Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Kecemburuan Sosial DAN Kesialan Incess


__ADS_3

Masih di aula yang ramai dengan warga sekolah setelah perkenalan keluarga pemilik yayasan sekaligus pebisnis ternama di negara mereka.


Semua orang terfokus pada ke empat pemuda tampan yang katanya di juluki Empat Pangeran. Karena selain nama mereka Prince, wajah tak membohongi kenyataan. Tampan.


Semua siswi mengelu elukan ketampan mereka. Sedangkan para cowok justru tak sediki memasang wajah di tekuk karena mereka merasa kalah telak dengan kedatangan Empat Prince tersebut.


Terlebih akan ada satu Prince yang bersekolah di sekolah mereka.


UGH


Ara justru merasa mual melihat ciwi - ciwi memasang wajah seperti itu.


"Enek aku liatnya, apa yang bikin mereka sampai tersepona begitu?" Tanya Ara bermonolog sendiri.


Sahabat - sahabatnya mengalihkan pandangannya ke arah Ara. Mereka jelas mendengarnya karena Ara mengatakannya dengan cukup keras.


Ara menatap heran sahabatny, kenapa mereka melotot seperti itu? ck ck ck


"TERPESONA! TERPESONA ARA, BUKAN TERSEPONAAA!!!." Ara menutup kedua daun telinganya seraya meringis menatap sahabat - sahabatnya itu.


Lalu Ia menaikan jari telunjuk dan tengah menunjukkan tanda 'Peace' ✌ tak lupa senyum manis lebarnya yang selalu Ia tunjukkan.


Sahabat - sahabatnya menatap sebal ketika melihat muka yang sok - sok di manisin dari Ara itu. Yang parahnya, Ara adalah sahabat mereka.


"Gak usah sok manis - manis." Ucap jutek Amel di angguki sahabatnya yang lain.


"Meski lo udah manis dari sononya." Sahut sahabat lainnya dengan sebal.


Ara terkekeh melihat reaksi ke empat sahabatnya itu. Amel si jutek tapi penyayang pada orang terdekatnya. Tentu saja itu hanya berlaku pada orang - orang yang mengetahui sisi rahasia itu. Dan beruntungnya Ara mengenal Amel saat smp dulu.


Rain. Si cewek kalem, baik hati, tapi gak polos juga. Eittsss jangan tertipu dengan wajahnya. Itu hanyalah kedok. Hahaha. Aselinya kalo di depan orang - orang terdekatnya, bar bar xixixi. Kok Ara tahu? Karena Rain merupakan salah satu temannya sejak kecebong dulu. WKWKWK


Tiara. Ini si paling tomboy. Tomboy cantik, katanya. Tapi hati - hati, waspada, siaga. Jika sudah berani macam - macam. Mencari masalah dengan Tiara.


GLEK


Kalian sudah membangunkan singa tidur. Si paling bar - bar kalo udah kesulut api. Untunglah Ara dekat dengan Tiara sejak masa MPL tahun lalu.


Mega. Baik, tapi bar - bar meski penampilan bak feminim. Jangan ketipu, tolong! Tapi tenang bagi kalian yang sudah mengenal luar dalamnya seorang Mega.


Baiknya gak ketulungan cuuuyyyy.


Pernah sekali Ara kesulitan dalam hal ekonomi. Mega selalu menyodorkan bermacam - macam bantuannya.


Mega dan Rain. Kedua sahabat Ara yang sangat - sangat tahu luar dalamnya Ara. Karena mereka sudah dekat sejak lama. Bahkan Tiara yang baru kenal setahun ini saja tidak pernah pandang buluk untuk membantu Ara. Amel pun begitu. Sejak dekat dari smp lalu, pasti selalu memaksa untuk Ara menerima bantuannya.


Padahal Ara sudah bilang berapa kali, jika mereka tak perlu segitunya. Bukan tidak bersyukur. Mereka pasti memiliki kebutuhan masing - masing. Dan lagi Ara tidak enak dengan orang tua para sahabatnya.


Yang mana tidak pernah mempermasalahkan kebaikan anak - anaknya dalam membantu Ara.


Tapi tetep aja, Ara gak enak hati. Bayangin tiap kali bantu, gak nanggung - nanggung.


10 - 20 juta bisa mereka kasih jika Ara butuh. Terutama untuk adik - adiknya Ara.


Ah ya. Perlu di ketahui, mereka itu. Lima putri SMA Arthuro tercantik dan terpintar. Karena mereka selalu menduduki kursi lima besar baik di kelas atau satu angkatan.


But selooooww, mereka gak sombong kok. Cuman SUSAH DI DEKATI!!!


Back to Ara CS.

__ADS_1


Setelah merasakan sesaknya di dalam aula karena hawa panas. ARA AJA SIH, BUKAN SAHABAT - SAHABATNYA.


Ck


Ara berdecak melihat ke empat sahabatnya yang masih manyun meski di depannya sudah ada makanan favorit mereka.


Mereka saat ini berada di kantin lantai satu, yang biasanya untuk anak kelas X dan siswa siswi yang baru selesai upacara atau olahraga.


YUP. Ara mengajak para sahabatnya dengan susah payah dan iming - iming traktiran di kantin untuk keluar dari aula.


Tentu saja karena Ara sadar dengan tatapan sinis para ciwi di aula tadi yang mengarah padanya setelah Ara tak sengaja melihat empat pria di atas panggung menatapnya tak berkedip.


"Ayo dong makan, biasanya semangat kalo udah makan itu." Sudahlah, Ara jadi kesal sendiri pada sahabat - sahabatnya itu.


Liat saja. Mukanya masih di tekuk, kadang juga mesem mesem sendiri. Ara brigidik ngeri.


"YAAKKK. Kalo gila jangan ajak - ajak w." Dan


BOOMM


Ara mendapat pelototan dari ke empat sahabatnya. Dengan polosnya Ara bertanya, "Kenapa?"


GUBRAKK


Ke empat sahabatnya menghembuskan nafasnya kasar dengan tingkah Ara. Ara menyadari kekesalan sahabat - sahabatnya itu langsung saja mengangkat tangannya yang disatukan ke depan wajahnya.


"So sorryy deeh, w tahu w salah. Tapi apa lo pada gak sadar di aula tadi w udah kaya tikus mangsa kucing garong? Panas w." Keluhnya Ara dengan muka memelas.


Akhirnya. Ara bernafas lega karena tanpa pikir panjang para sahabatnya itu memaafkannya. Wajah - wajahnya sudah kendor, tak setegang tadi.


"Eh iya, bener. Liat aja, ciwi - ciwi masih liatin si Ara sampe segitunya." Celetuk Rain ketika melihat sekeliling di kantin itu.


Amel, Tiara dan Mega pun akhirnya melihat sekelilingnya. Dan ternyata benar. Astaga mereka keterlaluan sekali tidak menyadari sahabatnya terkena bullying secara tak langsung.


CTAKK


"Aawwsss panas curuttt!!" Ucap Mega sebal melotot pada si pelaku yang terlihat acuh dan lempeng kayak triplek mukaknya.


Tiara menjitak kepala Mega sekali lagi. Bukan apa - apa, ia hanya sebal melihat muka centil sahabatnya.


"Sya Allaaah tengkyu tomat, Tiara Andini Maafkan Aku Terlanjur Mencintaimu, udah belain Incess Ara Tercantik dan Baik Hati Seeee Galaxy." Celoteh Ara dengan muka genitnya yang langsung mengerucut sebal kala melihat tatapan Tiara yang justru menatapnya DINGIN.


Buahahahahaaa


Tawa Amel, Rain, Mega pecah seketika membuat seisi kantin menatap meteka dengan tatapan berbeda - beda.


Ada yang menatap sinis dan kesal. Ciwi - ciwi pastinya. Jelaslah, mereka sebal dengan gengnya lima princess sma arthuro yang terkenal cantik. JELAS. Pintar. PAKE BANGETTTTSSS.


Mereka IRI. Dan ke lima perempuan itu tak ambil pusing.


Ada juga yang menatap tersepona dan mendamba.


Siapa lagi kalo bukan para cowo. Dan itu pun tak di tanggap oleh ke lima perempuan itu. DI KACANGIN. Wkwkwkwk


"Sya Allaaah keknya geng gong si Ichiro CS udah tersepona sama w. Liat aja, tatapan matanya menarik hati, oh senyumannyaa manis sekaalii, sehingga membuat.."


CTAKK


CTAKK

__ADS_1


CTAKK


Belum selesai seorang Mega yang sedikit tomboy. CATAT. SEDIKIT. Dan kecentilan. LUAR BINASA. Selesai bernyanyi rombeng. Kayak suaranya memang sangat sangat rombeng, macam panci rombeng yang nyaring.


Mega meringis mengusap - usap kepalanya yang di jitak sahabat - sahabat lucknutnya.


"Gak usah ke pedean deh dengan harapan yang patamorgana." Ucap Amel di angguki Rain dan Tiara. Ara? Jangan di tanya. Anak itu tengah fokus dengan makanannya sedari tadi. Tidak menghiraukan tatapan seisi kantin dan tingkah para sahabatnya.


"Sue lu pada!!!" Sebal Mega seraya makan kembali somay paket lengkap bumbu kacang pedasnya tanpa menghiraukan seisi kantin yang masih saja curi - curi pandang dan mencibir mereka.


Amel dan Tiara juga Rain mengalihkan pandangannya pada meja di ujung dekat dengan pintu kantin.


Meja yang di maksud Mega tadi. Benar adanya jika mereka adalah kumpulan kawannya Ichiro atau kerap di sapa Chiro.


Ichiro Kamazuki, Destan Wardana Prasta dan Rafarel Yamazuki. Tiga cowo most wanted SMA Arthuro, yang sepertinya akan ada list most wanted baru.


"Si Chiromen liatin lu mulu tuh, Ra." Ucap Rain menhalihkan pandangan pada Ara yang sedang minum jus tomat di lanjut dengan singkong keju.


Rain menggelengkan kepalanya menatap kelakuan sahabat kecilnya yang tak pernah berubah. Makan banyak tanpa jeda. Tapi anehnya, tubuhnya tak pernah gemuk. Hal itu juga yang membuat orang - orang menatap tak percaya.


Sahabat - sahabatnya mah udah biasa.


Perut karet kata orang - orang mah.


Ara mengalihkan pandangannya pada meja Ichiro setelah Rain memberitahunya. Ara tersenyum melambaikan tangannya, di balas segera oleh Ichiro.


Geng gongnya hanya memutar bola matanya malas. Sebentar lagi pasti akan ada adegan bucin yang mencemari pandangan mereka.


Dan benar saja, Ichiro sudah bangkit dari kursinya sendirian. Berjalan menghampiri meja Ara.


Namun ternyata oh ternyataaaaaa. Sebelum Ichiro sampai. Sudah ada lima cowo tampan yang baru saja sampai dan berdiri di depan meja Ara CS. Tepatnya, menghadap Ara.


Ara CS menatap tak berkedip, kagum dan heran mengapa meja mereka kedatangan berlian runtuh???


Sedang Ara menatap biasa tak ambil pusing kedatangan Empat Prince itu.


"Princess..?" Ucap Empat Prince itu ragu namun sirat akan makna haru.


"Dasar cewek gampangan, tukang caper."


"Omegot, kenapa tuh cewek gampang banget di deketin laki tampan."


"Pake pelet apaan etdaaaah. Nempel mulu cowok - cowok tampan."


Begitulah rata - rara bisikan seisi kantin, ciwi - ciwi. Yang sebal dan iri dengan Ara.


'Apalagi iniiihh, lebih panas dari di aula tadi'. Batin Ara menggerakkan bola matanya ke kiri dan kanan melihat tatapan horor siswi SMA Arthuro.


"Gilaaa, kecemburuan sosial ini mah." Ucap Mega.


"Plus kesialan buat si Ara." Ucap Rain dan Amel juga bersamaan.


...........................................................Bersambung


♡´・ᴗ・`♡


Masih panjang kayak jalan tol yaah ceritanya, masih banjir soalnya pala uthor wkwkwk 🤣🤣🤣


Salam yaaaah,

__ADS_1


Lili P 😘


See u soon 🤗🤗🤗


__ADS_2