PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 20


__ADS_3

...Author point of view....


Kenzo membangunkan Kiara yang meringkuk dalam dekapannya, cemas. Kenzo mendudukkan badannya, lalu ia benarkan kembali pakaian yang melekat pada Kiara, begitupun juda dalaman gadis itu. Kenzo beranjak bangun, ia pakai kausnya. Lalu menuntun Kiara untuk mengikutinya dari belakang. Kiara meremas ujung kaus yang Kenzo kenakan.


“Diam, Ra. ” Kenzo memincingkan matanya menahan amarah, gairahnya belun teratasi, sedangkan masalah baru sudah datang.


Kenzo menggenggam jemari Kiara, lalu ia buka pintu sendirian. Karena Kiara yang setengah tubuhnya berada di balik tubuh Kenzo. Mata Kenzo berubah tegas, melihat sesosok pria yang telah mematahkan semangatnya untuk ber keluarga, ada di hadapannya.


Kiara menunduk, ia tidak berani melihat seseorang yang datang. Kenzo menelan ludahnya kasar, terdapat ayahnya yang berdiri di depan pintu, sedanf menatapnya datar. Kedua tangan pria itu berada di belakang, tubuhnya memang hampir setinggi anaknya, namun tidak sampai mencapainya.


“Pulang. ” Kenzo mengeratkan genggamannya pada tangan Kiara. Kiara menunduk terus, enggan untuk mengangkat wajahnya. Suara bariton itu saja sudah membuatnya takut.

__ADS_1


“Bukan kamu. ” Kenzo mengerutkan keningnya, saat ia ingin melangkah maju bersama Kiara di genggamannya.


“Saya hanya akan membawa anak ini pulang. Sedangkan kamu tetap di sini. ” Kenzo melotot tak terima, namun tatapan itu kalah telah oleh tatapan ayahnya yang menunjukkan integritas.


“Kiara istri Kenzo. Tidak ada yang berhak membawanya. Begitu pun juga anda. ” pak Kusumo tidak tersinggung, ia masih mempertahankan raut wajah datarnya.


“Jangan menjadi angkuh, Kenzo. Dia tidak bisa tinggal bersamamu dalam kesulitan. ”


Kiara ingin menjauh dari mereka, tapi tangannya langsung di cekal oleh Pak Kusumo. Tidak kasar, hanya saja kuat. Membuat Kiara menegang di tempatnya, Kenzo tidak bisa membantah, ia juga harus memikirkan kondisi Kiara saat ini, yang tidak bisa hidup dalam kekurangan. Sedangkan dirinya saja belum mulai mencari pekerjaan.


“Papa enggak akan nyakitin Kiara, Ken. Percaya lah. ” batin Kenzo meyakinkan dirinya sendiri, berusaha memanimalisir kecemasan, yang tertanam dalam hatinya. Atas keselamatan Kiara.

__ADS_1


Kenzo kembali memasuki rumah kecilnya, ia menatap adiknya di bawah sana, yang sudah lebih dulu tertidur sebelum di gunakan. Kenzo berusaha menutup matanya, namun bayang-bayang Kiara yang baru beberapa menit lalu bersamanya, langsung menghantui diri Kenzo.


Di sisi lain....


Kiara menunduk dalam, ia ingin meringkuk dalam tubuh besar Kenzo sekarang juga, tapi mereka terhalang oleh jarak. Kiara duduk di kursi belakang mobil, bersama Pak Kusumo yang duduk di sampingnya, namun agak jauh. Karena tubuh mereka, masing-masing mendekati pintu mobil. Apalagi Kiara yang tidak berani sama sekali.


“Siapa namamu. ” suara dingin itu menerpa indra pendengarannya, Kiara mengangguk kaku, padahal tak ada yang perlu di angguki, tapi Kiara tetap mengangguk sesuai gerak tubuhnya.


“Kiara, pak. ” Kiara gugup. Ia benar-benar gugup. “Kiara Abraham..” lanjut Kiara paham, bahwa mata itu tak puas mendengar jawabannya.


“Mulai besok, kamu tidur di kamar anak durhaka saya. ” kedua bolah mata Kiara membesar polos, anak durhaka? Siapa?

__ADS_1


“Anak yang kabur dari rumah bersama perempuan gak jelas yang ia hamili. ” hati Kiara mencelos sesak, ia segera menganggukkan wajahnya cepat, berusaha mempersingkat pembicaraan di antara mereka.


 


__ADS_2