Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 17 Berita Heboh # 2


__ADS_3

Suasana siang itu cukup panas tapi tak menyurutkan langkah pria tampan berbaju khas dokter memasuki restoran sahabatnya. Langkahnya terhenti saat bertemu dengan Leo lalu keduanya masuk ke ruangan Nathanael. Ketika dokter muda itu membuka pintu tidak mendapati Nathanael di sana.


" Mana Xander " tanya dokter muda itu pada Leo.


" Pergi " Leo.


Dokter muda itu dan Leo duduk di sofa.


" Bisa-bisanya dia pergi di situasi seperti ini " gerutu dokter muda itu.


" Memangnya ada apa " Leo.


" Kau lihat ini " tunjuk dokter muda itu pada Leo.


Dokter muda itu Steve memberikan ponselnya pada Leo. Leo melihat sekilas isi ponsel Steve lalu tersenyum tipis.


" Kau juga aku butuh penjelasan " Steve.


" Penjelasan apa " Leo.


" Berita heboh tentang kau dan Xander " Steve.


" Kau percaya berita itu " Leo.


" Tidak " Steve.


" Lalu " Leo.


" Bisa kau jelaskan " Steve.


" Aku sendiri tidak tahu siapa yang menyebarkan berita itu dan Xander menyuruh sepupumu untuk mengurus masalah ini " Leo.


" Ada lagi ini " Steve memberikan ponselnya.


Di situ banyak berita miring tentang sahabatnya. Leo pun sampai menggelengkan kepalanya. Steve dan Leo sedang membicarakan siapa penyebar gosip murahan itu.


Saat keduanya sedang berbincang pintu ruangan di buka dari luar.


Ceklek.


Steve dan Leo melihat ke arah pintu dan muncullah Nathanael di balik pintu yang tertutup itu. Nathanael melewati dua sahabatnya lalu duduk di kursinya. Menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


" Xander, kau tahu berita pagi ini " Steve.


" Hmm " Nathanael.


Terdengar bunyi notifikasi dari ponsel Nathanael. Pria tampan yang berusia hampir tiga puluh tahun itu meraih ponsel di saku bajunya. Lalu membaca isi pesan dari Dave.

__ADS_1


" Bimo " gumamnya masih bisa didengar oleh kedua sahabatnya.


" Ada apa dengan dia " Leo.


" Kau mengenalnya " Nathanael.


" Sepertinya aku pernah dengar nama itu. Bimo ..." Leo.


" Anaknya pak Gading, wakil kepala sekolah kita dulu, anak IPA 2 yang suka sama Nina " Steve.


" Tahu darimana Kalau itu Bimo anak IPA 2 " Leo.


" Ya tahulah cuma dia yang suka berseteru dengan Xander " Steve.


" Setelah Antoni " Leo.


Steve mengangguk pasti lalu melirik sahabatnya.


" Dendam lama " Leo.


" Mungkin " Steve.


" Itu sudah lama sekali bahkan aku tidak ingat " Nathanael.


" Jelas saja yang kau ingat cuma Shasha " Steve.


" Auww ... sakit tau " Steve.


Meski itu benar adanya apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Hanya wanita cantik itu yang menjadi cinta pertamanya dan dialah yang selama ini tetap bertahan di hatinya. Dia wanita pertama yang mampu mengubah seorang Nathanael yang liar menjadi sosok yang santun dan ramah serta dipuja banyak orang. Dia wanita cantik, sederhana, tidak neko-neko meski berasal dari keluarga yang cukup terpandang di kota ini. Sayangnya cinta yang dimiliki wanita itu bukan untuk dirinya tapi milik pria lain. Nathanael menatap sendu pada foto di atas meja kerjanya.


" Sudah tau di otak dan hatinya cuma ada wanita itu " bisik Leo pada Steve.


Steve mencibir ke arah sahabatnya yang duduk termenung dengan tatapan kosong ke depan.


" Mulai lagi dia " pelan suara Steve.


Nathanael seolah tersadar dari lamunannya lalu menoleh ke arah dua sahabatnya.


" Apa yang akan kau lakukan Xander " Leo.


" Kita ikuti permainannya " Nathanael.


Hening.


Ketiga pria tampan itu diam dan bergelut dengan pikiran mereka. Sesaat kemudian terdengar suara gadis kecil yang manis bak lolypop itu memasuki ruangan Nathanael.


" Kakak-kakak tampan ternyata di sini ya " Eli si gadis kecil yang manis berdiri di depan Leo dan Steve.

__ADS_1


" Apa pekerjaan mu sudah selesai Eli ? " Leo.


" Sudah. Apa kak Leo tidak lapar " Eli.


" Lapar " Leo


" Kenapa yang ditanya Leo " Steve.


" Kak Steve ... " Eli.


" Lapar juga Eli manis " potong Steve.


Eli tersenyum menanggapi ucapan Steve. Leo tergelak mendengarnya ada hiburan tersendiri dengan hadirnya gadis yang bernama Eli. Membuat suasana di ruangan ini tak lagi senyap. Eli beralih ke arah Nathanael dan hendak bertanya padanya.


" Kalian berdua saja yang makan aku masih kenyang " Nathanael.


Senyum yang tadi mengembang di bibir tipis Eli memudar mendengar perkataan Nathanael.


" Ayo kita makan bertiga saja Eli biarkan Xander di sini " Leo mengajak Eli keluar.


Steve menoleh sekilas ke arah sahabatnya lalu menyusul Leo dan Eli yang lebih dulu keluar dari ruangan Nathanael.


Setelah kepergian Eli dan dua sahabatnya Nathanael menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi. Memijat dahinya dengan jemari tangannya. Bukan berita heboh tentang dirinya yang ia pikirkan tapi tawaran agar ibunya tinggal bersamanya ditolak tanpa alasan yang jelas.


Nathanael mendesah pelan lalu menegakkan badannya, membuka laptopnya dan menyalakannya. Menyibukkan diri dengan berkas-berkas di atas mejanya. Tanpa terasa waktu merambat cepat dan hari pun mulai gelap. Nathanael menghentikan pekerjaannya merapikan berkas-berkas itu dan mematikan laptopnya. Melihat jam di dinding menunjuk angka 17.30. Nathanael bangkit dari duduknya lalu melangkah keluar dari ruangannya. Berjalan naik ke atas tangga menuju kamarnya.


Selesai membersihkan diri Nathanael keluar dari kamarnya menuju dapur mini di depan kamarnya. Mengambil sebotol minuman dingin lalu duduk di sofa. Meneguk minuman dingin itu hingga separo. Nathanael sedang memikirkan bagaimana caranya agar ibunya setuju tinggal bersamanya. Nathanael mengeluarkan ponselnya lalu mengetik nama seseorang di sana dan menekan tombol hijau.


☎️ " Ada apa bos " jawab Dave di ujung telepon.


☎️ " Dave, carikan rumah kontrakan di dekat sini " Nathanael.


☎️ " Untuk siapa bos " tanya Dave.


☎️ " Tidak perlu tahu " Nathanael.


☎️ " Siap bos. "


Nathanael mematikan panggilannya.


Nathanael menghela nafas perlahan semoga saja mama mau menerimanya, gumamnya.


***************


Maaf up nya pendek semoga suka dengan ceritanya.


Beri like, komen dan vote nya agar author tetap semangat melanjutkan kisah Pria Patah Hati.

__ADS_1


Oke, terimakasih.


__ADS_2