Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 27 Rasa Apa Ini ... # 1


__ADS_3

Nathanael melangkah menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Setelah membersihkan diri dan berganti baju Nathanael keluar kamar menuju dapur kecil. Nathanael mengambil minuman dingin di kulkas lalu duduk di sofa. Nathanael menyalakan tv saat sedang memindah chanel terdengar bunyi dering dari ponselnya. Nathanael meraih ponselnya dan menempelkan ke telinganya.


📞 " Hello " Nathanael.


📞 " ... "


📞" Ada apa? " Nathanael.


📞 " ... "


📞" Tunggu sebentar aku akan ke sana sekarang " Nathanael.


📞 " ... "


Panggilan telpon dari seseorang berakhir.


Nathanael bergegas menuruni tangga mengambil kunci mobil yang tertinggal di ruang kerjanya. Nathanael berjalan masuk ke mobilnya yang terparkir di depan restoran. Mobil Nathanael melesat pergi ke rumah Grace.


Ya, tadi yang menghubungi Nathanael adalah Grace. Grace mendapat kabar sepupunya kecelakaan. Sementara sepupunya itu tinggal sendiri di kota ini seperti dirinya. Dan Grace tidak memiliki teman dekat selain Nathanael. Jadi dia menghubungi Nathanael untuk menjenguk sepupunya itu.


Sampailah Nathanael di depan rumah Grace. Sedangkan Grace menunggu di teras rumah. Saat mobil Nathanael berhenti di depan rumah Grace melangkah keluar dan masuk ke mobil. Nathanael menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat sepupunya Grace dirawat.


Restoran xx.


Malam harinya di restoran milik Nathanael lumayan ramai. Semua mata tertuju pada gadis mungil yang sedang duduk sambil memainkan gitar nya. Tangan gadis itu begitu lincahnya bergerak memainkan dawai gitar. Dan suaranya yang merdu memukau para pengunjung restoran yang memandangnya penuh kekaguman. Selesai menyanyikan lagu terdengar tepukan pengunjung restoran bergema memenuhi ruangan di restoran itu.


Tak jauh dari tempat itu Leo dan Steve duduk sambil berbincang ringan. Steve menunggu sahabatnya dan hendak pergi menemui seseorang


" Mana Xander " Steve.


Leo mengangkat bahunya Steve melirik malas pada sahabatnya yang satu ini. Kalau bukan karena pesan dari sahabatnya Steve tidak akan meninggalkan pekerjaannya. Dan diganti oleh orang lain untung saja ada dokter Hesti yang sukarela menggantikan dirinya.


" Ada apa " Leo menoleh ke arah Steve.


" Tadi ia mengirimi ku pesan " Steve.


Leo memicingkan matanya ia sempat berpikir apa yang dilakukan sahabatnya. Kenapa hanya Steve yang boleh ikut sementara dirinya mesti menjaga restoran.

__ADS_1


" Ada apa sebenarnya Steve " Leo.


Steve tidak bisa menyembunyikannya dari Leo. Karena mereka bertiga sudah bersahabat sejak dulu.


" Xander memenuhi undangan Bimo jam sepuluh malam ini " Steve.


" Kamu yakin Bimo bisa di percaya " Leo.


" Maksudmu apa Leo " Steve.


" Begini tidak mungkin di sana Bimo sendirian " Leo.


Barulah Steve mengerti Bimo tidak begitu pintar berkelahi tapi dia berani menantang Xander. Hm punya nyali juga dia tapi kali ini apa yang membuat dia begitu percaya diri, gumam Steve


" Ada aku tenang saja " Steve.


" Gimana kalau Bimo membawa orang-orangnya kalian hanya berdua " Leo.


" Kau pikir aku berdiam diri saja dan pergi berdua dengan Xander gitu " Steve.


Steve melirik ke arah Leo.


Ck, Steve melirik malas sedangkan Leo berpura-pura melihat ke arah lain. Hingga pandangannya tertuju pada dua orang yang melangkah mendekati mejanya.


Si wanita menggandeng lengan pria yang berada di samping nya. Leo yang lebih dulu menyadari kehadiran keduanya termangu. Leo menatap tak berkedip pada si wanita dan arah pandangnya tertuju pada tangan wanita itu yang menempel di lengan pria. Steve yang melihat sahabatnya bertingkah aneh mengikuti arah pandang Leo.


Steve menyadari apa yang dirasakan oleh Leo.


" Tenang saja Xander menganggap Grace sebagai teman tidak lebih " Steve.


" Apaan sih " Leo.


" Tidak usah mengelak aku sudah tahu kalau kau menyukai Grace " Steve.


Leo bungkam.


" Aku akan bantu kamu " Steve

__ADS_1


Leo menatap ragu pada sahabatnya Steve mengangguk. Leo tersenyum samar menanggapi Steve. Leo berusaha setenang mungkin ketika Nathanael dan Grace sudah duduk di depan nya. Nathanael yang sadar Leo melihat ke arahnya dan Grace melepas rangkulan tangan Grace. Sementara Steve menginjak pelan kaki Leo membuat Leo mendelik ke arah Steve. Sedangkan tertuduh hanya menampilkan senyuman tanpa merasa bersalah sedikitpun.


" Eh maaf Xander, hai ... Steve hai ... Leo " rangkulan Grace di tangan Nathanael terlepas.


Lebih tepatnya Nathanael melepas tangan Grace dari lengannya. Pria tampan bertinggi 170 cm tak enak hati pada Leo. Karena ia tahu Leo menyukai Grace sejak lama tapi dasar Leo nya saja yang pasif.


" Hai Grace " sahut Steve dan Leo bersamaan.


" Darimana kalian " Steve.


" Ah ini tadi Xander menemani aku menjenguk sepupuku di rumah sakit " Grace.


" Sepupu ... " Steve.


" Sepupuku Joanna kecelakaan " Grace.


Joanna kecelakaan, gumam Steve. Steve tampak termenung ada sedikit perasaan bersalah di diri pria yang berprofesi dokter itu. Steve mengusap dahinya ada kegelisahan di wajah tampannya.


Nathanael melirik pada Steve sorot matanya menyiratkan penjelasan. Steve menggeleng pelan membuat pria bertinggi 170 cm itu berdecak sebal. Karena Nathanael tahu penyebab Joanna kecelakaan secara tidak langsung Steve lah penyebab Joanna ada di rumah sakit. Tapi pria tampan yang berprofesi dokter itu hanya cuek saja. Seolah tidak merasa bersalah pada gadis sebaik Joanna.


Nathanael mengenal Joanna dari cerita Grace. Sepupu Grace itu menyukai Steve sejak lama sementara Steve menjadikan Joanna kekasih di kala Steve ditinggalkan oleh pacarnya. Maklum saja Steve seorang playboy.


Okey, kita tinggalkan cerita tentang Steve dan beralih ke restoran xx.


Leo mengalihkan perhatiannya pada Eli yang sedang melantunkan sebuah lagu. Grace mendekat ke arah Nathanael dan berbisik sesuatu di telinga Nathanael. Semula Nathanael menolak pada akhirnya mengiyakan karena desakan Grace.


" Ayolah Xander aku ingin mendengar suaramu " Grace.


Grace menarik lengan Nathanael dan tentu saja pria itu tidak bisa menolak kemauan Grace. Baginya Grace sudah seperti saudara perempuan catat ya saudara perempuan sama seperti Vivi, adiknya.


Nathanael dan Grace melangkah mendekati Eli yang selesai bernyanyi. Grace berbicara sebentar pada Eli lalu gadis itu mengangguk pelan. Grace maju ke depan menyapa pengunjung yang hadir di restoran. Nathanael sudah duduk di belakang keyboard sedangkan Grace duduk di sebelahnya. Grace menatap wajah tampan Nathanael yang memainkan keyboard. Selain pandai bermain gitar Nathanael juga pandai bermain alat musik yang lain. Salah satunya adalah keyboard.


Pria tampan itu tersenyum ramah untuk menyapa penonton. Tak urung semua pengunjung menatap ke arah Nathanael. Sepertinya pengunjung di restorannya sangat menantikan kehadiran pria itu. Terlebih menantikan pria itu bernyanyi


*************


Up lagi nih...

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan vote nya ya...


Terimakasih.


__ADS_2