PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 19


__ADS_3

...Author point of view....


Sesosok pria tua yang begitu di hormati, masuk ke dalam ruangan formal kolega bisnisnya. Di sini lah tempat Boy tadi melemparkan ponselnya, pria tua yang tak lain adalah Pak Kusumo, ayah dari Kenzo, duduk pada kursi utama di sebrang ujung kursi yang kosong.


Para karyawan dari perusahaan itu pun mulai berkeringat dingin, karena tak melihat sekretaris dari atasan mereka, yang harusnya menggantikan posisi bos nya itu, dalam menyelesaikan presentase, justru tak hadir.


“Di mana? Apa kalian akan membuat saya menunggu lagi? ” Pak Kusumo menajamkan ekspresi datarnya, membuat siapa pun yang berada di sana menundukkan wajahnya takut.


“Lebih baik kita pergi Pak. Besok akan saya hubungi management perusahaan ini lagi. ” pak Kusumo menggeleng, ia segera bangkit, pandangannya terpaku pada sebuah benda pipih yang jatuh utuh di bawah kolong meja kaca.

__ADS_1


Tanpa malu atau ragu sedikit pun, pak Kusumo mengambil ponsel itu. Tak ada yang berani menyela, karena mereka sendidi sedang fokus atas kerja sama yang di ujung tanduk ini. Pak Kusumo memasukkan ponsel itu pada saku jas nya, lalu ia melenggang pergi keluar dari dalam ruangan, di ikuti oleh staff-staff bawahannya.


Kiara kembali duduk di samping Kenzo, Kenzo mengalihkan pandangannya tak ingin terlalu fokus pada Kiara yang sederhana, namun terlihat sangatlah cantik. Kenzo memejamkan matanya sejenak, akad pun di mulai. Kiara meremas jarinya satu sama lain, Clarittan duduk di belakang menyaksikan. Boy melaksanakan apa yang harus ia lakukan.


“Sah??? ”


“Sah. ”


Lupa mengucapkan terimakasih, Kenzo mengambilnya ponselnya, untuk menelfon Boy. Tidak ada hal apa-apa yang terjadi, Kenzo hanya mengucapkan, “Boy, thanks ya, lo emang yang terbaik. ” tak mendengar jawaban lama dari Boy, Kenzo berpikir bahwa temannya itu memang sedang fokus di jalan. Kenzo pun mematikan sambungan telfon itu.

__ADS_1


Kenzo kembali pulang ke rumah, rumahnya bersama Kiara. Kiara tersenyum senang, Kenzo mengusap pucuk kepala Kiara. Ia tersenyum kecil membalas senyuman manis Kiara.


“Sekarang kamu mandi ya. Mau makan apa? Biar kita gofood aja. ” Kiara mengerjapkan matanya lucu, ia langsung menyebutkan satu persatu makanan yang ia mau. Kenzo mengangguk, ia segera memesan makanan yang Kiara inginkan.


Kenzo berdecak kesal, kenapa ia bisa teledor seperti ini, padahal uang sisa tabungannya hanya tinggal satu juta. Dan itu berarti, menandakan bahwanya untuk segera bekerja. Kenzo menelahan ludahnya kuat, ia harus berpikir keras bagaimana caranya untuk mencari pekerjaan. Kenzo sudah keluar dari zona nyamannya, dan sekarang ia harus beralih mencari keamanan.


“Ra. ” Kiara memeluk Kenzo lucu, ia sudah tidak sungkan lagi pada suaminya. Kenzo memangku kiara dari belakang, posisi inilah yang membuat keduanya merasa nyaman dan tentram.


“Kak Zoo..” Kenzo berdehem sebagai jawaban, Kiara asik memakan makanannya. Lupa atas Kenzo yang sebenarnya belum makan sama sekali. Namun Kenzo tetap memaklumi hal itu, Kiara sedang berbadan dua, dan makanan yang ia butuhkan juga pasti lebih meningkat sesuai hormonnya.

__ADS_1


 


__ADS_2