
...Author point of view....
Sinar matahari masuk melewati celah hordeng tinggi berwarna hitam dan putih, membuat tidur Kiara terusik. Kiara membuka matanya perlahan, menciptakan beberapa lipatan kecil di keningnya. Kiara bangun dari tidurnya, lalu ia melangkah memasuki kamar mandi.
Kiara menatap wajahnya sendiri, tampak pucat dan terdapat lingkaran hitam di bawah matanya. Buru-buru Kiara cuci wajahnya, ia tutup pintu kamar mandi, lalu memulai ritual mandinya. Kiara tak lupa atas kejadian semalam, saat pak Kusumo menjemputnya dari Kenzo.
Mengingat Kenzo, Kiara langsung bersedih. Ia tidak tahu bagaimana keadaan suaminya sekarang. Kiara merindukan Kenzo, padahal baru beberapa jam saja mereka tidak bertemu. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Kiara mulai memilah milih baju. Namun tak ada satu pun baju perempuan di dalam lemari tersebut. Ia memilih untuk mengenakkan celana pendek Kenzo yang mencapai bawah lututnya, lalu mengenakkan underwear Kenzo juga, secara terpaksa. Karena tak ada satu dalaman pun untuk perempuan.
Menyadari hal itu, Kiara menjadi senang, berarti Tinna tidak pernah menanggalkan pakaiannya di sini. Di lemari suaminya. Kiara memeluk handuk pada bagian dada, ia kembali bingung, karena tak dapat memakai bra. Namun saat pandangannya mengelilingi isi lemari, mata Kiara terpaku, melihat kotak sedang berwarna merah muda. Dengan kaku, Kiara buka tutup box tersebut.
__ADS_1
Dada Kiara mecelos seketika, melihat beberapa pasang underwear berwarna terang, yang begitu seksi dan mahal. Terbukti dari beberapa brand tag, yang belum terlepas. Menunjukkan harga yang tak wajar untuk seonggok kain tipis. Mata Kiara memanas, berarti perkiraannya salah, kalau Tinna tidak pernah tidur di sini.
Sekelas Tinna memang berhak mendapatkan tempat di kamar Kenzo. Tidak seperti dirinya yang membuat Kenzo kesusahan, hingga berakhir di rumah kecil yang besarnya setara dengan kamar Kenzo saat ini. Kiara memutuskan untuk kembali melepaskan seluruh pakain Kenzo di tubuhnya. Ia kembali mengenakkan handuk, lalu memasuki kamar mandi, dan menutup pintu, tanpa berniat untuk keluar dari dalam kamar.
Kiara terduduk lemas di atas toilet yang tertutup. Wajahnya menunduk dalam, memeprhatikan buku-buku tangannya yang polos dan bersih dari kuku.
Tap.
Tap.
__ADS_1
Tap.
“KIARA. ” Kenzo segera membuka pintu kamar mandi, matanya membulat terkejut, melihat Kiara yang sedang duduk di atas toilet sambil memeluk tubuhnya yang bergetar.
Kenzo segera mengangkat Kiara, Kiara tidak menolak atapun membrontak. Wajahnya kaku, karena melihat Kenzo yang tiba-tiba saja datang. Ingin senang, namun Kiara mengingat Tinna, yang pernah singgah di kamar suaminya. Bahkan memiliki tempat di sana. Kenzo memeluk tubuh Kiara, segera ia dudukkan tubuh ringkih istrinya, lalu berbalik arah untuk mengunci pintu kamar.
“Kenapa nangis hm? Nangis kakak tinggal? ” tanya Kenzo lembut, menyisir rambut Kiara dengan jari jemarinya. Kiara menggeleng, ia alihkan pandangannya, agar tak menatap wajah Kenzo.
“Kiara, sekarang cepat pakai baju. ” Kenzo berdiri, ia langsung melepaskan jas nya asal, lalu juga celana bahan hitamnya, tanpa ragu sedikit pun.
__ADS_1
Kenzo mengambil jeans dari lemari, lalu ia mengeluarkan kaus hitam yang melekat pas di tubuhnya. Kenzo kembali menghampiri Kiara, setelah ia siap berpakaian. Kiara masih mengalihkan pandangannya, membuat Kenzo menyeringit bingung, menyadari raut wajah Kiara yang seolah enggan melihatnya.