Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Perlahan Membaik


__ADS_3

Ting


Denting notifikasi di ponsel flip purple terdengar nyaring. Namun sayang sang empu sedang berada di kamar mandi. Dentingan itu pun terabaikan.


Ting


Ting


Ting


Ceklek


Ting


Ting


Ting


Saat si empu keluar dari walk in closset, langsung saja Ia mengerutkan keningnya. Siapa gerangan yang rusuh itu. Melihat jam dinding besar di depan bed, terlihat jarum jam menunjukkan pukul 10 malam.


Sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer di depan cermin meja rias. Seorang gadis melihat layar ponsel yang menyala.


Terlihat satu kontak di layar ponselnya. Sepertinya kontak yang bikin rusuh malam- malam.


^^^Bryan:^^^


^^^"Bel."^^^


Tanpa ada keinginan untuk membuka ponselnya, Ara kembali melanjutkan mengeringkan rambut. Setelahnya Ara memakai skincare night routine nya.


Selesai dengan segala kerempongan seorang gadis, Ara yang memakai sleep dress sepaha itu berjalan ke arah bednya dengan ponsel di tangannya.


Saat sudah menaiki bednya dan menyelimuti badannya dengan selimut, barulah Ara membuka sejenak ponselnya.


"Bryan? Ngapain tu cowok wa jam segini. Baru dapet pencerahan kayaknya." Batin Ara.

__ADS_1


Baru saja akan menscroll chat spam yang di kirim Bryam tadi, cowok itu sudah lebih dulu melakukan panggilan wa.


Ara menghela nafasnya pelan lalu menggeser icon hijau ke atas.


"Hm?". SPJ (singkat padat dan jelas).


Sedangkan diseberang sana, Bryan terlihat kegirangan dengan meninju udara di kamarnya.


"Udah mau tidur ya?". Pertanyaan yang sangat sangat klise.


"Iyalah, emangnya jam segini mau ngapain ngereog?". Ketus Ara.


Bryan terkekeh tanpa membalas guyonan Ara yang terdengar masih kesal padanya itu.


"Besok ada acara? Aku mau ngajak kamu jalan, sekalian ada yang mau aku selesaikan." Ucap Bryan memberitahukan niatnya menghubungi Ara.


Yah, setelah mendapat ilham dari Dave. Bryan langsung memantapkan hati untuk menghubungi Ara.


Ara terlihat berfikir dan belum menjawab ajakan Bryan.


"Kalo pagi sampe siang gak bisa. aku ada janji besok." Ucap Ara.


"Kak Gavin." Jawab Ara.


Bryan mengepalkan tangannya saat mendengar nama yang sebelumnya disebutkan kakanya juga. Dan apa katanya? Ara memanggilnya 'Kak'?


S**t. Gak salah siiih, tapi hati gue yang kacaaauuu. Batin Bryan.


Ara menunggu respon Bryan. Beberapa menit hanya kehening yang terjadi di antara mereka. Ara benar - benar sudah mengantuk. Beberapa kali menguap dan matanya sudah 5 watt.


"Kalo gitu sore aja. Ketemu di cafe xx, gimana?". Tanya Bryan.


"Hm, okke. Besok aku wa kalo udah otw." Uacp Ara.


"Yaudah, thanks ya Bel. Good night, nice dream. Bye." Ucap Bryan.

__ADS_1


"Hm, you to." Balas Ara pelan karena sudah ngantuk berat.


***


Keesokan harinya. Minggu.


Pukul 8 pagi Ara sedang bersiap di wlak in closset. Memilih outfit yang sekiranya pas dengan cuaca hari ini.


Berhubung Ara akan pergi mall, dan sepertinya akan hujan setelah melihat info perkiraan cuaca tadi pagi. Jadi Ara memilih setelan jeans high waist berwarna light blue dipadukan dengan kaos turtleneck berlengan pendek berwarna hijau muda.


Tok


Tok


Tok


Ara berjalan ke arah pintu kamarnya.


Ceklek


"Dek, Kak Gavin nungguin noh. Lama banget elaaah, mo nge mall aja sampe berjam - jam dandan." Ketus Akio.


Ara mencebikkan bibirnya sebal. "Udah selesai ini juga wleeeek." Ucap Ara di akhiri ejekan untuk Kakaknya itu.


Ara kembali ke walk in closset untuk memakai jam tangan kecilnya. Memasukkan dompet, ponsel, bb cushion, parfume, dan segala tete* bengeknya. Lalu memakai sepatu wedges hitam senada dengan sling bagnya hari ini.


Terakhir, Ia menenteng jacket jeans yang senada dengan celananya di lengan kirinya.


"Hooolaaaaa." Sapa Ara dengan riang.


Terlihat di meja makan ada Dady, Momy, Adelard, Gavin. Ara dan Akio menyusul duduk di meja makan.


"Jangan pulang larut ya, princess. Besok kan sudah mulai ujian." Ucap Dady mengingatkan Ara.


Ara mengangguk saja dengan flying kiss pada Dady nya.

__ADS_1


Mereka memulai sarapan dengan obroloan ringan. Setelahnya, Gavin dan Ara pamit untuk berangkat. Sementara Adelard dan Akio tidak ada planning apa - apa. Begitupun orang tua Ara


...Bersambung...


__ADS_2