Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Salah Mencari Lawan


__ADS_3

Ara membuka pintu studio tari yang ternyata teman - temannya sudah kumpul. Di susul Akio yang membawa kantong belanjaan, tak lama Bryan juga masuk dengan membawa kantong seperti Akio.


Semua teman - teman di studio tampak acuh karena mereka sedang mendiskusikan perubahan lagu dan koreo.


"Ini kenapa bisa jadi gini sih? Bukannya lo udah serahin lagu dan teknis latar panggungnya ke Marvel yah?" Tanya Ara saat sampai di hadapan Jimmy.


Jimmy mengangguk. "Iya, gue udah serahin hari itu juga. Entahlah, kayaknya ada yang sabotase." Ucap Jimmy gak yakin.


"Terus Marvel ada bilang apa sama lo?" Tanya Ara kembali.


"Dia suruh kita ganti lagu aja." Jawab Jimmy lesu. Bahkan persiapan mereka sudah hampir 70%. Ini harus ganti lagi.


Ara menganggukkan kepalanya. Tak ingin berandai - andai, atau nething sama teman - temannya. Yang penting sekarang lagu dan koreo harus mereka dapetin.


Manda, Rain, Tiara dan Mega menghampiri Ara yang terlihat tengah frustasi.


"Ra, kita mau ngomong." Panggil Manda.


Ara mengalihkan perhatiannya pada empat sahabatnya. Mereka mengangguk serius. Ara pun akhirnya mengikuti mereka ke arah studio rekaman lalu Ia mengunci studio itu agar tidak ada yang masuk atau menguping.


Meski kaca di ruangan itu transparant, namun tetap saja ruangan itu kedap suara.


Bryan, Akio, Chiro, Farel dan Destan yang melihat Ara dkk masuk ke ruangan rekaman pun mengerutkan dahi mereka. Sepertinya ada hal serius.


"Kayaknya ada yang gak beres." Ucap Destan di angguki sahabatnya yang lain.


"Si Jimmy juga keliatannya pusing banget." Ucap Chiro saat melihat Jimmy yang sibuk dengan ponselnya.


Akio dan Farel mengangguk membenarkan. Sementara Bryan diam tanpa tanggapan. Ia juga sebenarnya bingung dengan situasi hari ini, rencana mereka akan latihan namun tertunda. Sepertinya terjadi sesuatu. Pikir Bryan.


Saat akan menelpon orang kepercayaannya untuk mencari tahu masalah mereka, meski itu tidak lebih penting dari pekerjaannya. Tetap saja Ia ingin membantu Ara.


Kegiatan Bryan terhenti kala melihat Ara dkk sudah keluar dari studio.


Sebelumnya.


Ara dkk memasuki ruang rekaman. Ara menatap empat sahabatnya yang mana juga menatapnya serius. Bahkan Mega yang biasanya petakilan pun terlihat serius.


"Ada yang pake lagu dan koreo kita." Ucap Manda menggangtung.


Ara terbengong sesaat. "Kok bisa?" Tanyanya heran.


"Ada yang bocorin lagu dan koreo kita ke orang lain. Orang ini juga yang bilang ke panitia kalo lagu kita bentrok dengan lagu kelompok lain. Osis bilang, orang itu katanya disuruh kita dan kita udah sepakat ganti lagu. Makannya sampe hari ini osis masih nunggu kita buat kasih keputusan." Jelas Tiara.


Ara mengumpat dan terlihat kesal. "Lo tau siapa orang itu?" Tanya Ara.


"Delia." Jawab Tiara.

__ADS_1


Ara tercengang. Delia, siswi itu salah satu temannya di kelasnya. Anaknya pendiam dan cupu. Ia gak yakin kalo Delia yang tega sama mereka.


"Gue gak yakin, Ti." Ucap Ara.


"Dia ngelakuin itu karena terpaksa. Lo tau, siapa yang maksa Dia?" Tanya Tiara. Ara menggelengkan kepalanya. Dia gak ada jawaban.


"Natali. IPS 2." Ucap Tiara.


Ara menatap Tiara yang serius dengan ucapannya. Perasaan Ia gak pernah ada masalah sama anak pejabat itu.


"Kemarin gue dan Tiara gak sengaja liat Natali ngancem Delia. Dan kita sendiri denger apa yang cewek itu ucapin. Nih, gue record." Ucap Manda menyerahkan ponselnya ke Ara.


Ara, Rain dan Mega melihat Natali yang mengancam Delia. Awalnya Ara heran, kenapa Natali suka banget buli Delia. Dan ternyata kabar ini secara gak langsung menjawab kebingungannya.


Delia merupakan anak dari istri pejabat kota mereka yang tak lain ayah Natali. Maybe, ibu Natali meninggal lalu ayahnya menikah lagi dengan ibunya Delia.


Ara tahu karena dari video itu Natali berucap ketidaksukaannya terhadap Ibunya Delia dan Deli yang sudah merebut semua perhatian ayahnya.


"Terus apa motifnya. Persaan kita gak pernah ada masalah sama cewek ini." Ucap Rain.


"Apalagi kalo bukan Natali yang naksir sama Bryan. Dia dulu pernah satu sekolah sama Bryan sebelum pindah kesini. Dan dia terobsesi sama Bryan. Sampe minta ayahnya buat ngomong ke Om Dominic. Tapi gagal, karena Bryan yang balik lagi sama lo." Ucap Tiara.


Jangan heran kenapa Tiara tahu itu. Dia dari keluarga jaksa, fyi.


"Bukannya si Natali itu dari kelas satu disini?" Tanya Mega ikut nimrung.


"Dulu pernah satu waktu gue gak sengaja denger Natali ngomong soal Dia suka sama Bryan. Waktu Bryan baru pindah ke AIHS. Cuman waktu perayaan balik lo dulu, si Natali mulai benci lo. Kalian tau lah yah, waktu itu si Ara dan Bryan gak ketangkap kamera." Jelas Tiara membuat Ara dan yang lainnya mengangguk.


"Fix, kalo gini kita harus nanya ke Delia langsung. Atau bahkan kita harus mulai dari awal." Ucap Ara.


Ara dkk keluar dari ruang rekaman. Beruntungnya Delia ikut ke dalam tim dancer. Jika tim perlengkapan maka mereka pasti semakin mengulur waktu.


Jimmy dan yang lainnya terdistrek dengan Ara dkk yang berjalan menghampiri Delia yang sedang duduk dengan teman siswi yang lain. Begitu pun Bryan dkk.


"Ngapain tu mereka?" Tanya Destan heran.


"Delia, sorry kita ganggu. Bisa kita ngobrol sebenta?" Tanya Ara baik - baik.


Oh ayolaaaaah, Ara ini bukan cewek yang semena - mena. Hanya pada Bryan seorang Ia bisa seperti itu. Hahahaa


"Bo-boleh." Jawab Delia gugup.


Ara mengangguk tersenyum lalu mengajak Delia untuk bicara di ruang rekaman. Kali ini hanya Ara dan Delia, sedangkan Manda, Tiara, Rain dan Mega duduk menyenderkan punggungnya di kaca.


Jimmy dan yang lainnya menatap bingung. Mengapa Ara dan Delia berbicara di ruang rekaman. Kalau urusan lagu dan koreo, kenapa harus diam - diam bukannya didiskusikan bersama.


Bryan menatap Ara tak berkedip. Terlihat Ara sangat tenang dalam mengajak bicara Delia. Meski Ia tak tahu apa yang dibicarakan.

__ADS_1


Di ruang rekaman.


"Del, gue udah tahu kabar tentang lagu kita yang di coret." Ucap Ara memberikan jeda untuk melihat reaksi Delia.


Delia terkejut, menatap Ara bersalah.


Ara menghela nafas. "Jujur aja gue kecewa sama Lo. Tapi gue tahu Lo juga terpaksa, bukan keinginan Lo." Ucap Ara.


"Maaf, Ra. Sekali lagi gue minta maaf. Kalo gue gak ngelakuin itu, nyokap gue yang kena." Ucap Delia lirih.


Ara mengangguk seraya menepuk bahu Delia.


"Iya, gue juga tahu. Tapi gue dan yang lainnya harus tahu, lagu apa yang di coret. Biar kita bisa ngatur ulang koreonya." Ucap Ara santai.


Delia menatap tak percaya pada Ara. Ara tidak marah sama sekali padanya. Justru seperti dianggap hanya angin lewat.


"2 lagu yang lo bawain." Ucap Delia menunduk. Tidak enak pada Ara.


Ara mengangguk lalu tersenyum.


"Oke, kalo gitu sekarang diskusi lagi sama yang lain. Ayok!" Ucap Ara mengajak Delia keluar.


Mereka berdua pun keluar dari ruang recording.


"Guuuyyyysss, bisa kumpul bentar?" Tanya Ara dengan suara yang dikeraskan.


Teman - teman yang lain pun membentuk lingkaran. Tiara berjalan ke pintu, sedikit membukanya dan walaaaa..


"Ngapain kalian? Mau nguping yah?" Tanya Tiara dingin namun sarat akan ejekan.


"Eh, ge er banget lu." Ucap salah satu cewek ketus. Dua orang cewek berjalan menjauh dari depan studio tari.


Tiara memeriksa kembali keadaan di luar. Siapa tahu ada yang memasang alat penyadap.


Hahahahahaa


Tiara mengunci pintu studio dari dalam. Lalu mengangguk pada Ara.


Ara pun menjelaskan bahwa dua lagu yang akan mereka bawakan akan di ganti. Alasannya? Ara tak sebodoh itu untuk membocorkan pada yang lain. Cukup antara dirinya, sahabatnya dan Delia yang tahu.


Ara tersenyum miring. Di kepalanya muncul ide untuk membuat cewek kecentilan itu semakin kepanasan.


Chiro, Destan dan Farel yang melihat ekspresi Ara itu tercengang. Menyeramkan. Seorang cewek yang mereka tahu ramah dan kalem, bisa menampilkan ekspresi itu.


Sementara Akio dan Bryan terlihat santai. Bahkan dalam hati mereka, mereka bertepuk tangan untuk Ara.


Keturunan Arthuro dan akan menjadi Nyonya Muda Dominic memang harus kuat dan kejam.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2