PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 35


__ADS_3

...Author point of view....


Kiara merenung di tempatnya, ia membiarkan bayinya tertidur di pagi hari, setelah bermain sejenak sehabis mandi dan makan, tadi.


Kiara menunggu kedatangan Kenzo, tapi entah kemana pria itu yang sedari pagi tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali. Kenzo tidak memberitahukannya akan kemana ia, dan akan pulang jam berapa.


Kiara takut kalau Kenzo meng iyakan jawabannya yang Kiara lontarkan, tak ingin pergi ke Jepang bersama Tinna', siapa dirinya, dapat membuat Kenzo meng iyakan permintaannya.


Terlebih lagi Tinna adalah orang lama yang sudah dekat sekali oleh Kenzo, mau bagaimanapun kesalahan yang wanita itu lakukan, tak akan dapat membuat suaminya menjauh dan membenci wanita itu.


Tapi dia lah istri sahnya, bukan Tinna, jadi Kiara berusaha se tegas mungkin dalam berdiri di bahtera rumah tangganya sendiri, terlebih sekarang ia sudah memilik anak, jadilah ia tidak boleh lemah dan tunduk begitu saja, ketika ada wanita ular yang memang menginginkan suaminya.

__ADS_1


Cklek.


“Kiara? Sayang?” Kenzo tersenyum mendekat, Kiara tersenyum juga, membalas panggilan sayang Kenzo untuknya.


“Papah.” balas Kiara berbeda, ia bangkit, tak tau bagaimana caranya, Kiara memeluk Kenzo erat, ia sangat merindukan suaminya.


Kenzo menyatukan alisnya bingung, tapi ia mengusir keterbingungannya, jadilah Kenzo mengusap punggungnya, Kiara menduselkan wajahnya pada dada bidang Kenzo, ia mendongak menatap Kenzo.


“Jangan tinggalin Kiara lagi. Kiara mau ikut ke Jepang.” suara Kiara terdengar kecil, ia merasa malu karena wajah suaminya yang sangat terlihat tampan dan juga fresh, beda sekali dengan wajahnya yang sedang tanpa polesan makeup sedikit pun.


Kenzo memeluk perut Kiara dari belakang, Kiara menyenderkan kepala belakangnya pada dada bidang Kenzo yang hangat dan juga nyaman. Kiara merasakan Kenzo mengecupi puncuk kepalanya dari atas.

__ADS_1


“Kak Kenzo udah siap buat pisah sama keluarga? Dan membangun keluarga baru di sana?” tanya Kiara berani, mulai terbuka dengan suaminya.


Kenzo terkekeh geli, pertanyaan Kiara seperti masih ragu padanya, namun bukannya marah, Kenzo justru senang, karena jika seperti ini, berarti memang Kiara sudah menyesuaikan statusnya sebagai seorang istri.


“Tentu saja siap, Kiara.” balas Kenzo menegaskan, Kiara tersenyum, ia langsung melingkarkan tangannya pada leher Kenzo.


“Makasih, kak Zoo...” hela Kiara parau, Kenzo mengecup kening Kiara, seharusnya ia lah yang berterimakasih pada Kiara.


“Kaka yang beruntung memiliki kamu.” jawab Kenzo tak mau, jika Kiara merasa bahwa Kenzo hanya menjadikannya sebagai istri untuk mengandung.


“Kamu merubah hidup kaka menjadi lebih berwarna. Mengetahui segala hal yang seharusnya kaka sadari sedari dulu. Lalu membuat hubungan kaka dengan mamah dan papah, membaik. ” jelas Kenzo menjelaskan, Kiara menitikkan air matanya ringan.

__ADS_1


“Andai malam itu tidak terjadi, mungkin kaka masih menjadi pria acuh yang selalu seenaknya dengan banyak orang. ” lanjut Kenzo lagi, Kiara mendongakkan wajahnya, ia taruh satu jari telunjuknya menempel di permukaan bibir Kenzo.


“Intinya kita harus tetap bersama, apapun yang sedang terjadi nantinya. Kiara akan berusaha menjadi istri yang baik, lalu kak Kenzo akan menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Kiara.” Kenzo mengangguk, ia mengecup basah bibir Kiara.


__ADS_2