuk menyelidiki kejadian waktu itu.


Dan selama itu pula, Bryan menahan diri untuk bicara pada Ara. Karena menurutnya, akan aman jika Ia menjauh sejenak dari Ara. Ia hanya tak ingin Ara terluka.


Sementara itu, Ziva yang tidak diperhatikan oleh Bryan dan teman - temannya berjalan menjauh, mendekati kumpulan Ara dkk.


Tiara yang sadar ada yang menghampiri mereka pun melihat ke depan, lalu menyenggol lengan Manda yang di sampingnya.


"Ra." Panggil Manda seraya menunjuk seseorang dengan dagunya.


Ara, Mega dan Rain kompak penasaran mengalihkan pandangannya.


"Aunty." Panggil Ziva lirih seraya meremat - remat jari jemarinya yang lentik.


Ara yang sadar akan ketakutan anak itu pun memanggilnya untuk mendekat ke arahnya. Rain dan Mega sontak langsung bergeser. Untunglah sofanya panjang.


"Hai manis, ada apa kamu kesini?". Tanya Ara lembut.


"Mau minta maaf." Ucap Ziva pelan dengan suara imutnya.


Ara terheran - heran dengan jawabannga. Menatap satu - satu sahabatnya. Mereka kompak mengangkat bahu masing - masing.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2