
"Jadi kita mau kemana?". Tanya Ara dengan segala penasarannya.
"Kamu akan segera tahu." Jawab Bryan misterius
Ara mengerucutkan bibirnya tanda kesal. Bryan terkekeh. Ia kembali fokus pada jalan yang mereka lalui.
Mobil berbelok ke arah jalan setapak. Mungkin hanya bisa di lalui satu mobil. Bryan menghentikan mobilnya sebentar.
"Loh, kok berhenti." Ucap Ara bingung.
"Surprise. Jadi kamu harus tutup mata." Ucap Bryan seraya memasangkan kain di kedua mata Ara.
Ara hanya pasrah. Ia yakin Bryan gak akan macam - macam. Dan apa katanya, surprise? Surprise apa?
Ara merasakan mobil kembali berjalan.
15 menit kemudian, mobil berhenti kembali. Ara mendengar suara pintu terbuka. Sepertinya Bryan sudah keluar.
"Jangan buka penutup matanya sampai aku yang buka. Janji?". Ucap Bryan.
Ara menganggukka kepalanya. Ara menajamkan indra pendengarannya mendengar langkah kaki dari sepatu menjauh. Loh, Bryan kemana?
Suasana mulai sunyi. Ara mendadak cemas. Ia ingin melepas tali di matanya. Namun Ia tak ingin melanggar janjinya.
Tak
Tak
Tak
Ara mendengar suara ketukan sepatu dengan jelas. Ia bisa menebak, jika jalan yang di lalui pasti bukan jalan tanah.
Ceklek
Pintu samping Ara terbuka. Tak ada suara. Namun ada sepasang tangan yang memegang lengannya lembut untuk membantunya keluar dari mobil.
Udara malam disini terasa dingin. Namun sejuk. Sepertinya Ara dapat menebak jika mereka ada di daerah sejuk. Kota P mungkin.
Ara di tuntun untuk berjalan. Entah kemana. Yang pasti suasananya sangatlah sunyi.
Entah berapa langkah yang di tempuh. Tiba - tiba Ia merasakan seseorang memakaikan tudung yang menutupi wajahnya dan menjuntai sampai tanah.
Lalu tiba - tiba orang yang menuntunnya sudah beranjak dari sisinya. Ia diam berdiri, tak tahu harus berbuat apa.
Terdengar suara petikan gitar, di susul alat musik cajon dan irama piano.
Ara masih terdiam, bahkan sampai suara nyanyian yang entah suara siapa itu.
Do you love the rain, does it make you dance
When you're drunk with your friends at a party?
What's your favorite song, does it make you smile?
Do you think of me?
When you close your eyes
Tell me, what are you dreamin'?
Everything, I wanna know it all
__ADS_1
I'd spend 10, 000 hours and 10, 000 more
Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours
If it's 10, 000 hours or the rest of my life
I'm gonna love you (Ooh, ooh-ooh, ooh, ooh)
***
Do you miss the road that you grew up on?
Did you get your middle name from your grandma?
When you think about your forever now
Do you think of me?
Ara terkejut kala suara yang sangat familiar terdengar.
"Bryan?". Panggil Ara.
When you close your eyes
Tell me, what are you dreamin'?
Everything, I wanna know it all
Ara terhenyak saat merasakan sentuhan seringan kapas di pipi kanannya. Dan ia menghirup bau badan dan hembusan mint yang sangat Ia hafal.
Dan penutup mata terlepas, jatuh memperlihatkan wajah putih susu Ara yang bersinar kala cahaya bulan menjatuhkan sinarnya ke arah sepasang manusia yang sedang berdiri di tengah - tengah itu.
Dan Ara melihat Bryan di hadapannya sedang menyanyikan sebuah lagu seraya menatap Ara lekat.
I'd spend 10, 000 hours and 10, 000 more
Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours
If it's 10, 000 hours or the rest of my life
I'm gonna love you (Ooh, ooh-ooh, ooh, ooh)
I'm gonna love you (Ooh, ooh-ooh, ooh, ooh)
Seketika, muncul banyak cahaya dari lampu - lampu mini. Menerangi tempat mereka berdiri.
Ara menatap sekeliling dan terkejut bukan main saat dirinya melihat keluarganya, keluarga Bryan dan sahabat - sahabat mereka juga ada disini.
Lalu Ara teralihkan ketika Bryan menarik tangannya lembut, mendekat pada Bryan. Cowok itu merengkuh pinggangnya dengan lengan kanannya, dan lengan kirinya mengusap lembut pipi kanan Ara.
Ooh, want the good and the bad, everything in between
Ooh, gotta cure my curiosity
Oh, yeah
I'd spend 10, 000 hours and 10, 000 more
Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours
If it's 10, 000 hours or the rest of my life
__ADS_1
I'm gonna love you (Ooh, ooh-ooh, ooh, ooh)
Bryan menuntunnya berkalan ke sisi lain. Lalu Bryan menarik tali yang menjuntai di depan mereka.
DUAR
Ara menatap langit malam di atasnya. Dan membola melihat satu kalimat yang berkilau terang.
...WILL YOU MARRY ME, PRINCESS...
Bryan menatap Ara seraya menyanyikan bait terakhir lagu yang dibawakannya.
I'm gonna love you, oh yeah(Ooh, ooh-ooh, ooh, ooh)
And I, I'm gonna love you (Ooh, ooh-ooh, ooh, ooh)
I, I'm gonna love you (Ooh, ooh-ooh, ooh, ooh)
"Bryan?". Ucap Ara tak menyangka dengan surprise untuknya ini. Benar - benar membuatnya terkejut.
"Princess Arabela Arthuro." Panggil Bryan dengan nama lengkap Ara.
Mata Ara berkaca - kaca. Dulu waktu mereka kecil, Ara mengatakan pada Bryan jika Ia memiliki keinginan untuk diberikan kejutan seperti ini.
Dan sekarang Bryan benar - benar mewujudkan keinginannya itu.
"TERIMA. TERIMA. TERIMA." Suara riuh terdengar dari sahabat - sahabat mereka.
Ara mengangguk cepat seraya tangisannya pecah.
"Y-yes, I will." Ucap Ara terbata - bata karena Ia yang menangis.
"WUHUUUUUUU, GUE DI TERIMAAAAA." Teriak Bryan seraya meninju udara.
Ara tersenyum manis. Lalu Bryan memeluk Ara erat, begitupun Ara yang membalas pelukan Bryan.
"Sudah sudah, nanti lagi pelukannya. Penyek nanti mantu Momy. " Ucap Mom Briana membuat Ara merona.
"Mom, jangan ngeledekin. Tuh, pipinya merah." Ucap Bryan yang mana membuatnya mendapat cubitan maut di perut abs nya.
Bryan hanya meringis sedikit.
"Sudah, sekarang pasangkan cicin ini dijari kalian masing - masing." Ucap Momy So Ra.
Ara menerima kotak putih yang di dalamnya ada dua cincin berwarna hitam. Yang lebih kecil memiliki berlian di tengahnya. Sepertinya itu blue spahire.
(credit by google)
Pertama, Ara memasangkan cincin untuk Bryan di jari manis lengan kiri cowok itu. Lalu di susul Bryan yang memasangkan cincin untuk Ara di jari yang sama.
Bryan dan Ara saling menatap dengan senyum bahahia mereka. Satu langkah lagi. Satu langkah lagi, mimpi mereka akan menjadi kenyataan.
Saat wajah mereka hampir bersentuhan, tiba - tiba saja Dady Shi Won menarik puterinya, Ara ke pelukannya. Itu membuat Bryan kesal setengah mati. Namun saat melihat tatapan menghunus calon mertuanya, Bryan menghela nafasnya kasar.
"Selamat ya sayang, Dady harap pertunangan kalian bahagia. Dan secepatnya kami akan siapkan pernikahan untuk kalian." Ucap Dady Shi Won.
Ara mengangguk.
Lalu mereka melanjutkan acara ke tahap dinner.. Acara penutup kejutan engagement untuk Ara.
__ADS_1
...Berasambung...
Cie cieeeeee cemeweeeeeewwwww