Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Confused Dan Fakta Apa?


__ADS_3

Masih di kantin dengan suasana mencekam bagi Ara. Empat laki - laki tampan berdiri menjulang tinggi di hadapan Ara.


Ara masih menatap bingung dengan kehadiran mereka. Begitupun dengan sahabat - sahabatnya dan Chiro. Dan menimbulkan keheranan juga cibiran dari warga kantin SMA Arthuro.


Pasalnya empat putera pemilik Yayasan Arthuro menghampiri seorang Ara. Memang sih cantik, baik, ramah, hanya mereka tahu latar belakang seorang Ara.


Yang menurut mereka gak mungking banget orang berkepentingan macam putera seorang kaya raya menemuinya.


Ichiro berjalan kembali menghampiri Ara. Takutnya ada masalah yang menghampiri Ara.


"Ini ada apa ya?" Tanya Ichiro pada ke empat lelaki itu dan membuat ke empat sahabat Ara tersadar dari keterkagumannya.


"Kamu Princess?" Tanya salah satu dari mereka pada Ara. Tak menghiraukan pertanyaan Ichiro.


Ara berdiri di ikuti ke empat sahabatnya. Ara masih menatap bingung dengan ke empat lelaki di depannya. Mereka tahu namanya? Mereka salah orang mungkin. Yang namanya Princess kan banyak. Pikir Ara.


"Iya, namaku Princess. Ada apa yah?" Namun tetap Ara menjawab pertanyaan salah satu lelaki tadi yang paling tinggi.


Ara sudah ketakutan setengah mati. Pasalnya dia takut dikeluarkan dari sekolahan international elit ini. Yang mana dia sudah susah payah masuk karena beasiswa.


Jika Ia dikeluarkan secara tak terhormat. Amsyong syudah, Ia akan susah di terima di sekolah international lain.


"Princess, Prin - cess Arabella?" Tanya lelaki lainnya tergagap menatap Ara dengan mata berkedip.


Ara hanya mengangguk membenarkan. Lalu Ara di buat terkejut saat itu juga. Di barengi suara riuh warga kantin dan bahkan siswa siswi Arthuro yang berkerumun di luar kantin karena kantin sudah sangat sesak.


Dan Ara baru menyadari hal itu. Langsung saja Ara berusaha melepaskan pelukan itu. Namun Ia kesusahan. Gimana enggak susah, kalo yang meluk Ara empat lelaki yang tubuhnya kekar, tinggi, ada yang gak terlalu tinggi juga sih 😳.


Empat sahabat Ara dan Chiro yang menyadari jika sahabat mereka tak nyaman, langsung saja berusaha melepaskan pelukan teletubis itu.


Hah Hah Hah


Ara melotot pada empat lelaki tampan di depannya saat berhasil terlepas. Tak ada tatapan bersalah dari empat lelaki itu. Yang ada mata mereka memancarkan kebahagian dan haru secara bersamaan, meski dengan raut wajah berbeda - beda.


Yang tinggi dengan wajah ramahnya dan senyumnya. Yang di sampingnya, wajah datar, lempeng, kayak triplek, tapi matanya tak bisa membohongi seorang Ara. Ada rasa bahagia di sana. NJ


Lempeng amat macam si Titi. (Tiara maksudnya. Ara kalo lagi sebel gitu tuh, suka landi - landi sahabatnya).


Sampingnya lelaki lempeng, ada lelaki yang wajahnya hampir mirip dengan lelaki lempeng tadi. Sedang tersenyum dengan lesung pipi nya. Ini sih tak kalah ramah sama lelaki jangkung tadi.


Lalu yang ke empat, ada lelaki jangkung persis dengan lelaki pertama tadi. Dia juga tak kalah ramah.


Ke empat lelaki itu memiliki wajah yang tak banyak kemiripan. Meski begitu, ke empatnya merupakan kakak adik kandung, hanya saja wajah mereka tak banyak yang mirip dengan kedua orang tuanya. Ada yang mirip dengan kakek neneknya, om tantenya.


Back to Topic


Masih dengan keheranan Ara dan ke empat sahabatnya - setelah mengesampingkan keterkaguman mereka tentunya - juga Chiro serta tak di pungkiri, seisi kantin pun ikut heran.


Pasalnya, ke empat lelaki itu tau nama lengkap Ara. Dan mereka mulai di hantui berbagai macam pikiran.

__ADS_1


"Kita akan jelaskan tapi tidak di sini." Ucap si lelaki lempeng seraya menarik lembut tangan Ara.


Ara yang masih syok tak bisa menolak dan mengikuti kata hatinya untuk ikut dengan mereka. Jangan lupakan, sahabat - sahabatnya yang setia kawan, juga Chiro tentunya. Mereka mengekor di belakang Ara dan Empat Prince. Jaga - jaga jika terjadi sesuatu yang tak diharapkan kepada Ara.


Sedangkan di ruang kepala sekolah, ada beberapa orang yang sedang menatap layar cctv yang menampilkan keadaan kantin.


***


"Astaga, anak kamu Mam kalo udah kayak gitu. Gak sabaran." Gerutu seorang lelaki tampan berwibawa di usianya yang sudah tak lagi muda.


Menatap layar cctv besar yang tertempel di dinding. Melihat bagaimana putera - puteranya memang memiliki sifat tak sabaran seperti sang Mamy.


Sedangkan wanita cantik dengan tubuh ideal yang usianya juga tak jauh dari lelaki tadi memasang wajah sebal mendengar pernyataan suaminya.


"Anak kamu juga, WON!" Gerutu wanita tadi.


Lelaki yang di panggilnya WoN hanya menghela nafas panjang melihat isterinya yang mudah ngambek.


Sedangkan salah seorang lelaki yang juga tak kalah tampan yang duduk di sofa seberang wanita tadi, menggelengkan kepalanya tak mau ambil pusing dengan perdebatan unfaedah rumah tangga itu.


Jika tak mau terseret ke dalam masalah. Bahaya!!!! Yang ada nanti dia tak di gaji. PHK dini. BIG NO.


Sedang di lain tempat.


Di koridor lantai satu, sarangnya anak kelas X. Ara masih di tarik oleh lelaki lempeng - tapi tampan - tadi. Nafasnya sudah tersenggal karena Ara serasa lari maraton.


LEBAY


Astaga naga dragon bal.


Meski Ara memiliki tubuh tinggi ideal, tetep aja capeekkk.


Sedangkan tiga lelaki tampan lainnya mengikuti Ara dan lelaki lempeng dari belakang mereka. Juga para sahabat Ara yang masih setia mengekor untuk berjaga - jaga, siaga 45.


EEAAAA


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Interupsi suara barithone dari dalam.


Mendengar itu Ara mendongakkan kepalanya menatap si lelaki lempeng. Daritadi Dia jalan nunduk soalnya. Sudah 5L ternyata.


Ara membaca papan di atas pintu kaca lebar yang tengahny di tutupi stiker.


Principal.

__ADS_1


Yup. Mereka ternyata berjalan ke ruangan kepala sekolah.


Ara makin di landa panik. Karena takut jika dugaannya benar.


Ceklek.


Suara pintu terbuka. Dan Ara tak bisa menghindar lagi. Terlebih Ara melihat kepala sekolahnya juga ketua yayasan dan isterinya ada di dalam ruangan itu juga.


Serius ini? Batin Ara bertanya.


"Kebiasaan kamu, Xel." Gerutu seorang lelaki berjas hitam di sofa single.


Ketua Yayasan. Yang mana Ara gak tau siapa namanya. Orang sebelum mereka memperkenalkan diri, Ara sudah membawa para sahabat cunguknya kabur ke kantin.


Si lelaki lempeng tak menghiraukan ucapan orang tadi. Yang tak lain adalah ayahnya sendiri.


Ara di ajak duduk di sofa yang di tempat wanita tadi. Di susul ke tiga lelaki lainnya. Yang berpencar duduk di sofa panjang satunya lagi bersama kepala sekolah. Sedangkan para sahabatny menyaksikan berdiri di dalam ruangan kepala sekolah.


"My little princess." Ucap bergetar wanita yang duduk di samping Ara seraya mengusap surai hitam kemerahannya.


Ara mengalihkan pandangannya dari sepatunya ke wajah wanita itu.


Deg


"Kau menyadarinya, Mam?" Tanya pria si ketua yayasan arthuro.


"Kak, lebih baik kalian bicarakan hal ini di rumah saja. Tidak baik jika terdengar telingan orang lain." Ucap si kepala sekolah. Pak Kang.


Ke lima sahabat Ara mendelik tak suka pada kepala sekolah mereka. Apa apaan, mereka bukan orang lain bagi Ara.


Namun saat melihat Ara menganggukkan kepalanya. Barulah merek keluar dan kembali mengikuti ***. Meski mereka masih was - was dengan apa yang akan sahabat mereka alami.


Sedangkan di dalam ruang kepala sekolah. Ara di buat bingung pasalnya Ia di ajak pulang ke rumah yang bukan rumahnya.


"Tunggu, tapi rumahku?" Ucap Ara ragu namun membuat sepasang suami isteri awet muda itu tersenyum.


"Iyah, kita akan ke rumah kasih bunda. Disana kamu akan mengetahui kebenarannya." Ucap wanita yang di ketahui bernama, Kang So Ra.


Kebenaran apa?


............................................................Bersambung


(♥ω♥*)


Sudah sampai di sini duluuuuuu..


Next i can't wait to see youuuu gaaaaaeeezzzz


Salam,

__ADS_1


LiliP


💜


__ADS_2