PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 29


__ADS_3

...Author point of view....


Kiara terbangun dari tidurnya, lengkungan senyum dari bibirnya tertera, ketika melihat satu tangan berada di atas perutnya, sedang memeluknya. Kiara ingin melepaskan tangan itu, namun Kenzo semakin memeluknya, Kiara merasakan punggungnya di kecup oleh bibir Kenzo dari belakang. Kiara menolehkan tubuhnya, ia susupkan wajahnya di atas pucuk kepala Kenzo, ketika wajah pria terbenam di dadanya yang polos.


Kiara dapat mendengar suara cecapan, ia terkekeh merasa geli, Kiara tidak bersuara, ia hanya diam menikmati. Jam weker menunjukkan pukul tujuh pagi, dan Kenzo enggan untuk membuatnya bangun dari atas kasur.


“Udah ka..” tidak berhenti, Kenzo tetap menikmati susunya. Kenzo memeluk punggung Kiara lembut, bersamaan dengan lidahnya yang juga bergerak penuh kasih sayang.


Kenzo tidak meminta lebih, ia hanya ingin di bawah dekapan hangat istrinya saja. Rasanya sangat tenang, ketika ia bisa bersama dengan Kiara seperti ini.


“Ka Kenzo jangan lupa hubungin Kiara terus ya.” Kenzo mengangguk, Kiara tidak berniat untuk mencari obrolan baru, ia lebih memilih diam saja, hingga dua jam pun berlalu.

__ADS_1


Kenzo sudah siap dengan pakaiannya, pakaian kasual anak remaja yang sudah beranjak dewasa. Kiara di tuntun Kenzo keluar dari dalam kamar, keluarga sedang berkumpul, karena mereka memutuskan untuk menginap malam ini, untuk mengantar Kenzo pergi ke bandara esok pagi.


“Waah itu Kiara. ” Kiara tersenyum lebar, wanita yang sedang duduk bersama kaka laki-laki Kenzo, menyapanya.


“Kenzo. Kamu habis ngapain aja? Kita udah nunggu lama dari tadi. ” goda Angga yang tak lain adalah kaka laki-laki Kenzo. Bu Kusumo melemparkan senyuman menggoda, sedangkan Kiara hanya tersenyum dengan pipi yang merona.


“Abis nyusu, bang. ” jawab Kenzo acuh, sambil berjalan untuk memgambil posisi duduk di atas sofa.


“Leaa mau ajak pengantin baru ke dapur dulu ah.” ujar Aleaa tanpa canggung sedikit pun, padahal ia belum mengenal Kiara secara dekat.


“Hati-hati Ra. Nanti kompornya di bikin rusak sama dia. ” celetuk Angga malas, membuat Aleaa mendelik kesal.

__ADS_1


Kiara tertawa tanpa bisa di tahan, Kenzo pun berpindah duduk menjadi di samping abangnya. Jadilah di ruangan itu hanya terdapat Angga, Kenzo, Ibu dan Bapak Kusumo saja. Raut wajah Kenzo sudah tidak murung seperti hari-hari kemarin lagi, karena mau tak mau Kenzo harus menjalankan tugasnya sebagai seorang pria.


“Kamu sudah sangat siap ya? ” Kenzo mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan abangnya yang terkesan ambigu.


“Jangan sering bermain ponsel di sana. Karena pendidikanmu sangat sulit, Kenzo.” titah Angga yang memang sudah berpengalaman.


Bedanya jika Angga dulu memulai pendidikannya dari umur 21, hingga 26 tahun. Tidak seperti Kenzo, yang nantinya akan kembali ke sini di umur 24 tahun. Masih sangat muda, walau begitu, potensi dari anggota keluarga Kusumo memang tidak di ragukan lagi. Kenzo adalah anak yang pintar semasa sekolahnya, lalu setelah lulus, ia mulai magang di perusahaan ayahnya, sebagai karyawan biasa. Bisa di bilang, bahwa Kenzo memang memulai semuanya dari nol.


“Mah, kalau Kiara sudah mulai kuliah nanti, jangan biarkan dia menjadi perempuan yang bebas dan nakal. ” ucap Kenzo merasa sedikit cemas, akan pergaulan istrinya yang belum bisa mengerti dunia luar begitu dalam.


“Tenang saja Kenzo. Mamah akan merawatnya. ”

__ADS_1


 


__ADS_2