
Iyas menerobos masuk ke ruangan Nathanael lalu diikuti Leo di belakangnya. Kini Iyas berdiri di depan sang kakak. Ingin rasanya Iyas memeluk kakaknya yang telah lama ia rindukan. Tapi Iyas hanya diam mematung menatap kakaknya.
Leo masuk setelahnya dan menarik tangan Iyas untuk keluar dari ruangan.
" Maaf Xander " sesal Leo.
Nathanael mengangkat tangannya menyuruh Leo diam.
" Kakak " kata Iyas bergetar.
" Siapa yang menyuruhmu " tanya Nathanael dingin.
" Tidak ada yang menyuruhku ini kemauanku sendiri. Aku ingin bertemu dengan kakak " kata Iyas berkaca-kaca.
Nathanael menghela nafas perlahan lalu sekilas menatap Iyas. Secepatnya beralih memandang ke sembarang arah. Dia sama seperti adiknya sangat merindukan adik laki-laki nya itu. Karena keduanya tumbuh bersama dan besar ditempat yang sama. Sampai akhirnya ia harus menjauh dan membenci Iyas karena mama Natali. Sebelum peristiwa itu hubungannya dan Iyas baik-baik saja.
Setelah mengetahui kenyataan yang sesungguhnya rasa kebersamaan itu memudar seketika. Nathanael menjauhi mama Natali, adiknya termasuk papanya yang menurutnya punya andil besar dalam kebohongan itu.
" Apa mau mu " tanya Nathanael dingin.
" Pulanglah kak, papa dan mama ingin kakak pulang " kata Iyas menunduk.
" Kau sudah tahu kan jawabannya apa " kata Nathanael kesal.
__ADS_1
" Papa ingin kakak pulang dan perusahaan membutuhkan kakak " Iyas menarik nafasnya.
Setelah mengatakan hal yang mengganjal sejak dulu Iyas sedikit lega. Ia sadar yang diinginkan papanya adalah kakaknya bukan dia. Karena kakaknya pewaris sesungguhnya. Meski ia juga berhak mendapatkan nya.
Nathanael tertawa membuat Iyas dan Leo yang mendengarnya bergidik ngeri. Nathanael menghentikan tawanya dan menatap tajam pada adiknya itu.
" Pergi aku tidak punya urusan denganmu " sahut Nathanael getir.
Iyas menggelengkan kepalanya.
" Kenapa kakak egois " kata Iyas.
" Kau bilang aku egois lalu apa yang papa lakukan padaku kau tahu tidak kan. Jadi, lebih baik kau pulang saja " Nathanael menahan diri untuk tidak marah pada Iyas.
" Kau tidak dengar apa yang kukatakan " kata Nathanael meninggi.
Iyas tercekat dan menghentikan langkahnya. Iyas tidak percaya kalau kakak nya akan mengusir dirinya dari ruangan ini.
Iyas menatap sendu pada kakaknya lalu dengan berat hati pergi meninggalkan ruangan itu. Air matanya berderai saat sudah di luar ruangan kakaknya. Iyas melangkah menuju mobilnya. Kakak kenapa kau melakukan ini padaku. Padahal aku menyayangimu terlepas dari masalah orang tua kita. Tapi aku ingin kakakku yang dulu, gumam Iyas.
Sementara Nathanael menatap kepergian adiknya dengan tatapan sendu. Bulir bening menetes di kedua matanya. Secepatnya ia hapus dengan ujung jarinya. Dia juga merasakan hal sama yang dirasakan oleh adiknya. Tapi rasa kecewa dan sakit hati menutupi semua nya.
" Xander ... " Leo menatap sahabatnya.
__ADS_1
Nathanael mengangkat tangannya.
" Biarkan aku sendiri " kata Nathanael tanpa melihat Leo.
Leo menatap sahabatnya sebentar lalu melangkah keluar dari ruangan Nathanael. Leo kembali ke ruangannya ia duduk bersandar di sandaran kursi.
Leo menyadari rasa kecewa yang dirasakan oleh sahabatnya tapi ia tidak mau terlibat jauh dengan permasalahan keluarga sahabatnya. Yang Leo rasakan saat ini ia sedih melihat sahabatnya hanya menyimpan kesedihannya seorang diri. Ingin rasanya ia membantu sahabatnya itu tapi Nathanael tidak mau berbagi kesedihan dengan nya ataupun dengan Steve.
Restoran sudah tutup dan lampu-lampu dalam restoran itu sudah dipadamkan. Tapi lampu di ruangan Nathanael masih menyala. Leo hanya bisa mengawasi sahabatnya itu dari layar cctv. Setelah dirasa sahabatnya itu baik-baik saja Leo keluar dari ruangannya dan masuk ke kamarnya untuk tidur. Wajah lelahnya terobati ketika ia menghempaskan tubuhnya di ranjang. Tak menunggu waktu yang lama Leo pun sudah tertidur pulas.
Sementara di ruangan Nathanael, lelaki bermata sipit itu mendesah pelan. Menghilangkan sesak di dadanya. Bukannya ia tak ingin menemui papanya dan berkumpul dengan keluarganya. Tapi rasa kecewanya melebihi keinginannya untuk menemui mereka. Rasanya sulit baginya untuk melupakan kecewanya pada papanya dan mama Natali. Entah sampai kapan ia menyimpan rasa kecewanya. Mungkin sampai ia menemukan keberadaan mamanya.
Nathanael bangkit dari duduknya mematikan lampu ruangannya. Lalu melangkah keluar naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sampai di kamarnya Nathanael tidak langsung tidur. Ia meraih ponselnya di saku bajunya menatap wallpaper di ponselnya yang menampilkan seorang gadis cantik berseragam SMP.
Nathanael tersenyum melihat wajah cantik yang meneduhkan hatinya itu. Sayangnya ia hanya bisa melihat gadis itu di layar ponselnya. Meski begitu Nathanael merasa gadis itu hadir di sini. Perlahan matanya mulai terpejam dan dengkuran halus terdengar di ruang kamar laki-laki bermata sipit itu.
**************
Semoga suka dengan judulnya yang baru Pria Patah Hati.
Suka dengan cerita ini beri like, komen dan vote nya.
Oke semangat....
__ADS_1
Terimakasih.