
Seminggu telah berlalu sejak pertama kali bertemu dengan gadis cantik yang telah mencuri perhatiannya. Siang itu sepulang sekolah seperti biasa Nathanael berkumpul dengan teman-temannya. Nathanael sedang asyik memainkan ponselnya sementara dua temannya menyeberang jalan. Mendekati seorang gadis berseragam SMP itu. Gadis itu sendirian dan sedang menunggu jemputan.
" Hai cantik boleh kenalan nggak " kata Antoni si playboy tengil.
" Gimana kalau aku antar saja " kata Rizky menarik tangan gadis itu.
" Apaan sih pakai tarik-tarik segala " kata gadis itu menepis tangan Rizky.
Antoni dan Rizky makin mendekati gadis itu membuat gadis itu mundur ke belakang. Sampai mentok ke tembok sekolahan. Gadis itu mencoba melawan dan berteriak minta tolong. Seseorang mendekat dan menarik kerah baju dua pemuda tanggung itu.
" Hai jangan tarik-tarik bajuku " kata Antoni menepis tangan orang yang menarik kerah bajunya.
" Kau rupanya Xander " kata Rizky setelah menoleh ke belakang.
" Kamu ngapain " seru Nathanael tak suka.
" Kita cuma pengin kenalan saja iya nggak Riz ' kata Antoni.
Rizky mengangguk.
" Kenalan baik-baik kan bisa kenapa mesti maksa " seru Nathanael kesal.
" Tadinya juga seperti itu " kata Rizky.
" Sudah sana pergi " usir Nathanael.
Antoni berdecak sebal sementara Rizky menarik tangan Antoni agar pergi dari sana. Rizky tidak mau berurusan dengan Nathanael karena selain teman mereka masih satu sekolah.
Setelah Antoni dan Rizky pergi Nathanael mendekati gadis berseragam SMP itu.
" Kamu tidak apa-apa " tanya Nathanael.
Shasha menggeleng pelan.
" Maafkan teman-teman ku " Nathanael meminta maaf atas perlakuan buruk dari dua temannya tadi.
" Iya udah nggak pa pa kok " sahut Shasha sambil melempar senyum manis.
" Hm, aku pergi dulu sekali lagi maafkan teman-teman ku " Nathanael mengusap tengkuknya tak tahu harus berbuat apa.
Nathanael beranjak pergi sambil tersenyum kecil. Dia berjalan santai menyeberang jalan berkumpul bersama teman-teman nya yang lain.
Dari arah kiri datanglah seorang pemuda berseragam putih abu-abu mengendarai motor berhenti dan mendekati gadis itu.
" Apa yang terjadi " tanya pemuda yang baru datang.
" Kak Adi " kata gadis itu.
" Kau tidak apa-apa " tanya pemuda yang baru datang.
Gadis itu menggelengkan kepalanya.
Dari arah yang sama saat pemuda tadi datang Daniel mendekat dan menghentikan motor bututnya.
" Diganggu lagi " tanya Daniel.
Gadis itu menunduk lalu menggeleng pelan.
Daniel menghela nafasnya ini pasti ulah sepupunya dan teman-temannya. Tapi Shasha menyembunyikan darinya dan Adi saat sepupunya itu dekat dengan gadis itu.
__ADS_1
Daniel tidak bisa menyalahkan gadis itu tetapi selalu waspada agar gadis itu tetap terlindungi. Daniel selalu menjaga gadis itu dari jarak jauh dan meminta Adi untuk selalu menjaga dari dekat. Karena mama Shasha dan ibunya Adi telah bersahabat sejak lama jadi akan lebih mudah buat Adi untuk melindungi Shasha.
" Pak Udin terlambat menjemput " kata gadis itu lirih.
" Di, kau antar Shasha pulang nunggu pak Udin kelamaan " kata Daniel.
" Kamu sendiri mau kemana " kata pemuda tadi yang tak lain Adi.
" Biasa " jawab Daniel.
" Mogok lagi " kata Adi.
Daniel hanya nyengir kuda.
" Tuh motor mestinya masuk museum " kata Adi.
" Enak saja biar butut gini banyak berjasa buatku " kata Daniel bangga.
" Halah, ya sudah aku antar Shasha dulu " kata Adi.
" Sip dah " Daniel melangkah sambil menuntun motornya.
" Ayo naik " Adi menyuruh Shasha naik ke motornya.
Gadis cantik itu berbinar ceria lalu naik ke motor Adi. Adi melajukan motornya menuju rumah Shasha. Dari jauh Nathanael melihat gadis pujaannya dibonceng oleh seorang pemuda membuat ia mengepalkan tangannya.
"Woi, ada yang cemburu nih " ejek Antoni.
" Diam kamu " seru Nathanael kesal.
" Biasa aja kali ngapain ngegas gitu " sahut Antoni santai.
" Kau ini bisa diam tidak " tunjuk Nathanael tak terima.
" Apa-apaan sih kalian " kata Steve yang baru datang bersama Nina.
" Tau tuh Xander " sahut Antoni mengusap wajahnya kasar.
Untung Steve datang kalau tidak entah seperti apa bentuk wajahnya bila terkena kepalan tangan Nathanael.
" Nin, bawa Xander pergi " kata Steve pada Nina.
Nina menarik lengan Nathanael pergi menjauh dari tempat itu. Nina membawa Nathanael ke kantin dekat sekolah mereka.
" Kamu kenapa sih sama Antoni " kata Nina.
Nathanael menatap tajam ke arah Nina.
" Kamu bisa diam nggak sih " kesal Nathanael.
" Iya deh tapi nggak usah nyolot kayak gitu " Nina melirik tak suka.
Nathanael melirik ke arah Nina lalu mengarahkan pandangannya ke depan. Nathanael menghela nafas panjang ia masih kesal dengan pemuda yang memboncengkan gadis pujaan hatinya. Siapa pemuda itu sebenarnya, gumam Nathanael mengacak-acak rambutnya.
***************
Nathanael tersenyum kecut menatap bingkai foto di tangannya. Senyum yang terlampir di foto itu masih saja mempesona. Dan Nathanael menikmati senyum itu walau hanya lewat foto.
Tok.
__ADS_1
Tok.
Tok.
Ketukan di pintu membuyarkan lamunan Nathanael.
" Masuk " kata Nathanael.
Seseorang masuk ke ruangan Nathanael. Nathanael menaruh kembali bingkai foto itu di meja kerjanya. Steve duduk di sofa sebelah sahabatnya itu. Steve melirik Nathanael lalu beralih ke meja. Sebuah foto seorang gadis cantik dengan senyum menawan. Pantas saja sahabatnya itu belum bisa move on Steve menggelengkan kepalanya.
" Mana hasilnya " tanya Nathanael.
" Ini " Steve menaruh amplop itu di atas meja.
Steve memberikan amplop yang dititipkan Dave tadi pagi. Karena Dave ada urusan mendadak dan tidak bisa ditunda.
Nathanael menerima amplop itu lalu membukanya. Kemudian menaruh amplop itu di laci mejanya.
Setelah berbincang sebentar Steve meninggalkan ruangan Nathanael. Saat keluar dari ruangan Nathanael Steve bertemu dengan Leo.
" Gimana " tanya Steve.
" Masih sama seperti kemarin " kata Leo.
" Yang penting jangan biarkan ia menyentuh minuman beralkohol lagi " Leo mengangguk.
Steve menatap ruangan Nathanael.
" Aku pergi dulu kalau ada apa-apa kabari aku secepatnya " Steve beranjak keluar dari restoran sahabatnya.
Beberapa saat kemudian datanglah seorang lelaki muda yang wajahnya mirip dengan Nathanael. Lelaki itu berjalan santai menuju ke arah Leo.
Iyas, batin Leo kenapa dia sampai di sini. Aku harus memberitahu Xander. Leo hendak pergi tapi lelaki muda itu selangkah lebih cepat dari nya.
" Kak Leo " panggil lelaki muda itu.
" Eh Iyas " kata Leo gugup.
" Kak Leo tidak usah menghindar terus aku tahu kak Xander ada di sini " seru Iyas.
" Maaf kamu tidak bisa menemui nya " cegah Leo.
" Kenapa kak aku hanya ingin menemui kakakku " sahut Iyas.
" Tapi kakak tidak mau bertemu dengan mu " kata Leo.
" Kenapa kakak tidak mau menemui ku " tanya Iyas.
" Mana ku tahu " jawab Leo.
Iyas mendorong pelan tubuh Leo dan memaksa masuk ke ruang kerja Nathanael.
Leo gegas menyusui Iyas mencegah lelaki muda itu sesuai perintah sahabatnya.
****************
Beberapa kalimat sudah diubah ada juga yang sengaja dihapus.
Judulnya pun sudah diganti ya.
__ADS_1
Semoga suka dengan ceritanya jangan lupa beri like, komen dan vote nya yang banyak.
Terimakasih.