PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 28


__ADS_3

...Author point of view....


Esok paginya, Kenzo menemui ayahnya terlebih dahulu. Mereka telah duduk lebih awal di ruang makan, pak Kusumo sibuk dengan tablet yang berada di pangkuannya, sedangkan Kenzo sibuk menata pikirannya.


“Pah.” pak Kusumo menoleh sejenak, ia berdehem sebagai pertanyaan, lalu kembali sibuk dengan korannya.


“Kenzo sudah siap ke sana. ” gerakan membaca pak Kusumo langsung terhenti, Kenzo ingin secepatnya pergi, agar ia secepatnya pulang.


“Tapi kamu masih punya waktu dua bulan lagi untuk di sini Kenzo. ” Kenzo menggeleng menolak, ia ingin itu sesuai peraturannya, Kenzo ingin semuanya berjalan cepat, walau tiga tahun tidak bisa di rubah, bahkan bisa lebih.


“Kenzo ingin secepatnya. ” pak Kusumo mengangguk berat hati, hatinya lebih merasakan berat melepaskan Kenzo, di banding melepaskan anak pertamanya, dulu kala.


“Baik. Lusa semuanya beres. Kamu hanya perlu packing dan menyiapkan diri.” ujar pak Kusumo menganggukkan wajahnya sekilas, Kenzo berdehem, ia tidak menjawab lagi.

__ADS_1


Tap


Tap


Tap


Ternyata Kiara dan ibunya sudah berjalan ke arah mereka, Kiara dengan senyum tipisnya yang terkesan paksa', karena kehilangan mood dan perasaannya yang kelu. Akibat Kenzo yang meminta izin untuk pergi selama itu.


“Ehm. ” memecahkan kecanggungan, bu Kusumo berdehem. Ia sudah tahu rencana suaminya yang mengirim Kenzo untuk melanjutkan pendidikannya. Bu Kusumo sangat kasihan terhadap menantu mudanya, karena harus merasakan hubungan jarak jauh di masa kehamilan.


Ruang makan yang sunyi pun hanya di isi oleh dentingan sendok serta pisau yang beradu. Kiara memakan makannya hanya dengan sendok dan garpu, karena belum terbiasa memotong makanan mengenakkan pisau makan. Sepanjang istrinya makan, Kenzo selalu mencuri perhatian ke arah Kiara. Namun istrinya hanya acuh dan seolah tak mengetahui.


“Kenzo. Hari ini kamu siap-siap saja. Tidak perlu bekerja. ” Kenzo mengangguk atas kepedulian ayahnya, Kenzo menggenggam tangan Kiara keluar dari rumah.

__ADS_1


Ia akan mengajak Kiara berkeliling pagi ini, Kiara memang diam, tapi ia masih membalas genggaman tangan Kenzo. Kenzo berhenti di sebuah toko pinggir jalan, seperti toko antik, namun terkesan modern. Toko ini di namakan 'BUJANG' karena sedari dulu ia masih sekolah, hanya remaja saja yang datang ke sini. Kenzo meninggalkan Kiara di mobil dengan AC yang menyala, karena di luar pasti ada saja yang merokok atau polusi yang lainnya.


Kenzo memasuki toko untuk membeli sebuah barang yang pernah ia janjikan dulu pada Kiara. Kenzo ambil satu buah buku diary di antara yang lainnya, yang menurut Kenzo menarik dan akan membuat istrinya suka. Baru saja berjalan ingin meninggalkan, Kenzo melihat diary yang lainnya. Tak ingin salah memilih, Kenzo akhirnya membeli enam buah binder menggemaskan beserta filenya.


Kiara tersenyum, saat setelah Kenzo kembali duduk di kursi kemudi. Kenzo memberikan satu buah paper bag besar berwarna merah muda, Kiara memekik suka, melihat isi dari paper bag tersebut. Entah kemana rasa kesalnya tadi. Yang pastinya Kiara senang akan pemandangan di hadapannya.


“Kak Kenzo membeli ini semua?! ” Kenzo menganggu, seraya mengusap rambut Kiara lembut.


“Kakak cinta sama kamu.” ujar Kenzo keluar dari topik pembicaraan, hatinya takut jika Kiara meragukan perasaannya.


“Kiara...” Kiara membuang nafasnya pelan, ia menolehkan wajahnya tidak menatap Kenzo. Kiara ingat bahwa Kenzo tidak akan bersama lagi dengannya dalam waktu lama.


 

__ADS_1


__ADS_2