
Pagi hari di kediaman Dominic.
Di kamar bernuansa serba hitam dengan design simple elegant, terlihat seorang cowok yang baru saja keluar dari walk in closset dengan pakaian cassual. Yang serba hitam.
Sepertinya secinta itu dengan warna hitam.
Di depan cermin sebesar pintu yang menempel di dinding depan bed, cowok itu mematut kembali penampilannya
Dengan topi hitam yang menutupi rambut sedikit gondrong, waist bag hitam brand ternama, dan sepatu semi boot hitamnya, tak lupa jam tangan silver, gelang perak dan anting di satu telinganya sudah terpasang sempurna.
Jangan lupakan cincin hitam yang setia bertengger di jari manis lengan kirinya.
Jaket hitam yang di tarik setengah lengan, menampilkan tato yang membuatnya semakin terlihat maco.
"I'm coming baby."
***
"Morning, Mom, Dad." Sapa Bryan saat langkahnya menapaki ruang makan.
"Morning." Jawab kedua orang tua Bryan.
"Abang mana, Mom?". Tanya Bryan seraya tangannya mengambil sandwich yang sudah disediakan Momy Brianna.
"Dave sudah berangkat ke kantor. Tumben kamu nanyain kakakmu." Ucap Mom Brianna karena tak biasanya Bryan menanyakan kakaknya itu.
"Hm? Gak apa - apa sih." Ucap Bryan.
"Kamu mau kemana Bryan?". Tanya sang Dady yang sedari tadi menelisik penampilan putera bungsunya itu.
"Sekolah Dad. Ada latihan buat classmeet nanti" Jawab Bryan setelah menenggak susu miliknya.
Dady Dominic menganggukkan kepalanya.
"Yaudah, Bryan berangkat dulu ya. Mau jemput calon istri." Ucap Bryan terkekeh dengan kalimatnya sendiri.
Dady mendengus sedangkan Momy nya terkekeh.
"Yaudah, sana. Jagain calon menantu Momy baik - baik yaaaah. Awas aja kalo lecet apalagi kamu bikin nangis." Ancam Momy Brianna.
"Yes, Mam." Jawab Bryan seraya melangkah keluar ruang makan.
***
Kediaman Arthuro.
__ADS_1
Tin
Tin
Suara klakson terdengar nyaring dari depan pintu utama kediaman Arthuro.
Pintu besar itu sudah terbuka sedari tadi. Ara dan kedua orang tuanya duduk di ruang tamu setelah mereka menyelesaikan sarapan. Shi Won dan So Ra menemani Ara yang sedang menunggu jemputan.
Sedangkan empat kakaknya Ara sudah berangkat sedari tadi. Adelard, Axel dan Ansel berangkat ke kantor sang Dady. Sedangkan Akio berangkat ke sekolah.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi lewat 15 menit. Ara harus sampai di sekolah pukul 9 pagi. Karena ada rapat untuk classmeet dan latihan.
Ketika mendengar klakson berbunyi di luar, Ara segera berlari. Dan benar saja, itu cowok yang di tunggunya. Rada kesal, tapi gak bisa boong kalo Ara sedang happy pagi ini.
"Pagi Om, Tante." Sapa Bryan.
"Pagi, Bryan." Ucap kedua orang tua Ara.
"Yaudah Mom, Dad kalo gitu Ara berangkat sekarang yah.Takut telat." Ucap Ara pamit pada Dady dan Momynya.
Shi Won dan So Ra mengangguk. "Hati - hati yaah, ingat jangan pulang larut malam." Ucap sang Momy.
Ara mengangguk lalu menggandeng tangan Bryan setelah mencium pipi kedua orang tuanya.
Sepasang kekasih itu menaiki mobil yang di bawa Bryan.
Masih rolls royce, tapi kali ini model sport car yang di bawa. Dengan atap mobil yang terbuka, Ara bisa menikmati udara dan matahari pagi.
60 menit di perjalanan, mobil hitam itu hampir sampai di tujuan. Melewati gerbang tinggi yang terbuka, mobil hitam mahal itu terparkir di depan lobi utama sekolah.
Ceklek
Bryan keluar dari pintu driver, sontak saja saat Bryan keluar mengundang teriakan dari siswi - siswi AIHS. Terlebih dengan style yang Bryan kenakan pagi ini.
Makin banyak yang ileran.
Ara mencebikkan bibirnya kesal melihat reaksi itu. Namun luntur seketika saat melihat cincin yang terpasang manis di jari manis lengan kirinya.
Ceklek
Ara keluar dari pintu co deiver dengan tangan Bryan yang menggenggam tangan Ara.
Mereka berjalan beriringan dengan lengan kiri Bryan memeluk pinggang posesif Ara. Mereka terlihat serasi, terlebih outfit mereka yang pas.
__ADS_1
Di luar dari gosip hoax yang kemarin menampilkan foto candid Ara dan Mr. Gavin. Sekarang gosip itu terhempas dengan kenyataan yang mana Bryan dan Ara kembali dekat.
Justru semakin lengket seperti lem dan prangko.
Mereka berjalan menuju aula, tempat yang diberitahukan di edaran osis kemarin untuk mengundi nomor urut penampilan.
Bryan dan Ara sudah memasuki aula, mereka duduk berdampingan. Yang mana seharusnya mereka duduk berdasarkan kelas. Namun yang namanya Bryan susah untuk di atur, Ia tak mengindahkan ucapan ketua kelasnya.
***
Selesai dengan pengundian nomor urut, tiap tim menuju tempat masing - masing dimana mereka akan memutuskan penampilan apa yang akan dibawakan.
Sepertinya dewi fortuna tengah memberkati Bryan. Karena kelasnya dan kelas Ara menjadi satu tim. Membuatnya senang bukan main. Terlebih kalau nanti Ia dipasangkan dengan Ara ketika perform. Makin senanglah Bryan, karena Ia sudah banyak ide untuk improfisasi nanti.
MODUS.
Saat ini kelas IPA 1 dan IPS 1 berada di studio dance. Karena sepertinya tempat itu yang cocok untuk tempat mereka meeting dan latihan.
Jimmy, ketua kelas IPS 1 terpilih menjadi ketua tim disini.
Untunglah kedua kelas itu memiliki murid yang tidak rusuh. Jadi ketika ada pemilihan, tidak ada percekcokan yang berarti.
"Kalian ada ide untuk perform nanti?". Tanya Jimmi to the point.
"Singing and dance aja." Ucap Bryan menyahut pertanyaan Jimmy.
Jimmy dan semua teman - teman kedua kelas itu mengalihkan pandangannya ke arah Bryan yang saat ini tengah memeluk Ara dari samping dengan menyenderkan kepalanya di bahu gadis itu.
"4nj, SI BRYAN BIKIN GUE PENGEEEEEN." Teriakan absurd itu mengundang tatapan tajam pada seorang cowok absurd, CHIRO.
Yang mana tadinya mereka meleleh melihat kebucinan Bryan pada Ara, namun tergantikan dengan kekesalan pada Chiro.
Jimmy kembali bersuara untuk mengalihkan atensi mereka. Setelah bertanya apakah ada ide lain, akhirnya mereka deal untuk menampilkan singing and dance.
Saat ini mereka tengah mencari - cari lagu yang pas. Dan durasi juga yang tidak terlalu lama namun dapat menggemparkan penonton.
Berhubung waktu yang hanya sedikit untuk mengumpulkan jenis penampilan dan lagu yang dipakai, mereka berusaha agar siang itu juga mereka mendapatkan keputusan yang pas.
"Guys, berhubung waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Gimana kalo kita delivery pizza aja? Tenang aja, kita di traktir sama Bapak Bryan yang terhormat." Ucap Rain diangguki teman - temannya.
"Setujuuuuuu. Makan gratiiiiiisss." Teriakan heboh itu menginterupsi dua sejoli yang tengah sibuk dengan ponselnya masing - masing.
"Traktir Broooooo." Teriak Akio. Bryan menganggukkan kepalanya.
Yah, sekali - kali gak apa - apa traktir orang - orang yang berperut karet itu.
__ADS_1
Eh, dia gak sadar kalo tunangannya sendiri juga punya perut karet hahaha
...Bersambung...