
Mobil Nathanael berhenti tepat di depan kediaman tuan Alexander. Sejenak Nathanael terpaku menatap rumah yang dulu menjadi tempat ternyaman baginya. Sebelum akhirnya ia mengetahui bahwa rumah itu dipenuhi kebohongan. Ya kebohongan tentang keberadaan mamanya yang disembunyikan oleh tuan Alexander sendiri.
Setelah mengamati cukup lama Nathanael keluar dari mobilnya. Pria bertinggi 170 cm itu melangkah masuk melewati pos penjaga. Di sana suasana kelihatan sepi Nathanael tetap melangkah masuk ke rumah mewah itu. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti karena suara seseorang yang tidak mengijinkan Nathanael masuk.
Nathanael menoleh melihat seseorang bertubuh subur mendekati dirinya. Nathanael mengeryit heran karena penjaga di rumah papanya itu tidak mengenali dirinya. Nathanael juga baru pertama kali melihat penjaga itu di rumah papanya.
Kenapa Dave tidak memberitahu padaku kalau ada penjaga yang baru dipekerjakan oleh tuan Alexander. Nathanael menghela nafasnya lalu menghentikan langkahnya.
" Maaf anda tidak boleh masuk " suara tegas penjaga itu tidak membuat Nathanael takut.
Nathanael menatap tajam ke arah penjaga bertubuh subur itu. Seketika penjaga itu menunduk takut. Saat Nathanael hendak bicara pada penjaga bertubuh subur itu terdengar dari dalam rumah seseorang memanggil namanya. Nathanael menoleh ke asal suara yang memanggil nya.
" Bibi Emma " gumam Nathanael.
Seorang perempuan paruh baya keluar dari rumah kediaman tuan Alexander.
" Xander kau kah itu nak " seorang yang dipanggil bibi Emma oleh Nathanael mendekat dan memeluk pria tampan itu.
Penjaga bertubuh subur itu melongo menatap tak percaya pada pria asing yang sempat ia usir itu. Mengapa bibi Emma mengenal pria ini siapa sebenarnya pria itu sesungguhnya, gumam penjaga itu.
" Ayo nak kita ke dalam bibi kangen sama kamu nak " wanita paruh baya itu menarik lengan Nathanael.
Nathanael menurut saja tangannya ditarik oleh bibi Emma.
Saat masuk ke dalam rumah keadaan di ruang tamu tidak banyak berubah. Nathanael menelisik seluruh ruang tamu. Langkah kakinya mengajak pria bertinggi 170 cm itu ke tangga. Lalu melangkah menaiki tangga hingga sampai di sebuah kamar. Bibi Emma membawa Nathanael masuk ke kamar yang pernah pria tampan itu tempati. Masih sama seperti saat terakhir Nathanael meninggalkan rumah itu.
Bibi Emma menuntun pria yang pernah diasuh oleh nya duduk di sofa.
__ADS_1
" Kamar ini setiap hari bibi yang bersihin. Tidak ada yang berubah atau membuang barang-barang yang ada di dalamnya. Bibi berharap suatu hari nanti kamu akan datang dan menempati kamar ini lagi " kata bibi Emma.
Bibi Emma adalah orang kepercayaan ibu Ratih untuk mengasuh Nathanael kecil waktu ditinggalkan oleh ibunya. Bukan nya tega meninggalkan anak kecil berumur lima tahun. Tapi ibu Ratih dipaksa oleh keadaan yang mengharuskan ia pergi tanpa membawa putranya.
Tuan Alexander menahan Nathanael kecil tetap tinggal agar ibu Ratih mengurungkan niatnya untuk berpisah dengan tuan Alexander. Tapi pemikiran tuan Alexander salah karena ibu Ratih tetap pada pendiriannya. Wanita berparas cantik dan sederhana itu bersikeras berpisah. Karena tuan Alexander lebih menuruti orang tuanya yang mau dijodohkan dengan gadis pilihan orang tuanya. Pria gagah dan tampan itu tidak berusaha memperjuangkan cintanya. Dan pada akhirnya takdir memisahkan tuan Alexander dan ibu Ratih.
Karena tidak tega dengan Nathanael kecil yang akan ditinggalkan. Maka ibu Ratih menjadikan bibi Emma sebagai pengasuh putranya.
Bibi Emma menceritakan banyak hal pada Nathanael. Nathanael diam sambil tetap menyimak wanita paruh baya selesai dengan ceritanya.
" Nak, buanglah kebencian mu pada papamu. Berdamai lah dengan papamu. Dia lelaki malang yang lebih menderita dibandingkan dirimu. Ia terpaksa melepas cintanya yaitu mamamu untuk kebahagiaan orang tuanya " bibi Emma menatap sendu ke Nathaniel.
Nathaniel hanya diam saja sedetik kemudian menepuk punggung tangan bibi yang mengasuhnya sejak kecil.
" Bi, di mana kamar papa " tanya Nathaniel.
Tentu Nathaniel masih ingat betul letak kamar papanya. Tapi ia memilih untuk bertanya pada bibi Emma. Ia tidak mau hatinya bertambah luluh karena terlalu lama bersama bibi Emma. Tadi setelah mendengar cerita dari bibi pengasuhnya hati Nathaniel lemah. Nathaniel sedikit terhanyut dan melupakan tujuan utama ia datang ke rumah papanya.
Nathaniel menghela nafas lega lalu menurut mengikuti langkah wanita paruh baya itu. Bibi Emma dan Nathaniel menuruni anak tangga menuju kamar tuan Alexander. Sampai di depan pintu kamar tuan Alexander, bibi Emma menepuk pelan tangan Nathaniel. Lalu meninggalkan Nathaniel sendirian di depan pintu kamar tuan Alexander.
Nathaniel menghela nafas panjang. Pria bertinggi 170 cm itu meraup oksigen sebanyak-banyaknya lalu mengeluarkannya perlahan. Entah mengapa ada sesuatu yang menghimpit hatinya. Pria tampan itu mengetuk pintu lebih dulu sebelum membukanya. Terdengar sahutan suara seorang wanita dan itu tak salah lagi suara mama Nathalie. Nathaniel sempat ragu untuk masuk ke dalam. Tapi mengingat seorang yang ia temukan di jeruji besi membuatnya bertekad mencari kebenaran tentang pria itu.
Nathaniel meraih handle pintu dan perlahan membuka pintu kamar tuan Alexander. Hal yang tak terduga mengejutkan pria tampan itu. Nathaniel melihat pria paruh baya yang ia sebut papa terbaring lemah di ranjang. Di sebelahnya mama Nathalie yang menemani tuan Alexander. Wanita paruh baya itu terlihat seperti habis menangis.
Nathaniel berdiri terpaku ditempatnya. Kemarahannya yang sedari tadi memenuhi kepalanya musnah. Betapapun ia benci dan sakit hati pada pria yang terbaring di ranjang itu. Orang itu tetaplah papanya. Tak dapat diingkari bahwa darah Alexander mengalir di dalam tubuhnya. Nathanael bukanlah manusia berhati kejam. Hatinya trenyuh melihat papanya yang paling ia sayangi sekaligus ia benci.
Mama Nathalie kaget sekaligus senang melihat Nathaniel ada dihadapannya.
__ADS_1
" Pa, Xander pa " mama Nathalie mengusap pelan lengan suaminya.
Mendengar suara mama Nathalie memanggilnya pria paruh baya itu membuka perlahan matanya.
" Ma " terdengar suara lemah tuan Alexander.
Seketika Nathaniel menjadi iba melihat pria yang disebut papa itu. Nathaniel melangkah pelan hingga berdiri tak jauh dari mama Nathalie. Mama Nathalie mendekati Nathaniel lalu merangkul pria jangkung itu. Mama Nathalie menangis sesenggukan sambil memeluk Nathaniel.
Tangan Nathaniel mengambang ke atas dengan ragu turun dan memegang tangan mama Nathalie. Mama Nathalie mengurai pelukannya lalu menatap penuh rindu dan rasa bersalah pada pria di depannya.
" Maafkan mama nak. Kehadiran mama membuat mu jauh dari papa mu " sesal mama Nathalie.
Nathaniel tidak bisa berucap sepatah kata pun. Memang benar kehadiran mama Nathalie telah menghancurkan kebahagiaan mamanya. Tapi tidak semua kesalahan ada pada mama Nathalie. Dia sendiri juga ikut andil di dalamnya. Dirinya yang dulu keras kepala dan tidak bisa menerima nasihat dari siapapun. Kini pria tampan itu menyesal dengan keputusannya yang dulu memberontak pada papanya.
Pandangannya beralih ke pria yang terbaring lemah di ranjang.
" Papa " ucap Nathaniel lirih.
********
Okey author lanjutkan lagi kisah Nathaniel ya...
Sekarang judulnya sudah ganti ya yaitu Pria Patah Hati.
Mampir di karyaku yang lain.
Maafkan Aku, Istriku... dan
__ADS_1
SELINGKUH.
Terimakasih...💪🏻💪🏻💪🏻