Possessive Vs Bucin

Possessive Vs Bucin
Bucin


__ADS_3

Bryan yang sebelumnya tengah mengerjakan pekerjaan yang terbengkalai kemarin di buat pusing dengan laporan yang serba keliru. Bryan rasanya butuh obat penenang saat ini.


Al hasil, Bryan memanggil Ara untuk ke ruang kerjanya. Ia tahu tunangannya itu masih lemas namun Ia juga punya cara agar tunangannya tidak kelelahan.


Bryan menyuruh Ara untuk duduk di pangkuannya dengan memeluk lehernya. Saat mencium wangi pada tunangannya langsung saja pikirannya tenang kembali.


Hampir saja Ia hilang kendali termakan emosi jika tidak ada Ara.


Beberapa saat kemudian, Bryan sudah menyelesaikan pekerjaannya. Bryan menghela nafas. Di tatapnya Ara yang sudah sangat pulas namun tidak pernah melonggarkan pelukannya di leher Bryan.


Bryan mengecup rambut Ara sekilas, lalu berdiri dengan menggendong Ara ala koala. Diturunkannya Ara pelan di atas ranjang miliknya. Bryan menelan salivanya susah payah.


"Bentar lagi, Bela. Sebentar lagi, dan Kamu akan jadi milikku. Hanya milikku. Cup." Bryan mengecup dahi Ara lalu menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal.


***


Kriiiiing


Kriiiiing


Ara meregangkan otot - ototnya yang serasa kaku namun Ia merasa lengannya begitu berat. Perlahan kedua mata Ara terbuka dan melihat bagaimana Bryan yang tengah memeluk perutnya posesiv.


Kamar dalam keadaan terang, sepertinya Bryan lupa mematikan lampu. Ara memindahkan lengan berotot itu perlahan, lalu Ia turun dari ranjang dan segera membersihkan diri.


Hari ini ada jadwal mengambil kostum dan ke sekolah untuk latihan. Untunglah semalam dokter telah menyuntikkan vitamin padanya lewat infusan.


Ara benar - benar merealisasikan keinginannya semalam. Berendam. Lihatlah view pagi ini. Saat Ia bangun tadi jam dinding menunjukkan pukul 6 pagi. Karena Bryan masih terlelap jadi Ia ingin sebentar saja untuk merilekskan tubuhnya.


"Haaah wangi maskulin punya Bryan juga enak ternyata. Sayang gue gak bawa punya gue di rumah." Gumam Ara kala teringat dengan aroma terapi favoritnya, apalagi jika bukan stroberi.


Tok


Tok


Tok


Bryan mengetuk pintu kamar mandinya sedikit keras.


"Yaaaank, kamu lagi mandi?" Tanya Bryan teriak.


Ara mengalihkan pandangan ke arah pintu di belakangnya.


"Iya Yaaaaaank, aku pinjem bathtubnyaaaa." Jawab Ara dengan berteriak.


"Masih lama gak Yank? Aku sakit perut ini." Ucap Bryan yang sudah merasa mulas.


"Yasudah, sebentar aku selesai." Jawab Ara.


Ara bergegas keluar dari bathtub lalu membuka tutup pembuangan air bekas rendamannya. Segera Ara membilas tubuhnya di bawah shower.


Ara memakai kimono putih yang sudah tersedia di kamar mandi Bryan, lalu gegas mencuci muka dan gosok gigi di washtafel. Selesai dengan bersih - bersih, Ara segera berjalan membuka pintu kamar mandi.


Ceklek


Bryan terpaku saat menatap penampilan Ara yang memakai kimono dengan rambut yang di gulung ke atas.


"Yank, katanya mules kok malah ngelamun." Ucap Ara seraya mengibaskan lengannya di depan wajah Bryan.


Bryan tersadar lalu mengedipkan mata mesumnya.


"Mandi kok gak ngajak - ngajak sih, Yank. Seru tau." Ucap Bryan nyeleneh.


Ara melotot pada Bryan. Mesum sekali ini cowok. Sayangnya Dia calon suaminya.


"Oh, seru yah?" Tanya Ara dan Bryan mengangguk keras dengan tampang polosnya.


"Kayaknya Kamu sering gitu sama cewek - cewek barisan mantan Kamu itu." Ucap Ara judes.


Bryan menggelengkan kepalanya keras tanda tidak benar.


"Mana ada Yank aku gitu. Meski Aku bandel, berandal sekalipun. Aku tetep jaga harga diriku setinggi langit." Ucap Bryan percaya diri.


"Udah ah, sana masuk. Sekalian mandi, GPL." Ucap Ara melenggang ke walk in closset.


"Yank, siapin baju Aku juga yaaaaah." Teriak Bryan setelah Ara masuk walk in clossetnya.


"IYAAA." Teriak Ara yang menggelegar di kamarnya itu. Bryan terkekeh lalu segera mengunci pintu kamar mandi, khawatir jika Ara tiba - tiba meringsek masuk dan menggodanya.


Hahahaaa Bryan ngawuuur mana ada Ara begitu. Yang ada Kamu yang mesuuummm haha


Ara melihat lemari yang dikhususkan untuk pakaiannya oleh Momy Bianca. Ada juga aksesoris, tas dan beragam jenis alas kaki. Bahkan pakaian dalam pun ada. Pakaian renang, gaun.


OMG CAMER GUE SEPERHATIAN INI SAMA GUEEEE. Batin Ara histeris.


Segera saja Ia memilih outfit yang akan Ia pakai. Begitupun dengan pakaian Bryan, Ia yang menyiapkan. Jadi boleh lah Ia yang menentukan style nya seperti apa hihihii.


***


Ceklek

__ADS_1


Bryan keluar dari kamar mandi dan Ia melihat Ara sedang bersiap di depan meja rias di kamarnya.


Jangan heran kenapa di kamar cowok ada meja rias. Tentu saja itu kerjaan Momy Bianca.


Masih calon saja udah se-totalitas itu menyambut kedatangan calon mantu. Gimana kalo udah resmi? Ambyaaarr.


Ara mengalihkan pandangannya ke arah Bryan dengan tangan yang masih memegang alat curly.


"Baju kamu di kasur, yah." Ucap Ara kala Bryan hanya menatap ke arahnya saja.


Bryan pun berjalan mendekati kasur dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan Ara. Saat akan memakai pakaiannya, Bryan terkejut dengan terjakan Ara.


"Eeh mau ngapain Kamu? Mau mesum iya?" Tanya Ara garang.


Bryan yang awalnya terkejut pun segera menampilkan tatapan mesumnya. Dengan gerakan slow motion Ia melepaskan handuk yang Ia kenakan di pinggangnya.


"TARAAAA."


"AAAAAAH."


Ara menutup kedua matanya sambil menggerutu. Sedangkan Bryan tertawa puas.


"Kamu juga udah biasa, Yank liat Aku kaya gini. Udah 2 kali loooh." Ucap Bryan menggoda Ara.


"Apaan? Enak aja yaaa, Aku gak pernah liat Kamu full naked." Gerutu Ara.


"Lagian siapa yang full naked? Liat dong." Ucap Bryan.


Ara pun membuka celah dari jari - jarinya. Dan yah, Bryan memang tidak full naked, Dia memakai boxernya.


Tapi tetep ajaaaaaaa ITU BIKIN GUE TRAVELIIIIIIING. Batin Ara teriak.


Wajah Ara memanas seketika lalu Ia berbalik dengan tetap memejamkan kedua matanya. Sedangkan Bryan terkekeh melihat tingkahnya.


"Udah ah, buruan pake bajunya. Makin siang ini." Ucap Ara sewot.


"Iya iyaaa, Aku pake ini. Beneran gak mau liat, Yank?" Tanya Bryan gak ada puasnya menggoda Ara.


"BRYAAAAAAAAAN." Teriak Ara kesal membuat Bryan terbahak - bahak.


***


Setelah drama mesum Bryan tadi, akhirnya mereka berdua keluar kamar. Ara yang dapat bernafas lega karena keluar juga dari kurungan predator mesum.


Mereka menuruni tangga kediaman Dominic. Padahal ada lift untuk bisa sampai ke lantai satu. Namun Ara keukeuh tidak mau pakai lift. Jelas laaah Ia hanya jaga - jaga tidak mau ambil resiko di terkam di dalam lift oleh predator di sampingnya.


Saat mereka menginjakan kaki di lantai satu yang langsung berhadapan dengan ruang makan, mereka dapat melihat jika Dady Dominic, Momy Bianca dan Akio sudah duduk di meja makan.


Tiga orang yang awalnya sedang berbincang ringan pun mengalihkan pandangan mereka ke arah Bryan dan Ara.


"Morning too Sayang."


"Morning too Dek."


Dominic, Bianca dan Akio menatap penampilan Bryan pagi ini yang........mm jauh dari biasanya. Mereka sampai tak berkedip melihatnya.


Bryan cuek dengan tatapan ketiganya. Ia mengambil duduk di samping kiri sang Dady. Sedangkan Ara full senyum lalu duduk di kursi samping Bryan.


"Ini mau makan atau cuma nonton?" Tanya Bryan dingin.


"Eh, iya ayo kita makan." Ucap Bianca.


Akio tersenyum mengejek pada Bryan. Bryan saat ini terlihat seperti cowok kalem dengan pakainnya. Biasanya style seorang Bryan itu bad boy.


Sepertinya adiknya yang memaksa Bryan. Tapi ada bagusnya biar hidup seorang Bryan lebih berwarna.


Setelah sarapan, mereka pun jalan bersama keluar rumah. Dominic dan Bianca akan berangkat ke kantor Dominic, sedangkan Bryan, Ara dan Akio akan berangkat ke sekolah.


"Mom, Bang Dave kemana? Kok dari kemarin Aku gak liat." Tanya Ara pada Bianca.


Bryan yang merengkuh pinggang sang kekasih pun meremat pinggang ramping yang terekspos itu pelan.


"Ah." Lirih Ara langsung memberikan tatapan tajamnya pada Bryan yang tersenyum tipis padanya.


Ara mencebikkan bibirnya.


"Dave ke luar kota sayang, ada pekerjaan yang gak bisa di tinggal." Jawab Bianca. Ara mengangguk.


"Kalian hati - hati yah. Momy dan Dady sepertinya pulang telat nanti. Kalau mau makan malam, duluan aja yah."


"Oke, Mom. Kalian juga hati - hati yaah. Byeee." Jawab Ara riang lalu melambaikan tangannya. Sementara Bryan dan Akio hanya menganggukkan kepalanya.


"Gue bareng kalian aja, males nyetir gue." Melas Akio.


"Enak aja, gue sama Bela lah. Lo sama sopir aja tuh." Sungut Bryan seraya menuntun Ara untuk duduk di kursi co driver.


"Iiih gak boleh gitu, kasihan Abang Aku. Bang, ayo naiiiik." Teriak Ara.


Bryan mendengus pasrah. Sedangkan Akio kegirangan. Ia benar - benar capek jika harus driver sendiri, makannya nebeng.

__ADS_1


Wah, Akio kayaknya salah besaaar. Karena Bryan memiliki ide cemerlang.


"Ki, keluar lo. Tukeran." Ucap Bryan pada Akio yang baru saja duduk di belakang.


"Yank, kamu pindah belakang." Bryan meminta Ara pindah.


Akio menurut saja keluar mobil. Lalu secepat kilat Bryan masuk ke jok belakang yang mana ada Ara. Akio terbengong melihat kelakuan sahabat lucknutnya.


"KI, BURUAN TELAT NIH." Teriak Bryan.


Akio mendengus kesal. Sama aja boong kalo gini. Sedangkan di belakang, Ara menghela nafas pelan melihat kelakuan tunangannya ini. Ia sebenarnya gak tega dengan Akio namun Ia sudah di rengkuh posesif oleh Bryan yang sepertinya sedang mode bucin.


***


Style Ara dkk & Bryan dkk



Ara





Bryan





Manda





Chiro




5.Rain




Akio





Mega





Farel





Tiara





Destan


__ADS_1



__ADS_2