PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 12


__ADS_3

...Author point of view....


Kiara merenung di tempatnya, ia sudah mau tertidur, setelah dua hari lamanya tetap terjaga, karena terus berpikir akan kehamilannya yang baru memasuki dua minggu. Tangannya mengusap permukaan perutnya yang masih datar, belum menonjol.


Kiara melenguh pelan, ia ingat pesan Kenzo untuk terus merawat janinnya, jangan sampai dirinya lalai, hingga janin itu hilang. Tiba-tiba saja hasrat Kiara menjadi naik, namun ia bingung, harus menuntaskannya dengan cara seperti apa.


Kiara butuh refrensi. Kiara bosan tetap di kamarnya seorang diri. Hari sudah sangat malam. Namun Kiara menginginkan kuah indomie untuk ia seruput.


“Laper... ” desah Kiara lemas, ia berusaha memejamkan matanya rapat-rapat, berusaha mengusir keinginan itu dengan segera.

__ADS_1


Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kiara beranikan diri untuk keluar dari dalam kamar, ia menuju dapur pavilliun yang di khususkan hanya untuk para maid yang bekerja. Tapi, terasa masih sangat ganjal. Bukan ini yang Kiara inginkan. Kiara ingin Kenzo yang membuatnya.


Kiara menunduk dalam, matanya berubah senduh, setelah ia hamil, otomatis jumpanya dia dengan Kenzo akan berubah. Kenzo tidak akan menemuinya lagi, seperti saat-saat mereka bersama.


“Kiara. ” Kiara langsung menoleh, ia mematung saat melihat pria yang ia cari sedari tadi, sedang berdiri di ambang pintu dapur yang terbuka.


“Saya cari-cari kamu dari tadi. Ternyata kamu di sini. ” Kenzo berjalan santai, ia menghampiri Kiara dengan jeans dan kemeja kantornya yang tampak sedikit lusuh.


“Saya mau kamu buatin mie untuk saya. Laper banget Ra... ” Kenzo memelas pelan, Kiara tersenyum tipis tanpa sadar, mungkin kah ini yang dinamakan ikatan?

__ADS_1


“Hmm... Tapi kalau ada orang lain gimana kak? ” Kiara mendongak, kedua mata bulatnya mengerjap kecil, membuat Kenzo berpikir sedikit.


“Yaudah, mending kamu bikin sekarang. Abis itu kamu ke kamar saya. ” Kiara tersenyum lebar, entah kenapa ia menjadi se naif dan murahan ini.


“Tapi Kiara mau mie juga, Kiara boleh bawa ke kamar kak Ken??? ” Kenzo mengangguk ragu, walau ia sedikit heran dengan perubah sikap Kiara yang sudah mulai mencari ketika bersamanya.


“Makasih kak Ken! ” Kenzo menegang di tempatnya, Kiara berjinjit memeluk Kenzo dengan begitu erat, tingginya yang minim, membuat Kiara memeluk leher Kenzo, juga.


Menyadari tingkahnya yang senonoh, Kiara langsung melepaskan dan menarik tubuhnya. Kiara berjalan mundur hingga mengenai dipan meja kompor.

__ADS_1


“Maaf. ” Kiara menunduk dalam, Kenzo menghembuskan nafas pasrah, ternyata artikel kehamilan yang ia baca tak sepenuhnya salah.


__ADS_2