Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 1 Nathanael Putra Alexander


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf pada pembaca setia Perjalanan Cinta Nathanael. Karena author merasa judul nya kurang pas jadi author ubah dengan judul yang baru Pria Patah Hati. Sebelum membaca cerita ini terlebih dulu membaca ceritaku yang lainnya yaitu Maafkan Aku, Istriku... Karena sebagian kisah Nathanael ada di sana.


Cerita ini hanya sekedar hiburan semata semoga kalian menyukainya. Selamat mengikuti ceritanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terimakasih...


******************


Lelaki itu duduk di kursi ruang kerjanya. Dia menatap sendu bingkai foto di depannya dialah Nathanael Putra Alexander nama lengkapnya putra pertama dari seorang pengusaha kaya di kotanya Alexander Subrata. Lelaki berkulit putih, bermata sipit, hidung mancung, tinggi sekitar 170 cm itu memindai foto itu sedari tadi.


Dia larut dalam kenangan pada masa itu masa kebersamaan dengan wanita itu walau singkat namun begitu berarti dalam benaknya. Nathanael masih setia memandang wajah cantik dalam bingkai foto itu. Senyum yang menghiasi wajah cantik itu seolah untuk dirinya. Wajah dan nama gadis itu telah memenuhi seluruh hatinya. Sulit rasanya menghapus nama gadis itu dari hatinya. Lelaki itu tersenyum mengingat saat pertama kali pertemuannya dengan gadis itu. Gadis yang telah mencuri hatinya dan merupakan cinta pertamanya. Cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Lamunannya melayang ke beberapa waktu dulu saat pertama kali ia bertemu dengan gadis cantik itu. Saat itu Nathanael muda masih memakai seragam putih abu-abu melajukan motor kesayangannya ke sebuah kawasan perumahan tempat tinggal sepupunya Daniel. Ketika hendak berbelok ia melihat seorang gadis berseragam SMP turun dari mobil. Entah mengapa pandangannya tak terlepas pada gadis itu. Untuk pertama kalinya ia terpesona pada gadis cantik itu.


Gadis cantik itu menoleh dan melampirkan senyum yang menurut Nathanael sangat manis. Nathanael membalasnya dengan senyuman. Tak lama kemudian gadis itu masuk ke rumah nya. Nathanael masih diam mematung sampai bayangan gadis itu hilang di balik pintu rumahnya. Dan tepukan di pundaknya menyadarkannya. Ternyata sepupunya sudah berada di belakangnya.


" Ngapain ke sini " tanya Daniel menelisik sepupunya.


" Mainlah mau apa lagi emangnya " sahut Nathanael berlalu masuk ke rumah sepupunya.


Setelah memarkirkan motornya Nathanael masuk ke rumah sepupunya dan langsung menuju dapur. Mengambil minuman dingin lalu meneguknya.


" Tumben ke sini mana teman-teman berandalan mu itu " seru Daniel mengambil minuman dingin dalam kulkas lalu duduk di sofa ruang keluarga.


" Mereka bukan berandalan mereka dari keluarga baik-baik dan mereka teman-temanku jangan asal tuduh saja " kata Nathanael tak terima.


" Kalau bukan berandalan apa coba sukanya kumpul yang nggak ada faedahnya. Kau ini masih sekolah tugas utamanya belajar bukan ikut kumpul- kumpul nggak jelas kayak mereka " seru Daniel panjang lebar.


" Sudah ceramahnya " sahut Nathanael beranjak pergi.


" Mau kemana ? " tanya Daniel melihat sepupunya keluar dari rumahnya.


" Ke tempat biasa " seru Nathanael mengambil motornya lalu pergi dari rumah sepupunya.


Daniel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya yang semaunya sendiri. Sudah berapa kali ia memberi nasihat pada sepupunya itu. Tapi sepupunya itu tak pernah menanggapinya. Perkataannya hanya masuk ke telinga kanan lalu keluar ke telinga kiri. Kapan kamu akan berubah, kata Daniel dalam hati.


Sementara itu Nathanael melesat ke tempat teman-temannya berkumpul. Di sana sudah ada Steve, Leo, Antoni dan Rizky. Mereka sedang menunggu Nathanael untuk membahas sesuatu.


" Tuh dia orangnya " seru Leo menunjuk ke arah depan.


" Sudah lama " kata Nathanael setelah dekat dan duduk di sebelah Steve.


" Baru saja " kata Steve.


" Gimana jadi tidak " seru Antoni.

__ADS_1


" Jadi dong " kata Nathanael.


" Jam 11 di tempat biasa " kata Rizky.


" Okey " kata Nathanael bangkit berdiri hendak pergi.


" Hai, Xander ... " seru Antoni.


" Apalagi " kata Nathanael malas.


" Nggak ikut ngumpul dulu " kata Antoni lagi.


" Aku ada urusan, bye semua " seru Nathanael berlalu meninggalkan teman-temannya.


Nathanael melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Seolah ia tidak sayang dengan nyawanya sendiri. Ia berkendara seenaknya saja membuat pengendara lain merasa terganggu dan mengumpati nya. Namun ia tak peduli dengan itu semua. Akhirnya ia berhenti di depan rumah nya. Rumah yang memberinya kasih sayang dan luka di hatinya.


Nathanael menjejakkan kakinya ke rumahnya baru saja dirinya masuk ke ruang tamu. Ia disuguhkan pemandangan yang membuatnya jengah. Secepatnya ia berlalu dari sana dan menuju kamarnya di lantai dua. Lalu membanting pintu dengan kerasnya membuat orang di bawah sana berteriak memakinya. Namun Nathanael tak mempedulikannya ia merebahkan tubuhnya ke ranjang lalu terlelap tidur.


" Anak kurang ajar nggak ada sopan santunnya pada orang tua " maki laki-laki itu pada Nathanael.


" Sudahlah pa yang sabar ya " sahut mama Natali pada suaminya.


" Bisa ngelunjak tuh anak kalau dibiarkan " seru papa Alexander.


Mama Natali menyadari akan perubahan yang terjadi pada diri Nathanael. Sejak Nathanael mengetahui yang sebenarnya tentang siapa mama Natali sejak saat itu sikap Nathanael yang dulunya ramah, sopan, penurut menjadi seorang pembangkang dan semaunya sendiri. Dan suka berkumpul dengan teman-teman berandalan nya, itu sebutan yang diberikan papanya tentang teman-temannya.


Hampir setiap hari Nathanael berkumpul bersama teman-temannya. Karena mereka lah yang membuat dirinya nyaman. Berkumpul dengan orang-orang yang mengerti diri kita dan menganggap dia adalah saudara itu sudah cukup bagi Nathanael. Daripada tinggal di rumah mewah yang penuh tekanan dari papanya. Ia lebih suka berkumpul- kumpul menghabiskan waktu lalu berlanjut ke taruhan balap motor. Itulah kegemaran Nathanael saat ini. Minum minuman beralkohol sudah menjadi kebiasaan nya setiap hari hatinya suntuk. Apalagi kalau menyangkut orang tuanya rasa kecewa itu tiba-tiba muncul begitu saja


Nathanael kecewa pada orangtuanya karena menurutnya selama ini ia merasa dibohongi. Itu yang ada di benaknya saat ini. Mama Natali yang selama ini sayang padanya dan ia pun sangat menyayangi mamanya itu ternyata bukan mama kandungnya. Lalu di mana mama kandungnya berada. Masih hidup kah dia, kalaupun iya di mana sekarang mamanya tinggal. Bila telah meninggal di mana mamanya dikuburkan. Semua pertanyaan itu hanya berputar-putar di benaknya saja. Tanpa ada penjelasan yang pasti dari papanya.


Papanya seolah menutupi itu semua dari Nathanael. Membuatnya membenci papanya tanpa mendengarkan penjelasan dari papanya terlebih dahulu.


Nathanael bangun dari tidurnya ia melihat jam di dinding kamarnya menunjuk angka 8 malam. Ternyata lama juga Nathanael tertidur lalu ia bangkit melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Selesai mandi dan berganti pakaian Nathanael mengambil kunci motornya lalu keluar kamar.


Menuruni anak tangga Nathanael melihat mama Natali yang duduk sendirian di ruang keluarga sementara papanya jam segini pasti di ruang kerjanya. Nathanael berjalan melewati mama Natali lalu bergegas keluar dari rumah itu. Meskipun mama Natali memanggilnya tapi Nathanael tak menghiraukan panggilan itu.


Nathanael memacu motornya ke warung makan langganannya. Lalu memesan makanan kesukaannya nasi goreng dengan suwiran ayam di atasnya. Sambil menunggu pesanannya datang Nathanael menghubungi Steve. Selesai berbicara dengan Steve, Nathanael mematikan panggilannya lalu menaruh ponselnya ke saku bajunya.


Nathanael menikmati nasi goreng kesukaannya tiba-tiba terlintas bayangan gadis yang tadi siang bertemu dengannya. Membayangkan gadis itu yang tersenyum kepadanya membuat Nathanael ingin lebih mengenal gadis itu. Siapa namanya ya membuat Nathanael penasaran.


Selesai makan dan membayar makanannya Nathanael melajukan motornya di tempat yang telah ditunjuk oleh teman-temannya untuk balapan. Di sana sudah ada teman-temannya dan juga orang-orang dari sekolah lain yang ikut bergabung di arena yang akan dijadikan balap motor.


" Gimana sudah siap " tanya Steve ketika Nathanael berhenti di depannya.

__ADS_1


Nathanael mengacungkan dua jempol jarinya. Lalu mengambil posisi di sebelah Antoni. Sementara yang lainnya mengikuti Nathanael dan Antoni. Hanya Leo dan Steve yang tidak ikut. Setelah mendengar aba-aba dari Steve motor mulai melaju. Saling berkejaran menjadi yang terdepan motor Nathanael melaju jauh di depan melewati lawan-lawannya. Akhirnya motor Nathanael sampai di garis finish dan menjadi pemenangnya.


Nathanael duduk di atas motornya sambil memainkan ponselnya. Menunggu teman-temannya yang lain menyelesaikan permainannya.


****! umpat Nathanael melihat ke sekeliling.


" Steve ayo " seru Nathanael mengajak pergi.


" Ini gimana? " tanya Steve.


" Kasih ke Leo " ucap Nathanael.


Lalu Steve memberikan uang taruhan itu pada Leo dan meninggalkan mereka. Nathanael melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Dalam beberapa menit saja motor Nathanael telah tiba di rumah Steve. Nathanael memasukkan motornya ke garasi dan masuk ke rumah Steve.


" Gila kamu " maki Steve pada teman sekaligus sahabatnya itu. " Aku masih muda dan tidak ingin mati secepat ini."


Nathanael hanya tertawa mendengar makian dari sahabatnya itu.


" Kalau pengin mati mati saja sendiri jangan bawa-bawa aku " omel Steve lagi.


Memang nggak ada akhlak tuh bocah bisa-bisanya ngebut di jalan raya. Meski malam hari dan tak begitu banyak yang berkendara tetap saja melaju dengan kecepatan di atas rata-rata membuat sport jantung juga.


" Emang ada apaan sih " tanya Steve mengambil minuman dingin lalu membawanya ke sofa.


Steve meneguk minumannya dan duduk bersandar pada sofa.


" Nggak ada apa-apa " sahut Nathanael enteng.


" Sialan kamu " gerutu Steve.


Nathanael tak bisa mengatakan pada Steve kalau orang-orang suruhan papanya ada di sana. Lebih baik Steve tidak mengetahuinya, itu yang dipikirkan Nathanael.


Malam itu Nathanael tidur di rumah Steve. Dan Steve sudah terbiasa dengan tingkah Nathanael yang semaunya sendiri. Biar bagaimanapun juga Nathanael adalah sahabatnya.


************


Cerita ini sedikit ditambah dan diperbaiki. Mohon maaf bila belum sesuai dengan keinginan pembaca sekalian. 🙏🙏🙏.


Semoga suka dengan ceritaku ini ya.


Jangan lupa like, komen dan vote nya agar author tetap semangat berkarya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2