PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 1


__ADS_3

14 November 2021


“J-jangan kakk, s-sakiitt.”


Erangan menyakitkan itu mengalun indah pada bibir mungil merah merekah yang terus meronta dibawah kukungan Kenzo Erlangga Kusumo.


Kenzo sungguh membabi buta, ia sangat tidak sadar dengan keadaan memilukan yang terjadi saat ini, bisa mengubah segala hal yang ada, Kenzo sangat tidak paham, hatinya seakan mati terbawa anggur merah seharga jutaan rupiah yang sudah ia teguk entah berapa gelas.


Di malam ulang tahunnya, Kenzo bertekad untuk melepaskan keperjakaan yang telah ia jaga selama dua puluh satu tahun ini, mulanya ia menarik seorang wanita khusus, namun takdir berkata lain, keadaan pun tidak mendukung, situasi seakan sengaja untuk melemparkan ujian yang akan menjadi berat untuk seorang Kenzo Erlangga Kusumo.


Dimalam hari inilah kehidupan Kenzo akan berubah, dan tak bisa tergantikan. ritme lembut, kasar, bahkan menegangkan, telah menguasai jiwa Kenzo yang notabenya baru kali ini melakukannya. keduanya melebur dalam persatuan, keduanya menempel erat seakan tak bisa terpisah, hingga raga gadis yang sudah resmi menjadi seorang perempuan, kini menjadi hancur berkeping-keping merasa tak dihargai.


“Udaahh kak!! ”


“Ini terlalu nikmat untuk dihentikan sayang... ”


“Tapi sakiitt! enggak mau! ”


Gadis itu terus menangis dan meronta, namun naas tubuh kenzo sangat keras seperti batu untuk dilumpuhkan, gadis itu terus terisak pilu, cengkramannya pada pundak kenzo memelan, saat kesadarannya mulai menghilang.


“Argghhh ”

__ADS_1


Tubuh Kenzo tak kenal lelah, walau gadis itu sudah tertidur lemah, namun Kenzo masih terus mengejar hal yang sudah membuatnya merasa terbang setinggi mungkin.


Kenzo tak menyadari, seonggok kardus kecil berwarna merah yang sudah dipersiapkan sedari pagi, kini hanya terdiam tak terpakai, bahkan segel pada kotak itu belum terbuka ataupun lecet sekalipun. Kenzo terlalu fokus dan menikmati, hingga tubuhnya terhempas jatuh diatas tubuh mungil yang sudah lebih dulu terkulai lemas diatas ranjang miliknya.


Tubuh Kenzo berguling dari atas, lalu ia tarik tubuh mungil itu, untuk didekapnya erat, seakan tak rela jika harus melepaskan manusia mungil yang mampu membuat hasratnya tuntas hingga mencapai puncaknya kenikmatan.


°°°


15 November 2021


Kenzo Pov.


Sejenak aku terdiam, mencoba untuk menyesuaikan, namun suara aneh itu kembali menyambutku, ini bukan suara aneh, ini adalah tangisan anak kecil, ini bukan wanita malam yang menangis bukan? aku yakin pasti dia sudah pergi.


Tapi semakin kubuat diam, tangisan itu semakin kentara, aku berenggut bangun menyadari bahwa ada gadis kecil yang terbaring lemah memunggungi tubuhku.


“Hiks... ”


Mataku sontak membulat terkejut, aku sangat terkejut dengan tangisan itu, aku majukan tubuhku untuk menatapnya, tubuhnya melingker bak udang, ia memeluk tubuhnya sendiri dengan erat, seakan tidak ada yang boleh menyentuhnya.


“Hiks! ”

__ADS_1


Aku mulai pusing, aku tarik pundaknya, lalu ku balikkan tubuhnya dengan mudah, mataku semakin membulat saja, dia adalah Kiara. gadis imut yang sering mencuri perhatianku.


“Kiara! apa yau kau lakukan disini! ” bentakku marah, aku melihat tubuhnya yang terlonjak kaget, namun tak kubiarkan itu sebagai penghalang.


Kutarik paksa selimut yang menutupi hingga bagian pundaknya, dalam sekali tarikan juga aku melihat tubuhnya yang polos lugu. aku meneguk ludahku kasar, oh astaga, apa yang sudah kulakukan.


“Aku mohon kiara! berhentilah menangis! ” seruku yang semakin membuat tangisnya tergugu, kedua tangan kecilnya memeluk dadanya sendiri yang kecil, dimasa-masa pertumbuhan.


Mataku mengerjap, mendapati bercak darah yang berada ditengah-tengah seprai, nafasku seolah berhenti, siapapun juga, tolong aku, jika ini adalah mimpi, maka siram aku dengan air sekarang juga! ini adalah mimpi buruk sepanjang hidupku!


“Hiks! Hiks! Mama!! M-maamaa ”


Dia semakin menangis kelu, aku menarik pundaknya dengan terpaksa, aku paksa tangannya untuk terlepas dari dadanya, aku butuh memastikan, walau sebenarnya memang ini adalah nyata, dan akulah yang berbuat hal keji itu.


Jejak kemerahan memenuhi dada mungilnya, Kiara tidak mencoba untuk kembali meronta, aku mengguncangkan tubuhnya, ia hanya menggelengkan wajahnya dengan aktif.


“Jika kau terus diam! bagaimana aku bisa tahu! katakan Kiara! apa yang sudah aku lakukan! ” seruku frustasi dengan tangisannya, aku melihat kedua belah bibirnya ingin menjelaskan, namun kembali tertutup dengan tergugunya tangisan.


Hatiku ikut nyeri, ini adalah pemerkosaan yang sesungguhnya, walau aku tidak sengaja melakukan itu, tapi aku telah menodai anak orang, yang tidak mengetahui apa-apa.


Aku memang mengagumi Kiara, namun hanya sebatas itu, tidak lebih samasekali, untuk menaruh perasaan kepada ia saja, tidak pernah terpikirkan olehku, apalagi harus menyentuhnya seperti ini, tidak pernah terbayangkan oleh benakku.

__ADS_1


__ADS_2