Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 14 Mencari Kado


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kejadian insiden tabrakan yang membuat Fandy dan Lucky masuk rumah sakit. Hari ini hari pertama Fandy masuk kerja setelah pulang dari rumah sakit. Fandy merasa tidak enak hati pada bosnya yang baik itu karena sudah seminggu lamanya tidak bekerja. Meski Nathanael sang bos baik hati tidak mempermasalahkannya.


Sementara Lucky masih harus istirahat di rumah karena luka di tubuhnya belum sembuh. Lucky memilih pulang ke rumah bersamaan Fandy yang sudah sembuh dan dijemput oleh keluarganya. Lucky memilih melanjutkan berobat jalan karena tidak tega meninggalkan istri dan anaknya yang masih berusia satu tahun itu.


Saat Fandy baru muncul di pintu masuk restoran hampir semua rekan-rekannya sudah bersiap menyambut kedatangannya. Mereka mengadakan pesta kecil atas kesembuhan Fandy membuat Fandy terharu dan tak terasa meneteskan air matanya. Ya karena mereka sudah seperti keluarga baginya. Mereka saling dukung satu sama lain layaknya sebuah keluarga besar terlebih bosnya yang baik hati itu cukup dekat dengan mereka. Meski bosnya itu terkesan dingin dan datar.


Fandy pun tidak bekerja sendiri karena ada Simon yang membantunya sementara Lucky masih cuti. Simon adik Leo baru lulus kuliah, setelah menempuh pendidikan di SMK jurusan tata boga Simon melanjutkan kuliahnya di bidang kuliner sama seperti Leo, kakaknya.


Siang yang cukup panas tidak menyurutkan langkah dua pria tampan itu untuk berpeluh ria di bawah naungan sang surya. Dua pria tampan itu tak lain adalah Nathanael dan Leo berjalan beriringan memasuki mall yang masih termasuk kawasan pusat kota. Dua pria tampan itu tak mempedulikan saat pandangan mata para wanita tertuju pada mereka. Kekaguman terpancar pada tiga gadis muda yang kebetulan melihat dua pria dewasa itu berjalan melewatinya. Salah satu gadis itu Siska yang terpesona pada Nathanael sejak pertama kali bertemu di restoran milik Nathanael.


Melihat ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna siapa yang tidak betah untuk berlama-lama memandang nya. Wajah tampan, hidung mancung, rahang tegas, kulit putih bersih terbalut baju kasual yang melekat di tubuh atletisnya. Beda dengan pria tampan di sebelahnya yang berkulit putih sedikit kecoklatan. Tinggi keduanya sama 170 cm.


Kedua pria tampan itu masuk ke area baby shop membuat pegawai wanita di sana menjerit kegirangan. Karena tak biasanya ada dua pria tampan datang dan mencari sesuatu kebutuhan untuk baby. Biasanya yang datang berpasangan yang sedang menantikan kehadiran baby nya. Atau bersama keluarga terdekat seperti ibunya. Bisik-bisik pun terdengar sampai ke telinga Nathanael tapi ia tetap tenang dan terus mencari sesuatu yang menjadi target pencariannya. Ada juga dari pengunjung di sana mengambil gambar lalu mengunggahnya di laman berita gosip.


Leo pun dibuat heran akan ulah sahabatnya itu. Kenapa masuk ke sini sih apa bosnya tidak salah masuk. Leo sedang menerka tujuan bosnya mengajaknya pergi ke area baby shop. Meski terkesan dingin dan datar seperti bos sekaligus sahabatnya Leo masih menampilkan senyum ramahnya saat pegawai di sana bertanya pada keduanya.


Setelah beberapa saat hanya berputar-putar saja akhirnya Leo memberanikan diri untuk bertanya pada sahabatnya.


" Bos kenapa ke sini " pelan suara Leo.


Nathanael tidak menjawab malah melangkah ke tempat peralatan bayi. Lalu berbalik lagi mengambil troli dan memasukkan beberapa perlengkapan bayi. Setelah dirasa cukup Nathanael berpindah ke box bayi kemudian meminta tolong pegawai di sana untuk membuatkan nota. Karena ia akan membeli box bayi berwarna pink. Entah mengapa Nathanael tertarik pada warna pink. Setelah menerima nota Nathanael menuju kasir untuk membayar. Leo hanya mengikuti kemana bosnya itu melangkah.


Selesai dengan pembayarannya barulah Nathanael bicara pada Leo.


" Urus semuanya dan kirim ke alamat ini " Nathanael lalu pergi meninggalkan area baby shop dan Leo yang masih terbengong.


Leo tersadar saat salah seorang pegawai itu menepuk bahunya.

__ADS_1


" Maaf pak belanjaannya " seru pegawai kasir itu.


" Em, mbak bisa minta tolong sebentar " Leo.


" Ada yang bisa saya bantu pak " tanya pegawai di sebelah nya.


" Begini bisa mengantar barang belanjaan saya ke alamat ini " Leo.


" Bisa pak " kata pegawai itu ramah.


" Terimakasih " Leo


" Sama-sama pak " pegawai itu tersenyum.


Setelah urusan dengan barang belanjaan Nathanael selesai Leo pergi meninggalkan mall besar itu dengan naik taksi. Xander sialan tahu gini mending tadi aku nggak ikut. Dia yang belanja kenapa aku yang direpotkan. Belum lagi memastikan paket itu sampai ke tujuannya. Huh membuang-buang waktuku saja, gerutu Leo dalam hati.


Saat ini Leo sedang duduk santai di lantai dua gedung yang menjadi restoran dan juga tempat tinggal bosnya. Bos sekaligus sahabatnya itu berdiri menatap keluar jendela kaca. Sambil menikmati pemandangan siang hari yang tidak begitu banyak dipadati oleh kendaraan. Suasana jalanan di hari minggu siang yang lengang sama seperti suasana hatinya yang sepi. Nathanael menyesap minuman soda di tangannya lalu melangkah duduk di sofa.


" Sudah " sahut Leo singkat. Dia masih kesal dengan ulah sahabatnya yang meninggalkan dirinya di mall.


Nathanael menghela nafas perlahan lalu memandang ke layar ponselnya. Di sana ada gambar seorang gadis berseragam SMA di wallpaper nya. Semoga kamu senang dengan hadiah yang ku kirim. Sebentar lagi kamu akan melahirkan semoga kau bahagia menantikan kelahirannya bersama suami yang mencintaimu.


" Sepertinya kamu masih peduli padanya " Leo memandang iba pada sahabatnya.


" Peduli sebagai sahabat " Nathanael mengelak.


Ha ha ha.

__ADS_1


" Yang benar saja " kata Leo membuat Nathanael melirik tajam.


Leo menelan ludahnya kalau sudah begini sangat susah baginya membujuk sahabatnya.


" Ya ya ya okey, aku percaya " Leo melirik sahabatnya.


" Xander " tanya Leo.


" Hm " Nathanael hanya bergumam.


" Harusnya kamu sudah bisa move on. Ingat dia sudah punya suami, pikirkan juga umurmu. Apa kau mau sama Eli dia juga cantik " Leo menggerakkan kedua alisnya naik turun menggoda sahabatnya.


" Aish bocil " Nathanael mendesah pelan.


Ha ha ha Leo menertawakan sahabatnya. Nathanael melempar bantal ke arah Leo.


" Biar bocil tapi dia juga cantik dan lagi ... " Leo diam tidak melanjutkan kata-katanya.


Nathanael menatap tajam ke arah Leo. Sementara Leo bangkit berdiri dan berjalan menjauhi sahabatnya sambil berkata.


" Dia mirip Shasha " Leo berlari meninggalkan sahabatnya sambil tertawa.


**************


Ada tulisan di Maafkan Aku, Istriku... bab 76 di akhir tulisan author masukkan di sini. Karena memang seperti itu alur ceritanya di sini.


Author sudah ganti judulnya ya. Sekarang judulnya Pria Patah Hati.

__ADS_1


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih.


__ADS_2