
Kenzo masih terdiam, dua-dua nya diliputi keterdiaman, hanya saja Kiara yang lebih banyak menangis, hingga di seluruh penjuru ruangan kamar Kenzo yang serba mewah ini, dihidupi dengan tangisan-tangis pilu Kiara.
Pukul sudah menunjukkan delapan pagi, namun Kenzo tidak peduli akan hal itu, dia sangat tidak peduli dengan pekerjaannya yang baru tiga tahun ini ia mulai, sebagai seorang manager di kantor papahnya, tidak lebih.
Dia yang menginginkan posisi itu, karena sedari awal, Kenzo selalu ingin memulainya dari nol, walaupun sang papah percaya dengan ketekunan Kenzo, bisa langsung membuat anak itu menjadi seorang presdir.
“Arghhh hidup gua sial banget! ” umpat Kenzo lama kelamaan mulai meresapi segala sesuatu yang sedang terjadi.
Kiara semakin terisak saja, ia menenggelamkan wajahnya pada bantal milik pria itu, tangannya mendekap erat wajahnya yang menangis.
“H-hiks, k-kak Kenzo jahat! ” ujar gadis itu mulai mau berbicara, ditengah-tengah tangisannya yang masih seperti remaja seusianya, 17 tahun.
“Sekarang kamu tetap tenang Kiara! Jangan menceritakan hal ini pada siapapun oke? ”
Kenzo menoleh dengan tubuh yang beringsut mendekati Kiara, Kiara refleks mundur dengan tubuh mungilnya, Kenzo masih menunggu jawaban Kiara yang tak kunjung gadis itu jawab.
“E-ngga bisa! Kaa- hiks, kalau Kiara hamil, bagaimana... Hiks! ”
Mendengar ucapan dirinya sendiri, Kiara menjadi semakin menangis, ia selalu menjaga dirinya, namun dalam semalam, semuanya seolah terhempas begitu saja.
__ADS_1
Kenzo menghela nafas berat, akhirnya ia bangkit dari atas ranjang, tidak memperdulikan keadaan tubuhnya yang polos tanpa sehelai sebenang pun, Kenzo mengenakkan boxer nya yang tergeletak diatas lantai berbulu, ia masuk kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan Kiara yang masih tergugu.
Kiara masih menangis, namun lelah terus tergugu, Kiara mulai menghentikkan tangisannya itu, ia mulai mengintip dari balik celah jari-jarinya yang terkatup rapat mendekap wajahnya.
Nafasnya mulai sesak, ia kegerahan didalam selimut, walau hatinya sudah panas bagai di neraka, Kiara langsung menutup celah jemarinya yang sempat terbuka, saat melihat Kenzo keluar dari dalam kamar mandi.
dengan angkuh pria itu menghampirinya, Kiara yang berusaha menjauh dengan beringsut mundur, langsung saja tertahan saat kedua tangan kekar Kenzo, mencakup kedua pundaknya.
Kenzo menggendongnya, Kenzo menggendongnya percis seperti apa yang ayahnya dulu lakukan ketika ia masih TK.
Bedanya gendongan ayahnya membuat Kiara merasa nyaman, jauh berbeda dengan saat ini, tubuhnya kaku tak berani bergerak, kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit Kenzo yang hangat.
“Jangan menangis lagi! Jangan berisik! ” seru Kenzo menurunkan Kiara didalam bathub yang sudah terisi busa, Kenzo menatapnya sangat tajam dan dingin, seolah disini yang menjadi pelaku adalah Kiara.
“Gak mau! ” titah Kiara mencoba melepaskan rengkuhan Kenzo dibelakangnya, Kenzo memang tidak ikut andil masuk kedalam bathub, hanya saja dari belakang, satu tangan Kenzo menahan perutnya yang sudah tenggelam didalam air dengan erat.
“Kalo gua bilang jangan berisik ya patuhi! Kalo gak, lo mau gua perkosa lagi baby? ” bisik Kenzo yang sebenarnya hanya sebuah tipuan belaka, Kiara langsung menggeleng cepat, ia tidak mau kembali disentuh.
Tidak mau!
__ADS_1
Kenzo mulai menyabuni tubuh kecil Kiara, ia ingin membawa Kiara untuk segera ke rumah sakit, Kenzo akan memasang alat kontersepsi kepada Kiara, Kenzo harus bergerak cepat, maka dari itu Kenzo lebih memilih untuk memandikan Kiara, karena kalau ia menyuruh gadis itu mandi sendiri, bukannya mandi, justeru Kiara malah akan kembali menangis.
...-----------...
Kiara menundukkan wajahnya dalam, Kenzo menuntunnya keluar dari dalam kamar dengan tangan yang menggenggam tangannya, ia malu mendapati tatapan tak biasa para asisten yang bekerja di mansion Koesumo itu, ia takut kalau Kenzo akan mencampakkan nya setelah ini.
“Lepasin! ” runggut Kiara berani diantara rasa cemas dan takutnya, untung saja tidak ada anggota keluarga yang melihat.
Kenzo menggeram kesal, ia sudah ingin berbuat baik, namun sikap perempuan kecil disampingnya justeru keras kepala, Kenzo menatap tajam Kiara, tangannya sekarang malah meremas tangan Kiara seolah ingin meremukkannya.
“Sakit! ” racau Kiara yang samasekali tidak dipedulikan oleh Kenzo, dasar gadis malang.
“Kalau kau diam! aku akan berbuat baik! kalau kau keras kepala! aku akan bersikap jauh lebih keras dari apa yang kau bayangkan! ” tekan Kenzo merasa geram, Kiara refleks mengalihkan pandangannya enggan menatap Kenzo.
“Sekarang cepet masuk! ” sergah Kenzo berupa perintah, dengan cepat Kiara langsung meraih pintu belakang untuk dibuka, namun buru-buru ia dibuat tersentak kaget lagi.
“Lo fikir gue supir? naik di depan! ” saat itu juga Kenzo langsung menarik pergelangan tangan kecil Kiara, Kiara mendesis menahan isakan kecilnya lagi, ia rindu mamah, ia ingin mamah.
“Ck! pake saltbelt aja gak bisa! ” ejekan penuh amarah dari Kenzo membuat hati Kiara semakin teriris, ia menggeleng kecil sebagai jawaban.
__ADS_1
Sekarang keduanya telah masuk kedalam mobil, namun sebelum melenggang pergi, Kenzo menarik nafas, lalu membuangnya. Ia melirik Kiara, dengan lembut ia kenakkan saltbelt pada tubuh kecil Kiara.