
...Author point of view....
Kiara sudah berhenti terisak, Kenzo terus mengusap punggungnya. Kenzo merangkul pinggang Kiara, membawa Kiara keluar dari dalam kamar. Nanti saja ia akan menyuruh maid untuk membelikan pakaian Kiara. Karena saat ini, ia dan Kiara harus menyesuaikan diri dulu kepada keluarga, atas status hubungan baru mereka berdua.
Kiara menyadari tatapan menusuk dari teman-temannya dulu, yang suka bermain dengan dirinya di taman, atau pun dalam hal bekerja. Kiara tersenyum, berusaha membalas tatapan tajam dari maid seumurannya, berbeda dengan para maid-maid tua, yang matang, semuanya tunduk terhadap Kiara.
__ADS_1
Kenzo membawa Kiara ke ruang makan, sekarang pasti sedang pada sarapan. Tersisa ibunya saja yang sedang duduk di ruang makan, sedangkan neneknya sudah jarang berada di rumah, karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit. Kiara berdiri di samping Kenzo, bersebrangan dengan ibunya di depan mereka.
“Halo ma. ” sapa Kenzo acuh tak acuh, bu Kusumo menurunkan tatapannya pada piring di atas meja, Kiara duduk dengan kaku di samping Kenzo yang sedang menyisikan sayuran pada piringnya.
Kenzo tidak menyukai sayuran, dan itu membuat Kenzo harus bergerak menyisikkan sayuran-sayuran itu dari dasar piringnya. Salah satunya kacang polong. Kenzo menoleh, Kiara belum memegang sendoknya karena merasa sungkan. Menyadari hal itu, Kenzo mengusap pucuk kepala Kiara lembut. Tak memperdulikan keberadaan ibunya di hadapan mereka.
__ADS_1
Kenzo terkekeh geli, melihat istrinya yang makan seperti anak-anak. Ya, walaupun Kiara memang benar belum dewasa. Kenzo memakan makanannya dengan tenang, bu Kusumo tidak beranjak sedikit pun dari kursinya, walau makanan di piringnya sudah bersih. Ia hanya ingin melihat interaksi putranya bersama Kiara, gadis yang ia pandang sebelah mata.
“Ada yang salah, ma? ” tanya Kenzo menangkap gelagat ibunya yang sangat fokus memandangi istrinya.
Bu Kusumo tersentak tiba-tiba, sebisa mungkin ia tutupi kegugupannya, siapa tahu Kiara memanglah bukan perempuan yang hanya memanfaatkan Kenzo saja, namun perempuan itu benar lah perempuan baik-baik untuk Kenzo. Sama seperti Tinna, yang ia anggap seorang wanita baik-baik dan menerima Kenzo bukan karena kekayaan.
__ADS_1
“Engga ada yang salah. Emang salah ya? Kalo mama cuman pengen memperhatikan menantu mama saja. ” jawab bu Kusumo jujur, perlahan mau mencoba untuk menerima kehadiran Kiara bagi putranya.