
Di dalam mobil Nathanael mengeraskan rahangnya. Ada kemarahan terpancar di manik mata hitamnya. Kenapa papa melakukan ini padaku apa yang papa inginkan sebenarnya. Lelaki bermata sipit itu menghentikan mobilnya di depan gedung yang menjulang tinggi. Lalu seorang satpam mendekatinya dan membungkukkan badannya.
" Selamat siang pak " sapa pak satpam.
" Siang pak Kadir " kata Nathanael.
Pak Kadir yang merupakan satpam perusahaan Alexander heran kenapa pria tampan di depannya ini mengenal dirinya. Belum hilang rasa herannya seseorang berjas hitam mendekat ke arahnya.
" Selamat siang tuan muda " sapa orang berjas hitam itu menyapa Nathanael.
Nathanael melirik sekilas lalu keluar dari mobil.
" Mari tuan muda saya antar menemui pak presdir " kata orang berjas hitam itu lagi.
Nathanael memberikan kunci mobilnya kepada pak Kadir yang terbengong keheranan. Lalu mengikuti pria berjas hitam itu menuju lift yang akan membawanya ke ruangan presdir.
Di sepanjang jalan menuju lift tidak banyak orang karena masih jam masuk kantor. Hanya di bagian resepsionis saja yang ada karyawan. Karyawan tersebut berbisik pada rekannya yang lain ketika Nathanael melangkah tanpa menoleh ke arah mereka.
" Tampan sekali dia. "
" Siapa dia ya "
" Aku baru melihatnya. "
" Mau dong jadi pacarnya. "
Beberapa karyawan bagian resepsionis itu berbisik mengagumi ketampanan Nathanael. Sampai suara itu hilang tak terdengar ketika pintu lift tertutup.
Pak Kadir masih terbengong sambil menatap punggung lelaki tampan yang menghilang dibalik pintu lift itu.
Perlu diketahui Nathanael sangat mengenal pak Kadir dan karyawan seprofesi pak Kadir juga bagian OB. Meski Nathanael jarang sekali berkunjung ke perusahaan papanya tapi Nathanael mengetahuinya dari Dave. Dave selalu memberi laporan padanya tentang mereka dan keluarganya.
Kadang Nathanael memberi bantuan lewat pegawainya untuk diberikan kepada mereka. Karena mereka lebih membutuhkan perhatian ketimbang karyawan lainnya. Karyawan seperti pak Kadir dan yang lain gajinya kecil tapi tanggungjawabnya besar. Sama seperti karyawan yang jabatannya lebih tinggi dari mereka selain gajinya besar juga ada tunjangan lainnya sesuai tingkat jabatan mereka masing-masing.
" Pak, pak Kadir " panggil Rudi.
Tapi pak Kadir tak menghiraukan panggilan Rudi. Hingga panggilan ketiga barulah pak Kadir menoleh.
" Ada apa pak " tanya Rudi yang merupakan teman yang bekerja seperti dirinya.
" Ah itu tadi siapa ya " tunjuk pak Kadir pada Nathanael.
" Oh itu tuan muda Xander pewaris Alexander grup " kata Rudi.
" Kok kamu tahu Rud " tanya pak Kadir.
" Ya tahulah dulunya aku kan kerja di kediaman tuan Alexander meski cuma bagian rendahan " kata Rudi.
" Kerja apa kamu di sana juga" tanya pak Kadir.
" Sebenarnya tidak bekerja sih hanya menggantikan bapakku yang waktu itu sedang sakit. Aku menjadi tukang kebun di kediaman tuan Alexander " jelas Rudi.
__ADS_1
Hanya dijawab o oleh pak Kadir. Pak Kadir bergegas masuk ke mobil Nathanael dan memarkirkan mobil itu.
Saat hendak ke ruangan presdir Nathanael melewati meja sekretaris bernama Debora. Di sana juga ada Iyas adiknya yang hendak ke ruangan presdir. Iyas menghentikan langkahnya saat melihat kakaknya yang menuju ruangan presdir. Iyas hanya bisa diam sambil menatap sedih ke arah Nathanael kakak yang sangat dirindukannya.
Nathanael mengayunkan langkahnya tanpa menyapa Iyas lalu berhenti di depan pintu yang bertuliskan presdir. Orang berjas hitam suruhan tuan Alexander mengetuk pintu.
Tok tok tok.
" Masuk " suara tuan Alexander.
Orang berjas hitam itu membuka pintu dan menyilakan Nathanael masuk sambil membungkukkan badannya.
Nathanael masuk ke ruangan presdir dan berdiri sambil menatap tajam pria paruh baya yang duduk di kursi kebesarannya.
" Akhirnya kau datang juga " kata tuan Alexander.
" Apa yang papa inginkan " kata Nathanael.
Pria paruh baya itu bangkit berdiri dan mendekati Nathanael lalu merangkul anaknya. Nathanael hanya diam saja tidak membalas merangkul pria paruh baya yang dia panggil papa.
Sedetik kemudian pria paruh baya itu melepaskan pelukannya lalu menyuruh Nathanael duduk. Nathanael duduk sambil tetap menatap tajam ke arah papanya.
" Kenapa apakah papa tidak boleh bertemu dengan anak papa sendiri " kata tuan Alexander.
" Apa tidak ada cara lain untuk bertemu dengan ku " Nathanael balik tanya.
Ha ha ha tuan Alexander tertawa.
" Dengan mempermainkan nyawa orang lain " kata Nathanael tak suka.
" Tidak perlu khawatir papa sudah menanggung semua biayanya " kata tuan Alexander dengan angkuhnya.
Cih! Nathanael berdecak sebal melihat keangkuhan pria paruh baya di depannya ini. Andai saja dia bukan papanya ingin rasanya ia melayangkan kepalan tangannya ke wajah orang itu. Nathanael tidak suka cara papanya memanggilnya dengan membuat dua pegawainya terpaksa dirawat di rumah sakit.
Memangnya tidak ada cara lain untuk memberitahu dirinya untuk datang ke perusahaan. Kenapa mesti membuat celaka pegawai nya. Nathanael tak habis pikir dengan sikap papanya yang memaksakan kehendaknya pada dirinya. Hanya sekedar datang ke perusahaan harus menempuh cara seperti ini. Menyebalkan sekali, gumam Nathanael tersenyum sinis.
" Tanpa aku katakan papa pasti sudah mendengar dari orang-orang suruhan papa " kata Nathanael.
" Benar. Papa senang kamu mau pergi dengan Jessica " sahut tuan Alexander tersenyum lebar.
" Aku tidak ingin terus menerus membantah papa. Tapi bukan berarti aku menerima keputusan papa. Asal papa tahu aku tidak menyukai Jessica sejak dulu " kata Nathanael.
" Apa karena Grace " tanya tuan Alexander.
" Bukan " jawab singkat Nathanael.
" Lalu apa " tuan Alexander menatap teduh pada anak dari wanita yang menjadi cinta pertamanya.
" Tidak apa-apa. Asal papa tidak mencampuri urusan pribadi ku itu yang ku minta dari papa " kata Nathanael datar.
Tuan Alexander menatap tajam Nathanael.
__ADS_1
" Dan satu lagi jangan memaksa aku untuk menggantikan posisi papa di perusahaan ini. Berikan saja pada Iyas " sahut Nathanael.
" Tidak bisa. Papa tetap memberikan perusahaan ini padamu suka atau tidak suka " kata tuan Alexander tegas.
" Sudah aku bilang berulang kali aku tidak tertarik berikan saja pada Iyas " kata Nathanael dingin.
" Kau berani menentang papa mu hah " suara tuan Alexander meninggi.
" Apa papa sudah lupa apa perlu aku ingat kan lagi. Aku menentang papa sejak dulu sejak papa membohongi keberadaan mama yang ternyata masih hidup " suara Nathanael tak kalah tinggi.
Nathanael mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Dia tidak ingin meluapkan kemarahannya pada lelaki di depannya yang ia sebut papa.
" Asal papa tahu aku sudah menemukan mama dan sebentar lagi aku akan membawa mama tinggal bersama ku " kata Nathanael datar.
Tuan Alexander mengepalkan tangannya.
Nathanael membuka pintu dengan langkah lebar lelaki tampan itu keluar dari ruangan tuan Alexander.
Tuan Alexander menatap nanar pada Nathanael. Keras kepala sekali dia sama seperti ibunya. Tuan Alexander geram memukul keras meja kerjanya dengan tangan terkepal.
Nathanael melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan Alexander dengan perasaan campur aduk. Setelah menemukan keberadaan ibunya beberapa waktu lalu Nathanael berusaha berdamai dengan hatinya. Rencananya ia hendak menemui papanya sekedar berkunjung ke rumah papanya tidak ada niat tinggal atau menuruti kemauan papanya.
Tetapi papanya dengan kekuasaannya telah mengecewakannya. Melukai dua pegawainya hanya menginginkan dia menuruti kemauan papanya.
Mobil Nathanael berhenti di rumah sakit tempat dua pegawainya dirawat. Setelah bertanya pada resepsionis Nathanael menuju ke ruang perawatan dimana Fandy dan Lucky dirawat karena mereka berada di ruang yang sama.
" Gimana keadaan kalian " tanya Nathanael.
" Eh, pak bos sudah agak mendingan tapi Lucky agak parah " jawab Fandy.
" Setelah sembuh istirahat di rumah dulu sampai benar-benar sembuh " kata Nathanael.
" Baik pak bos " sahut Fandy.
" Ini untuk keperluan kalian berdua selama di rumah sakit " Nathanael memberikan dua amplop coklat kepada Fandy.
Setelah menjenguk dua pegawainya Nathanael melajukan mobilnya menuju restoran miliknya.
***************
Judulnya sudah diubah ya semoga suka dengan judul yang baru.
Semoga suka dengan ceritanya juga.
Maaf kalau up nya lama.
Beri like, komen dan vote nya agar author tetap semangat.
Terimakasih.
Visual Nathanael
__ADS_1