PREGNANT BEFORE MARRIED

PREGNANT BEFORE MARRIED
episode 16


__ADS_3

...Author point of view....


Kenzo mengapit perut Kiara dari belakang, ia memeluk dan mengusapnya dengan begitu lembut, Kiara sedang menyiapkan masakan dari dalam dapur. Kenzo masih memeluk pinggang Kiara, walau masakan sudah selesai. Hingga sedikit membuat Kiara kesusahan, namun masih merasa tak rela jika pelukan pada perutnya terlepas.


“Kak Zooo.... ” Kenzo tertawa, ia mendudukkan Kiara di atas pangkuannya, mereka tidak duduk di meja makan, namun dia atas lantai ber tikar kayu plastik.


Kiara duduk di atas kaki Kenzo yang bersila, Kenzo yang tinggi, menaruh wajahnya untuk bersandar manis pada pundak Kiara. Kiara menggigit bibirnya tak sabar, melihat reaksi Kenzo, saat memakan masakannya.


“Kak Kenzo mau Kiara suapin? ” Kenzo mengangguk, ia pun membiarkan Kiara turun dari pangkuannya, beralih duduk di hadapannya.


Kiara tersenyum lebar, saat setelah Kenzo menelan masakan yang ia buat, dengan senyuman yang mengembang, juga tatapan yang menyatakan, bahwa masakannya memanglah sangat spesial. Kiara semakin bersemangat saja, menyuapi suapan demi suapan ke dalam mulut ayah dari bayinya.

__ADS_1


Tak lupa ia juga suapkan nasi itu ke dalam mulutnya, Kenzo sama sekali tak risih, makan mengenakkan tangan Kiara, sendok memang ada, namun ia tak berniat sama sekali mengenakannya.


“Enak Ra. ” puji Kenzo setelah mengunyah habis suapan terakhir itu, Kiara terlonjak senang secara sekilas. Ia mengusap bibir Kenzo yang kotor, dengan punggung tangannya.


Bukannya bersih, bibir Kenzo malah terlihat semakin belepotan karena kecap. Kiara tertawa renyah melihat itu, walau menut Kenzo ini bukanlah hal lucu, namun melihat Kiara yang tertawa renyah, itu menular pada bibirnya yang juga ikut tertawa.


“Kak Ken lucu! ” Kiara bangkit dari duduknya, ia segera mencuci piring, sedangkan Kenzo bergegas untuk kembali masuk ke dalam kamar setelah mencuci mulutnya.


Kenzo menyalakan ponselnya, ia menerima beberapa pesan yang masuk dari Email. Ternyata berupa file-file yang memang seharusnya ia kerjakan sekarang, tapi Kenzo tak perduli, ayahnya sendiri juga tidak membutuhkannya. Hingga dengan mudah melepaskan anaknya begitu saja.


'Tak perlu bang, Kenzo akan mencarinya sendiri. Lebih baik abang fokus saja pada kesehatan mamah dan papah.' ketik Kenzo membalas email yang dikirimkan oleh Angga, satu-satunya saudara yang dimiliki Kenzo.

__ADS_1


Cklek.


Pintu kamar terbuka, menampakkan sesosok Kiara yang berlari kecil menuju arahnya.


Hap.


Kenzo memeluk Kiara yang langsung memeluk lehernya erat, Kenzo taikkan tubuh Kiara, hingga Kiara melingkarkan kakinya pada pinggang Kenzo dengan semangat. Kenzo beralih duduk di atas atas kasur, ia senderkan punggungnya pada kepala ranjang. Kiara memeluk lengan Kenzo erat. Namun hanya dengan sebelah tangannya, karena tangannya yang lain, memegang buku yang ia dapatkan di laci nakas ruang utama.


“Apa yang kamu bawa Kiara? ” Kiara mendongakkan wajahnya yang tadi bersender nyaman pada dada bidang Kenzo.


“Buku. Buku novel kak. Kiara nemuin ini di laci ruang tamu. ” Kenzo mengangkat alisnya penasaran, Kiara beringsut membalikkan posisi tubuhnya. Hingga ia berada di antara celah kaki Kenzo yang terbuka ber slonjor.

__ADS_1


“Kamu ingin membacanya? ” Kiara mengangguk antusias, Kenzo tersenyum, entah sudah berapa kali ia tersenyum hari ini. Sesekali Kiara terkekeh gemas, akan bacaan yang ia baca.


 


__ADS_2