
Mata Ara mengerjap cepat, pikirannya blang dan seakan pendengarannya tuli. Karena saat ini, Ara hanya fokus pada manik hitam legam yang sedang menariknya jauh kedalam pusaran lubang hitamnya.
Bryan ******* bibir cherry itu pelan. Bibir yang merah alami tampak berisi, manis seperti buah cherry.
Bruk
Bryan mendudukkan badan Ara di meja aksesoris yang ada di belakangnya yang hanya sebatas perut Bryan.
Ara mengalungkan kedua lengannya. Bryan yang berdiri di antara paha Ara membuat Ara mengapit tubuh kekar itu efek sensasi yang baru pertama kalinya Ia rasakan.
Bryan menghentikan ciuman mereka setelah beberapa menit berlalu. Hanya di bibir Ara. Bryan menyatukan keningnya pada kening Ara yang menatapnya sayu.
Bryan menggeram dengan deru nafas cepat bersahutan dengan nafas kekasihnya.
"By?" Ucapan Ara terhenti kala Bryan menyentuh bibirnya dengan ibu jari Bryan.
"Ssssttt. Bibir ini cuma milikku. Bahkan Kamu gak berhak untuk menggigitnya." Ucap Bryan setelah nafasnya teratur kembali.
"Sebentar lagi, Baby. Kamu akan menjadi milikku sepenuhnya." Lanjut Bryan mengecup kening kekasihnya.
Ara yang mendapat ucapan dan perlakuan manis Bryan pun hanya bisa merona tanpa kata - kata.
"Pakai baju Kamu. Aku tunggu di luar, hm?" Ara mengangguk pelan.
"Good girl." Bryan mengusap pipi halus Ara.
Setelah Bryan keluar dari walk in clossetnya, Ara melorot ke lantai seraya memegang dadanya yang belum bisa santai.
"Astagaaa, aku gak bisa lama - lama. Pasti yang lainnya udah nungguin." Gumam Ara bergegas memakai baju yang Ia pilih.
Setelahnya Ara mengoleskan body lotionnya sebentar, lalu parfume dan tak lupa memakai sneakersnya.
***
Ceklek
Ara membuka pintu kamarnya dan bertepatan dengannya melihat empat sahabatnya berdiri bersesidekap dada menatap tajam padanya.
Hah?
Ngapain mereka?
Batin Ara kebingungan.
"Ngapain aja lo di dalem sama si buaya?" Tanya Rain penuh selidik.
Mata Ara membola seketika. Ia merasa seperti sedang kepergok selingkuh dari kekasihnya.
"Isssh kalian niiih, mereka kan bentar lagi kan merried biarin aja siiih. Suka - suka mereka." Ucap Mega ceplas - ceplos.
Manda mendelik tajam. Mega mengerucutkan bibirnya kesal. Salah lagi deeeh.
__ADS_1
"Aaiiisssh gak ngapa - ngapain lagian. Udah ah buruan turun yuk." Ara mendorong Manda dan Rain di ikuti Tiara dan Mega di belakang.
Akhirnya Manda dan Rain bungkam terpaksa. Mereka harus take vocal dan latihan kembali. Karena waktu hanya tersisa 8 hari lagi.
***
Ting
Pintu lift terbuka. Mereka keluar dari lift berjalan melewati ruang makan menuju ke arah lahan luas berumput di samping rumah.
Ara menatap teman - temannya yang sudah berkumpul. Ada yang di lapangan basket, lapangan futsal, bahkan ada yang lesehan di rumput dan dekat kolam.
Rencananya mereka akan pakai lahan berumput untuk lahitan dance.
"Weh, ARAA." Teriak Jimmy kala tak sengaja menatap tuan rumah berdiri di depan pintu samping.
Ara yang mendengarnya melambaikan tangannya pada Jimmy. Jimmi menghampiri Ara di susul teman - temannya yang lain. Namun sebelum Jimmy sampai di hadapan Ara, Bryan sudah berdiri di depan Ara membuat Jimmy terkejur dan hampir saja Ia terjungkal ke belakang.
"Mau ngapain lo deketin cewek gue?" Tanya Bryan posesif.
Jimmy mendengus, "Mau apa lagi, mau take vocal kan?" Jimmy bertanya balik.
Ya apalagi selain menanyakan kesiapan mereka take vocal, sementara itu Ia akan meminta tolong untuk disiapkan sound sistem di luar untuk teman - teman dancer latihan.
Ara mendorong Bryan ke samping. "Berarti take vocal dulu, Jim?" Jimmy mengangguk.
"Yang dancer biar latihan disini. Paling gue minta tolong untuk siapin sound sistemnya di luar." Ucap Jimmy.
"BAAANG." Akio mengangkat alisnya ke arah Ara.
"SINI." Akio berjalan menghampiri Ara.
"Apa dek?" Tanya Akio saat sampai di hadapan adiknya.
"Mau pinjam studio, terus minta tolong taroin sound sistem disini." Ucap Ara.
Akio mengangguk lalu Ia membiarkan Ara dan yang akan take vocal pergi ke studionya. Sedangkan Ia memanggil bodyguard untuk membantunya membawakan sound sistem keluar.
Ara dan yang lainnya berjalan ke arah ruang keluarga, disana terlihat kedua orang tua Ara yang tengah bersantai.
"Eh, kalian mau kemana bukannya mau latihan?" Tanya Momy So Ra saat melihat puteri dan beberapa temannya melewati dirinya dan suaminya.
"Mau ke studionya Abang, Mom. Mau take vocal dulu." Jawab Ara.
So Ra menganggukkan kepalanya lalu membiarkan puteri dan temannya kembali melanjutkan langkah mereka.
"Tinggal dulu ya Mom, Dad." Ucap Ara.
"Mari Om, Tante." Ucap Jimmy, Manda, Rain, Mega dan Tiara.
Sedangkan Bryan berjalan begitu saja sambil merangkul bahu Ara.
__ADS_1
Dady geleng - geleng kepala. "Calon menantu Momy tuh." Ucap Shi Won tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet yang Ia pegang sedari tadi.
"Dady juga yang mau. Udah ah, Momy mau ke dapur aja. Capek disini di cuekin terus." Gerutu Momy Seraya beranjak dari sofa menuju dapur.
Shi Won hanya menatap So Ra sambil terkekeh pelan.
***
"Kalian duluan ya." Ucap Jimmy ke arah Ara dkk.
Ara dkk mengnagguk setuju. Mereka berlima masuk ke studio rekaman bersama.
Sebelum - sebelumnya mereka juga pernah pakai studio ini untuk rekaman cover lagu. Dan Akio yang memproduseri mereka.
"Ki, bentaran sini dulu lah. Gue takut bikin rusak barang lo masalahnya." Ucap Jimmy di telpon.
"Iye, gue kesono." Jawab Akio yang sekarang masih di luar bersama Chiro dkk.
Jimmy dan Bryan serta 3 cowok yang ditugaskan untuk mengatur musik ketika classmeet nanti melihat Ara dkk yang sedang latihan vocal dan menyesuaikan nada masing - masing.
Jangan kira mereka gak bisa cover lagu dengan lirik bahasa negeri gingseng itu. Ara dkk yang memang hobi bernyanyi dan menari otomatis lidahnya sudah luwes mengucapkan bahasa korea.
Ceklek
"Yo, produser Akio disiniiii." Jimny, Bryan dan ketiga cowok yang ada di dalam menatap Akio dengan pandangan biasa.
Akio tak menanggapi itu. Ia langsung berjalan ke kursi yang biasa Ia duduki kala mengedit lagu.
Akio memakai headset. Lalu menyalakan mic yang ada di hadapannya.
"Oy, udah siap?" Tanya Akio.
Ara dkk mengalihkan pandangannya ke luar. Disana sudah ada akio yang akan mementori mereka.
Mereka berlima menunjukkan tanda siap dengan membentuk tanda 'Ok' dengan telunjuk dan ibu jari.
Mereka memasang headset di telinga masing - masing. Mereka sangat fokus menunggu musik intro.
Yang di luar ruang record menunggu seraya duduk di sofa seraya memperhatikan Ara dkk yang sedang rekaman.
Setelah dua kali take vocal, lagu pertama sudah selesai di rekam. Lanjut di lagu kedua. Sama dengan yang pertama, tak butuh waktu lama untuk mereka menyelesaikan kesuluruhan take vocal.
"Waaaah keren gila sih kaliaaaaan. Berasa lagi liat girl band beneran." Seru Jimmy heboh melihat Ara dkk keluar dari ruang rekaman.
"Masa sih Bang?" Tanya Mega dengan aegyo nya.
Jimmy tersenyum kikuk.
Lalu giliran Bryan yang take vocal. Sama halnya dengan Ara dkk, Bryan juga tak perlu waktu lama untuk menyelesaikan lagu yang Ia cover.
...Bersambung...
__ADS_1