Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Terharu


__ADS_3

Masih di kediaman Arthuro. Lepas makan malam bersama, mereka melanjutkan kegiatan quality time di ruang keluarga.


ans menyalakan televisi yang besarnya ngalahin meja makan di rumah kasih bunda dulu. Terlihat acara pertandingan bola. Ara mengalihkan pandangannya pada Ans.


Suka bola ternyata. Pikir Ara.


Mamy menggandeng Ara untuk duduk di sebelah Dady. Namun belum sempat duduk Ara sudah di tarik oleh Ax.


Dady dan Mamy geleng - geleng kepala. Ara terkekeh lalu duduk dengan nyaman di tengah - tengah Ax dan Akio. Sedangkan Ans duduk di sofa single yang berhadapan langsung dengan tv.


Sedangkan Add duduk di samping Ax dengan tablet yang tak lepas dari tangannya.


"Sayang, liat deh. Ini kamu waktu baru lahir." Ucap Mamy menunjukkan album putih ke hadapan Ara.


Ara tersenyum lebar. "Hyung, awas iiihhhh gak keliatan." Kesal Ara menggeser Akio berpindah duduk.


Dengan kesal Ara menarik ujung lengan kaos pendek Akio. Mau tak mau Akio bergeser memberi kesempatan pada Ara untuk membuka kenangan balitanya dulu.


"Waaaaah iya yaaaah, samaaa." Seru Ara girang tat kala melihat foto bayi sama dengan foto bayi yang di potret di rumah kasih bunda.


Bedanya, di album ini foto bayi Ara di gendong oleh Mamy. Sedangkan yang di rumah kasih bunda, di gendong oleh Maya.


"Mam, memangnya usia hyung berapa sih?" Tanya Ara tatkala melihat foto ke empat kakaknya yang sama ketika kecil semua. Seperti kembar saja ketika empat kakaknya balita.


Sang Mamy mengalihkan pandangannya dari televisi ke arah anak bungsunya. Puterinya yang selama ini dirindukannya. Princess tersayang.


Memang benar adanya. Wajah Princess lebih mirip dirinya saat balita.


Dady mengalihkan pandangannya sebentar dari tab yang setia di tangannya. Begitu pun dengan empat kakaknya.


"Semua anak - anak Mamy usianya tidak terpaut jauh sayang." Jawab Mamy dengan memeluk tubuh puterinya dari samping. Setelah menyuruh Ax pindah tentunya.


Ara antusias mendengarnya.

__ADS_1


"Anak - anak Dady juga, Mam." Sungut Dady Won tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet.


Mamy So Ra mencebikkan bibirnya. "Yang mengandung selama 9 bulan, yang membawa mereka ketika dalam perut Mamy, dan yang mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan mereka, SIAPA?" Tanya Mamy menekankan kata terakhir dengan wajah di buat sangar.


Ara tersenyum haru melihatnya. Berarti dirinya bukan tak diinginkan selama ini. Melainkan dirinya berharga dan di cintai. Melindungi dirinya dengan segala macam cara meski terlihat kejam.


Tapi Ia bersyukur keluarganya justru merindukan dirinya meski harus merasai kerinduan yang menyakitkan.


Meski Ia belum tahu alasan di balik di kirimnya Ia ke rumah kasih bunda.


"Yang menyebar benihnya siapa?"


Mereka masih melanjutkan perdebatan absurd ternyata. Ara meringis malu mendengar pertanyaan sang Dady. Ia bukan gadis polos meski terlihat polos mukanya.


"Apa? Kalo bukan karena pabrik Mamy juga gak bakalan jadi anak - anak tampan dan cantik kayak mereka." Jawab Mamy tak kalah sengit.


"Astaga Mam, Dad. Mending lanjutin aja perdebatan absurd kalian di kamar. Jangan mencemari telinga Princess." Ucap Ans menyela perdebatan unfaedah Dady dan Mamy.


"Sudah jam 9 malam. Princess sebaiknya tidur, mau kakak kasih bed time story?" Seru Add menghampiri Ara lalu mengusap lembut surai hitam kemerahannya.


Ara mengangguk girang lalu meloncat turun dari sofa. Sebelum berjalan bergandengan dengan sang hyung pertama. Yang lainnya ikut berdiri menyela obrolan kakak adik pertama terakhir itu.


"Mamy Dady ikut, kamu ingin tahu kan cerita masa lalu kamu?" Ara mengangguk semangat.


"Let's gooooo." Seru Ara semangat seraya menggandeng tangan Mamy dan Dady nya.


Ke empat kakaknya hanya menggelengkan kepalanya pelan. Namun tetap mereka mengikuti kedua orang tua dan adik mereka menuju kamar Princess.


Ceklek



Nuansa biru dan putih yang pertama kali Ara lihat. Ada juga aksen hitam dan pink. Ara masih terbengong saking senangnya.

__ADS_1


Karena tadi Ia belum sempat memasuki kamar pribadinya. Malah dirinya di seret ke kamar pribadi empat hyungnya.


Mamy, Dady dan ke empat kakaknya yang melihat ekspresi Ara takut jika pilihan mereka tak menarik. Yup, karena interior idea kamar Ara merupakan kolaborasi dari pilihan Dady, Mamy dan empat prince bersaudara.


Masih dengan ekspresi bengong, Ara berjalan memasuki lebih dalam kamarnya. Pintu kaca di samping bed Ara buka, Ia kira itu adalah lemari kaca. Ternyata itu merupakan pintu yang menghubungkan walk in closet dan bath room dengan tempat tidur. (Anggao aja jarak antara bed dan pintu kaca itu agak lebar yaaah ^_^)







Ara juga membuka kamar mandinya, ada bathroom dengan posisi menempel dengan dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan kota nan jauh disana.


Selain itu, ada juga layar tv yang lebar di depan bed nya. Ada sofa santai, sofa samping jendela kamar yang di dua sisi dan atasnya rak buku. Ada juga meja belajar dengan laptop dan printer juga ***** bengeknya, lengkap. Belum lagi mini library di dinding samping pintu.


Ini pasti kerjaan bunda Maya yang kasih tau jika Ara sangat suka membaca buku.


Ara mengalihkan pandangannya ke arah keluarganya dengan mata berkaca - kaca, terharu dan bahagia.


"Thank you."


...**Bersambung**...


◌⑅⃝●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅⃝◌


No comment laaaah


Muach**

__ADS_1


__ADS_2