
...Author point of view....
Kenzo tidak ikut andil dalam memilah milih baju, ia membiarkan Kiara menentukan pilihannya sendiri. Kenzo menunggu Kiara di tengah-tengah kursi toko, Kiara masih sibuk mengambil baju yang di sarankan oleh tiga orang pelayan heboh' di toko branded tersebut.
“Aahh!! Yang ini lebih cocok untukmu nyonya! ”
“Tentu saja tidak. Ini yang jauh lebih cocok untuknya! ”
“Tubuhnya kecil Tania, mana mungkin ia memakai baju panjang seperti itu! ”
Ketiga pelayan itu berbedat, merebutkan perhatian dari Kenzo yang pasti memperhatikan pelayanan mereka. Siapa yang paling bisa memuaskan Kiara' dia lah yang akan mendapatkan uang tambahan, yang tentu saja dalam jumlah lumayan.
__ADS_1
Kiara meringis malu, berada di posisi seperti ini bukanlah keinginannya, namun Kiara cukup terhibur, akan tingkah absurd pelayan-pelayan toko baju ini.
Kiara memutuskan untuk mengambil tiga-tiganya, membuat mereka memekik senang.
“Aww! Tentu saja itu semua akan cocok di tubuhmu. Kau tidak akan terlihat seperti sedang hamil, nyonya. ” pekik Tania yang paling aktif dalam berbicara sedari tadi. Kiara tersenyum, ia mengangguk saja.
“Sudah selesai? ” Kenzo menghampiri Kiara, Kiara mendongak, ia mengangguk semangat sambil tersenyum lebar.
“Dia beruntung sekali ya. ” Tania mengangguk terperangah, menyadari bahwa mereka sudah mengulur waktu pekerjaan, ketiga SPG itu pun langsung menuju kasir, membawa barang yang tidak hanya satu buah saja.
Kenzo dan Kiara kembali berjalan, semua paper bag di pegang oleh dua bodyguard di belakang mereka. Kenzo memeluk pinggang Kiara posesif, ia mengenakkan kaca mata hitam serta masker yang juga berwarna hitam, berbeda dengan Kiara yang hanya mengenakkan masker saja.
__ADS_1
“Kak, Kiara mau pulang sekarang. Kiara ngantuk. ” rengek Kiara manja, buru-buru ia langsung memeluk perut Kenzo dari samping, membuat pria itu keheranan.
“Serius? Kamu ga mau belanja lagi? ” tanya Kenzo memastikan, membuat Kiara menggeleng keras. Ia melihat Tinna sedang duduk sendirian di ujung sana, sibuk memakan makanannya di food court.
Kenzo hanya mengangguk saja, ia menuruti kemauan Kiara, hingga mereka pun memutar balik arah, dengan Kiara yang sibuk mengajak Kenzo berbicara, supaya suaminya itu tidak melihat Tinna. Yang padahal sudah jauh di dekat mereka. Kiara takut kalau sekiranya nanti Kenzo berubah pikiran, dan sedikit demi sedikit kembali pada Tinna.
“Kenzo! ” seruan itu terdengar dari arah belakang, Kiara memejamkan matanya rapat, pelukannya pada Kenzo terlepas, saat pria itu membalikkan tubuhnya.
Tinna melambaikan tangan, ia menghampiri Kenzo dengan sedikit berlari, Kenzo menatapnya datar, masih tersimpan kemarahan yang mendasar atas Tinna yang mempergunakan Kiara, hingga masa muda gadis itu kini sudah terenggut. Tinna tersenyum lebar, seakan tidak berdosa, ia langsung menerobos masuk di antara celah tubuh Kiara dan Kenzo. Membuat Kiara tersisih kasar karenanya.
“Apa yang kau lakukan Tinna! ” Tinna mencebikkan bibirnya kesal, sekuat tenaga ia tahan lengan Kenzo agar tetap pada lingkaran tangannya.
__ADS_1